Tampilkan postingan dengan label kalkulator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalkulator. Tampilkan semua postingan
Kalkulator pH dan Konsentrasi Asam-Basa Kuat

Kalkulator pH dan Konsentrasi Asam-Basa Kuat

Larutan dapat dikelompokkan menjadi larutan asam atau larutan basa atau larutan netral. Ketiga kelompok larutan itu dapat diukur derajat keasamannya dengan rentang pH 0 sampai 14. Larutan asam sendiri dibagi menjadi asam lemah dan asam kuat. Asam lemah jika dilarutkan dalam air maka tidak terurai secara total, sedangkan asam kuat jika dilarutkan dalam air akan terurai secara total. Demikian juga untuk jenis larutan basa.

Berikut ini adalah alat hitung yang terkait pH asam kuat. Tabel-1 untuk menentukan pH asam kuat jika diketahui konsentrasi larutan asam, dan Tabel-2 untuk menghitung konsentrasi larutan asam jika diketahui pH-nya. Untuk jenis larutan lain akan ditulis dalam tulisan tersendiri.

Dasar perhitungan:
  • Untuk asam bervalensi satu (asam monoprotik):
    [H+] = [HA]
  • Untuk asam bervalensi dua (asam diprotik):
    [H+] = 2 x [H2A]
    [H2A] = [H+] / 2
  • Derajat keasaman suatu larutan (pH) = - log [H+] dan sebaliknya [H+] = 10-pH
Asam kuat yang umum antara lain:
Tabel Asam Kuat
NoNama AsamRumus KimiaIonisasiNilai Ka
1Asam iodidaHIH+ + I–~3×109
2Asam bromidaHBrH+ + Br–~1×109
3Asam perkloratHClO4H+ + ClO4–~1×108
4Asam permanganatHMnO4H+ + MnO4–~1×108
5Asam kloridaHClH+ + Cl–~1×106
6Asam sulfatH2SO4H+ + HSO4–~1×103
7Asam kloratHClO3H+ + ClO3–~1×103
8Asam nitratHNO3H+ + NO3–~28
Sumber data: Introductory Chemistry: A Guided Inquiry
Oleh Michael P. Garoutte,Ashley B. Mahoney


Tabel-1
Menghitung pH Larutan Asam Kuat
Input*
Konsentrasi asam M
Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal!
Perhatikan jenis basa yang Anda input!
Jenis Asam[H+]pH
HA
H2A

Tabel-2
Menghitung Konsentrasi Larutan Asam Kuat
Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal dan
perhatikan jenis asam pada hasil hitung.
VariabelNilai
Input pH
[H+](M)

[HA](M)
[H2A](M)



Berikut ini adalah alat hitung yang terkait pH basa kuat. Tabel-3 untuk menentukan pH basa kuat jika diketahui konsentrasi larutan basa, dan Tabel-4 untuk menghitung konsentrasi larutan basa kuat jika diketahui pH-nya.

Dasar perhitungan:
  • Untuk basa bervalensi satu:
    [OH–] = [BOH]
  • Untuk basa bervalensi dua:
    [OH–] = 2 x [B(OH)2]
    [B(OH)2] = [OH–] / 2
  • pOH = - log [OH–] dan sebaliknya [OH–] = 10-pOH
  • Derajat keasaman suatu larutan basa (pH) = 14 - pOH → pOH = 14 - pH
Basa kuat yang umum digunakan antara lain:

Tabel Basa Kuat
NoNama BasaRumus KimiaIonisasiNilai Kb
1Litium hidroksidaLiOHLi+ + OH–besar
2Natrium hidroksidaNaOHNa+ + OH–besar
3Kalium hidroksidaKOHK+ + OH–besar
4Rubidium hidroksidaRbOHRb+ + OH–besar
5Cesium hidroksidaCsOHCs+ + OH–besar
6Kalsium hidroksidaCa(OH)2*Ca2+ + 2OH–besar
7Stronsium hidroksidaSr(OH)2*Sr2+ + 2OH–besar
8Barium hidroksidaBa(OH)2*Ba2+ + 2OH–besar
*) Terurai sempurna pada konsentrasi ≤ 0,01 M
Sumber data: http://chemistry.about.com/od/acidsbase1/a/list-strong-bases.htm


Tabel-3
Menghitung pH Larutan Basa Kuat
Input*
Konsentrasi basa M
Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal!
Perhatikan jenis basa yang Anda input!
Jenis Basa[OH-]pOHpH
BOH
B(OH)2

Tabel-4
Menghitung Konsentrasi Larutan Basa Kuat
Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal
dan perhatikan jenis asam pada hasil hitung.
VariabelNilai
Input pH
pOH
[OH-](M)

[BOH](M)
[B(OH)2](M)

Alat hitung ini dibuat untuk pembelajaran, proses perhitungan tetap harus dipahami pengguna. Saran untuk perbaikan akan diterima dengan senang. Terima kasih.

Kalkulator Massa Molar Gas

Kalkulator Massa Molar Gas


Dasar pembuatan kalkulator ini adalah menggunakan persamaan gas ideal
PV = nRT.
P = tekanan (atmosfir);
V = volume (liter);
n = jumlah gas (mol);
R = tetapan gas (0.08206 atm.L/(mol.K));
T = temperatur (K).
Turunan dari persamaan ini dapat digunakan untuk menentukan rumus massa molar gas. Massa molar gas adalah massa gas untuk setiap 1 mol gas tersebut.
\begin{align}
P \times V&=n \times R \times T\\
\\
P \times V &= \dfrac{m}{mM}\times R \times T\\
\\
\text{mM gas} &= \dfrac{m \times R \times T}{P \times V}
\\
\\
\text{mM gas} &= \dfrac{m \times 0,08206 \times T}{P \times V}
\end{align}


Kalkulator Massa Molar Gas
VariabelNilaiSatuan
Volume
(V)
liter
Massa
(m)
gram
Temperatur
(T)
Kelvin
Tekanan
(P)
atm
Massa molar
(mM)
gram/mol

Kalkulator Hukum Perbandingan Tetap

Kalkulator Hukum Perbandingan Tetap

Logika berpikir dalam penentuan unsur mana yang habis dan unsur yang bersisa terkait dengan hukum perbandingan tetap unsur-unsur dalam senyawa dapat ditempuh dengan cara berikut.

Unsur A B
Massa tersedia x y
Perbandingan a b
$ \mathtt{\large{\frac{Massa~tersedia}{Perbandingan}}}$ x/a y/b
Kali Silang  a.(y/b) b(x/a)
Habis atau
Bersisa
jika a.(y/b) >= x,
maka zat A akan habis,
jika tidak demikian
maka A bersisa
jika b(x/a) >= y,
maka zat B akan habis,
jika tidak demikian
maka B bersisa
Bereaksi Jika A bersisa maka
A yang bereaksi = a.(y/b)
Jika B bersisa maka
B yang bereaksi = b(x/a)
Jumlah Sisa Jika A bersisa maka
sisa A =x - (y/b)
Jika B bersisa maka
sisa B = y - b(x/a)



Contoh penerapan pada soal seperti berikut:
Perbandingan massa Fe dan S dalam senyawa Fe2S adalah 7:4. Apabila sebanyak 4 gram besi bereaksi dengan 2 gram belerang, pernyataan yang tepat mengenai hasil reaksi adalah....

Unsur Fe S
Massa tersedia 4 2
Perbandingan  7 4
$ \mathtt{\large{\frac{Massa~tersedia}{Perbandingan}}}$ 0.571428571 0.5
Kali Silang  3.5 2.285714286
Habis atau bersisa bersisa habis
Bereaksi 3.5 2
Sisa 0.5 0

Berikut ini adalah kalkulator Hukum Proust untuk senyawa yang tersusun dari 2 unsur. Silakan ketik pada kotak input berwarna putih. Untuk input unsur tidak wajin diisi, sekadar untuk menandai saja. Untuk penulisan tanda desimal pada kalkulator ini menggunakan tanda titik (.). JIKA HASIL PERHITUNGAN TIDAK TAMPIL, SILAHKAN KLIK DISINI

Kalkulator Hukum Proust
(Hukum Perbandingan Tetap)
Unsur
Massa tersedia (g)
x

y
Perbandingan 
a

b
$ \mathtt{\large{\frac{Massa~tersedia}{Perbandingan}}}$
x/a

y/b
Kali Silang
a(y/b)

b(x/a)
Habis atau bersisa
Bereaksi
Sisa

Kalkulator ini masih mungkin untuk dikembangkan agar dapat digunakan secara viceversa. Ikuti perkembangan pemutakhirannya dipostingan ini untuk melihat hasil modifikasi kalkulator di atas. Semoga usaha ini dapat membantu siswa belajar kimia.
Selamat belajar.
Kalkulator untuk Hukum-hukum Gas

Kalkulator untuk Hukum-hukum Gas

Gunakan tanda titik untuk bilangan desimalJIKA TIDAK TAMPIL HASIL PERHITUNGAN SILAKAN KLIK DISINI
Kalkulator untuk Hukum-hukum Gas
Pilih variabel yang dibuat konstan
RTetapan Gas (L.atm/(mol.K))
(P₁.V₁) / (n₁.T₁) = (P₂.V₂) / (n₂.T₂)
Tekanan (atm)
Volume (L)
Jumlah Zat (mol)
Temperatur (K)
Rumus yang berlaku untuk gas-gas:
Input Data
Gas ISatuanGas II
←P1atmP2→
←V1literV2→
←n1moln2→
←T1KelvinT2→
Hasil Hitung
(klik di luar kotak input)


Kalkulator Waktu Paruh dan Peluruhan Radioisotop (Radiokimia)

Kalkulator Waktu Paruh dan Peluruhan Radioisotop (Radiokimia)

Bahasan tentang radioaktif atau kadang ditulis kimia inti atau radiokimia bukan lagi menjadi pokok bahasan utama dalam pelajaran kimia SMA saat ini. Meskipun demikian pada beberapa soal dalam OSN Kimia pernah dimunculkan. Untuk membantu siswa kalkulator ini dibuat, untuk asistensi dalam menemukan jawaban dan memeriksa kembali alur kerja yang sudah dilakukan selama latihan.

Beberapa variabel yang digunakan dalam kalkulator ini tersaji berikut ini.
N0= jumlah inti radioaktif saat awal (t = 0)
Nt= jumlah inti radioaktif saat t
t½= waktu paruh inti radioaktif
t= waktu peluruhan inti radioaktif
τ= umur (masa) rata-rata (mean lifetime) inti radioaktif
λ= tetapan laju peluruhan inti radioaktif
e= bilangan natural (2,71828)
Satuan waktu dan jumlah (massa) inti isotop silakan disesuaikan dengan data yang tersedia.
JIKA HASIL TIDAK MUNCUL UBAH HTTPS menjadi HTTP pada BROWSER ANDA. ATAU KLIK DI SINI.


Kosongkan 1 variabel yang ingin dihitung. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar kotak input untuk melihat hasil hitung.
Kalkulator Nt, N0, t, dan t½
Zat Radioaktif
Nt
No
t
t½
Hasil Hitung:

Dasar perhitungan untuk kalkulator hubungan Nt, N0, t, dan t½
$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{N_t = N_0 \cdot (\dfrac{1}{2})^{\dfrac{t}{t_{1/2}}}} \iff N_0 = \dfrac{N_t}{(2)^{-\dfrac{t}{t_{1/2}}}}}$

$\mathsf{\dfrac{N_t}{N_0} =(\dfrac{1}{2})^{\dfrac{t}{t_{1/2}}}}$

$\mathsf{\dfrac{log(\dfrac{N_t}{N_0})}{log (\dfrac{1}{2})} =\dfrac{t}{t_{1/2}}}$

$\mathsf{\dfrac{log(N_t)-log(N_0)}{-log (2)} =\dfrac{t}{t_{1/2}}}$

$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{t = \dfrac{t_{1/2} \cdot (log(N_t)-log(N_0))}{-log (2)}}}$

$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{t_{1/2} = \dfrac{-log(2) \cdot t}{log(N_t)-log(N_0)}}}$


Kosongkan 1 variabel yang ingin dihitung. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar kotak input untuk melihat hasil hitung.
Kalkulator Nt, N0, t, dan τ
Zat Radioaktif

Nt
No
t
τ
Hasil Hitung:

Dasar perhitungan untuk kalkulator hubungan Nt, N0, t, dan τ
$\bbox[#e6ffe6, 5px,border:2px solid green]{\mathsf{N_t = N_0 e^{-t/\tau}\iff N_0 = \dfrac{N_t}{e^{-t/\tau}}}} $

$\mathsf{\dfrac{N_t}{N_0} =e^{-t/\tau}}$

$\mathsf{ln(\dfrac{N_t}{N_0}) = -t/\tau}$

$\mathsf{-ln(\dfrac{N_t}{N_0}) = t/\tau}$

$\mathsf{ln(N_0) - ln(N_t) = t/\tau}$

$\bbox[#e6ffe6, 5px,border:2px solid green]{\mathsf{t = \tau \cdot(ln(N_0) - ln(N_t))}}$

$\bbox[#e6ffe6, 5px,border:2px solid green]{\mathsf{\tau = \dfrac{t}{ln(N_0) - ln(N_t)}}}$


Kosongkan 1 variabel yang ingin dihitung. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar kotak input untuk melihat hasil hitung.
Kalkulator Nt, N0, t, dan λ
Zat Radioaktif

Nt
No
t
λ
Hasil Hitung:

Dasar perhitungan untuk kalkulator hubungan Nt, N0, t, dan τ
$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{N_t = N_0 e^{-\lambda t} \iff N_0 = \dfrac{N_t}{e^{-\lambda t}}}} $

$\mathsf{\dfrac{N_t}{N_0} = e^{-\lambda t}}$

$\mathsf{ln(\dfrac{N_t}{N_0}) = -\lambda t}$

$\mathsf{-ln(\dfrac{N_t}{N_0}) = \lambda t}$

$\mathsf{ln(\dfrac{N_0}{N_t}) = \lambda t}$

$\mathsf{ln(N_0) - ln(N_t) = \lambda t}$

$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{\lambda = \dfrac{ln(N_0) - ln(N_t)}{t}}}$

$\bbox[#e6ffe6,5px,border:2px solid green]{\mathsf{t = \dfrac{ln(N_0) - ln(N_t)}{\lambda}}}$


Isikan hanya 1 variabel yang diketahui saja. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar kotak input untuk melihat hasil hitung.
Kalkulator Hubungan $t_{1/2}$, $\tau$, dan $\lambda$

Variabel Diketahui Variabel Dihitung
t 1/2 λ τ t3/4
t 1/2
λ
τ
t3/4
www.urip.infowww.urip.info

Dasar perhitungan hubungan antara $t_{1/2}$ dengan $\tau$ dan $\lambda$ adalah
$\bbox[#e6ffe6, 5px,border:2px solid green]{\mathsf{t_{1/2} = \tau ln 2 = \dfrac{ln~2}{\lambda}} }$

$\bbox[#e6ffe6, 5px,border:2px solid green]{\mathsf{t_{3/4} = \tau\ln 4 = 2\tau\ln 2 = 2t_{1/2}}}$


Saran dan koreksi dari pembaca atau pengguna selalu dinanti. Boleh ditulis pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih.
Kalkulator pH Asam Lemah Poliprotik dan Konsentrasi Spesinya

Kalkulator pH Asam Lemah Poliprotik dan Konsentrasi Spesinya

Kalkulator ini dapat digunakan untuk perhitungan pH dan konsentrasi spesi yang ada dalam sistem kesetimbangan asam lemah. Asam lemah yang dapat dihitung adalah asam monoprotik (HA) seperti HNO2, HF asam diprotik (H2A) seperti H2S, H2CO3, H2C2O4, dan asam triprotik (H3A) seperti H3PO4, H3BO3, H3AsO4. Silakan simak petunjuk penggunaan yang tersedia di bagian atas kalkulator.

Cara penggunaan "Kalkulator pH Asam Lemah Poliprotik dan Konsentrasi Spesinya"
Untuk asam jenis HA cukup memasukkan dari konsentrasi dari HA dan nilai Ka pada baris Ka1 sedangkan Ka2 dan Ka3 dikosongkan saja. Untuk asam jenis H2A memasukkan dari konsentrasi dari HA dan nilai Ka1 dan Ka2 sedang Ka3 dikosongkan saja. Untuk asam jenis H3A memasukkan dari konsentrasi dari HA dan nilai Ka1, Ka2 dan Ka3 pada baris yang sesuai.

Tanda desimal yang valid dalam kalkulator ini menggunakan tanda titik, bukan tanda koma. Untuk pengisian bilangan/notasi ilmiah misalnya 1,80 × 10–5 ketikkan 1.80e–5 (satu titik delapan nol e negatif lima).

Untuk memasukkan data konsentrasi asam dan nilai  Ka yang baru (yang lain) gantikan nilai yang ada dengan data yang baru itu. Bila semua sudah terisi tinggal klik di luar area kalkulator dan hasilnya akan di tampilkan pada baris-kolom bersesuaian. Jika Hasil tidak Tampil Silakan Ubah https://markasbelajar.blogspot.com/ menjadi http://markasbelajar.blogspot.com/ pada Browser Anda

Kalkulator Asam Poliprotik
[Asam] M
Ka1
Ka2
Ka3
Konsentrasi spesi dalam
keadaan kesetimbangan
[Asam] M
[Anion sisa asam]1 M
[Anion sisa asam]2 M
[Anion sisa asam]2 M
[H+]1 M
[H+]2 M
[H+]3 M
[H+]Total M
pH Asam

Dengan senang hati bila ada pembaca yang rela mengoreksi ketika ditemui ketidaktepatan dalam penulisan rumus dan perhitungan.


Dasar perhitungan pada kalkulator ini adalah sebagai berikut.
[Asam] = konsentrasi mula-mula larutan asam
α = derajat disosiasi (penguraian)
x = α[Asam]
Reaksi:H3A(aq)⇌H+ (aq)+H2A– (aq)
[Awal] M :[H3A]
–
–
[Bereaksi] M:–x
+x
+x
[Kesetimbangan] M :[H3A] – x
x
x
\begin{aligned}
K_{a1} &=  \dfrac{[H^+] [H_{2}A^{-}]}{[H_{3}A]}\\
K_{a1} &=  \dfrac{x .x}{[H_{3}A]-x}\\
K_{a1}([H_{3}A]-x) &= x^2\\
K_{a1}[H_{3}A]-K_{a1}x &= x^2\\
x^2 - K_{a1}.[H_{3}A]+K_{a1}.x &= 0\\
x^2 +K_{a1}.x - K_{a1}.[H_{3}A] &= 0\\
\end{aligned}
Seperti halnya persamaan kuadrat matematis
x2 + bx + c = 0 maka nilai $x = \dfrac{-b \pm \sqrt{b^{2}-4.a.c}}{2a}$

Pada persamaan $x^2 +K_{a1}.x - K_{a1}.[H_{3}A] = 0$

abc
1$K_{a1}$$- K_{a1}.[H_{3}A]$

Nilai x atau $[H^{+}]_1$ dapat dihitung dengan rumus
$x = \dfrac{-K_{a1} \pm \sqrt{K_{a1}^{2}-4.1.(-K_{a1}.[H_{3}A])}}{2.1}$

$x = \dfrac{-K_{a1} \pm \sqrt{K_{a1}^{2}+4.K_{a1}.[H_{3}A]}}{2}$
Karena nilai x tidak boleh negatif maka persamaan di atas hanya berlaku
$x = \dfrac{-K_{a1} + \sqrt{K_{a1}^{2}+4.K_{a1}.[H_{3}A]}}{2}$

$[H^{+}]_1 = \dfrac{-K_{a1} + \sqrt{K_{a1}^{2}+4.K_{a1}.[H_{3}A]}}{2}$


y = αx = [H+]2 = konsentrasi ion H+ dari hasil hitung berdasar Ka2
Reaksi:H2A– (aq)⇌H+ (aq)+HA2– (aq)
[Awal]:x
x
–
[Bereaksi]:–y
+y
+y
[Kesetimbangan]:x – y
x + y
y

\begin{aligned}
K_{a2} &=  \dfrac{[H^+] [HA^{2-}]}{[H_{2}A^{-}]}\\
K_{a2} &=  \dfrac{(x+y) .y}{x-y}\\
K_{a2}(x-y) &= xy + y^2\\
K_{a2}.x - K_{a2}.y &= xy + y^2\\
y^2 + xy + K_{a2}.y - K_{a2}.x &= 0\\
y^2 + (x + K_{a2})y - K_{a2}.x &= 0\\ 
\end{aligned}
Andai nilai y cukup besar dibanding nilai x, maka persamaan kuadrat itu dapat diselesaikan dengan rumus abc persamaan kuadrat, dengan nilai a, b, c sebagaimana tabel berikut.

abc
1$x + K_{a2}$$- K_{a2}.x$
1$[H^{+}]_{1} + K_{a2}$$- K_{a2}.[H^{+}]_{1}$

$y = \dfrac{-([H^{+}]_{1}K_{a2}) + \sqrt{([H^{+}]_{1}K_{a2})^{2}+4.K_{a2}.[H^{+}]_{1}}}{2}$

$[H^{+}]_{2} = \dfrac{-([H^{+}]_{1}K_{a2}) + \sqrt{([H^{+}]_{1}K_{a2})^{2}+4.K_{a2}.[H^{+}]_{1}}}{2}$

Pada beberapa kasus sering nilai y dianggap jauh lebih kecil dibanding x sehingga persamaan kuadrat yang relatif rumit itu dapat disederhanakan untuk mendapatkan nilai y.
Jika y ⋘ x → x + y = x  demikian pula jika y ⋘ x →  x - y = x
$K_{a2} = \dfrac{(x+y) .y}{x-y}\\
K_{a2} = \dfrac{x .y}{x}\\
K_{a2} = y \rightarrow y = K_{a2}\\$


z = αy = [H+]3 = konsentrasi ion H+ dari hasil hitung berdasar Ka3
Reaksi:HA2– (aq)⇌H+ (aq)+A3– (aq)
[Awal]:y
x
–
[Bereaksi]:–z
+z
+z
[Kesetimbangan]:y – z
x + z
z
\begin{aligned}
K_{a3} &=  \dfrac{[H^+] [A^{3-}]}{[HA^{2-}]}\\
K_{a3} &=  \dfrac{(x+z) .z}{y-z}\\
K_{a3}(y-z) &= xz + z^2\\
K_{a3}.y - K_{a3}.z &= xz + z^2\\
z^2 + xz + K_{a3}.z - K_{a3}.y &= 0\\
z^2 + (x + K_{a3})z - K_{a3}.y &= 0\\ 
\end{aligned}
Andai nilai z cukup besar dibanding nilai x dan y, maka persamaan kuadrat itu dapat diselesaikan dengan rumus abc persamaan kuadrat, dengan nilai a, b, c sebagaimana tabel berikut.

abc
1$x + K_{a3}$$- K_{a3}.y$
1$[H^{+}]_{1} + K_{a3}$$- K_{a3}.[H^{+}]_{2}$


$z = \dfrac{-([H^{+}]_{1}+K_{a3}) + \sqrt{([H^{+}]_{1}+K_{a3})^{2}+4.K_{a3}.[H^{+}]_{2}}}{2}$

$[H^{+}]_{3} = \dfrac{-([H^{+}]_{1}+K_{a3}) + \sqrt{([H^{+}]_{1}+K_{a3})^{2}+4.K_{a3}.[H^{+}]_{2}}}{2}$

Pada beberapa kasus sering nilai z dianggap jauh lebih kecil dibanding x dan y sehingga persamaan kuadrat yang relatif rumit itu dapat disederhanakan untuk mendapatkan nilai z.
Jika z ⋘ x → x + z = x  demikian pula jika z ⋘ y →  y - z = y
$K_{a3} = \dfrac{(x+z) .z}{y-z}\\
K_{a3} = \dfrac{x .z}{y}\\
K_{a3}.y = x.z \rightarrow z = \dfrac{K_{a3}.y}{x} \rightarrow [H^{+}]_{3}=\dfrac{K_{a3}.[H^{+}]_{2}}{[H^{+}]_{1}}\\$

Simulator Perhitungan Konsentrasi Zat Setimbang

Simulator Perhitungan Konsentrasi Zat Setimbang

Simulator ini digunakan untuk menentukan konsentrasi zat-zat dalam kesetimbangan kimia bila diketahui konsentrasi awal (mula-mula) serta nilai Kc kesetimbangan tersebut. Untuk menentukan konsentrasi zat-zat (dimisalkan dengan variabel x) ketika kesetimbangan tercapai biasa diselesaikan dengan persamaan kuadrat. Persamaan kuadrat ini akan terbentuk bila jumlah koefisien zat di salah satu ruas atau keduanya sama dengan 2. Koefisien tersebut merupakan koefisien zat-zat dalam keadaan setara antara ruas kiri dan kanan. Simulator ini berlaku umum, dengan syarat koefisien setara setiap zat seperti pada simulator. Zat-nya dapat disesuaikan.


Persamaan kuadrat dengan bentuk umum: $ax^2 + bx + c = 0$ Bila $a \neq$ 0 maka nilai x dapat ditentukan dengan formula:
$x_1 = \dfrac{-b+\sqrt{b^2-4ac}}{2a}$
dan
$x_2 = \dfrac{-b-\sqrt{b^2-4ac}}{2a}$
Bila nilai $a = 0$ maka $x = -\dfrac{c}{b} $
JIKA HASIL SIMULASI TIDAK MUNCUL SILAKAN COBA KLIK DISINI

Beberapa tipe persamaan reaksi kesetimbangan kimia akan dibahas di sini.

Tipe Reaksi 1 
Perbandingan koefisien 1 : 1 : 1 : 1 seperti model reaksi AB + CD → AD + CB

Penentuan nilai koefisien a, b, c untuk persamaan kuadrat dari reaksi kesetimbangan kimia tipe 1 ini dapat disusun seperti tabel 1:

TABEL 1
Tipe Reaksi 1: AB + CD ⇌ AD + CB
ReaksiABCDADCB
Koefisien1111
Awal$p$$q$00
Reaksi$-x$$-x$$+x$$+x$
Setimbang$p-x$$q-x$$x$$x$
\begin{align}
Kc &= \dfrac{[AD][CB]}{[AB][CD]}\\
Kc &= \dfrac{x^2}{(p-x)(q-x)}\\
Kc(p-x)(q-x) &= x^2\\
Kc(p \cdot q-(p+q)x+x^2)&=x^2\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + Kc. x^2 &= x^2\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + Kc. x^2 - x^2 &= 0\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + (Kc-1) x^2 &= 0\\
(Kc-1) x^2 - Kc(p+q)x + Kc \cdot p \cdot q &= 0\\\end{align}
$a = Kc-1;~~~b = -Kc(p+q);~~~c = Kc \cdot p\cdot q$
Bila Kc = 1 atau a = 0, maka $Kc(p+q)x = Kc \cdot p \cdot q$ dan $x = \dfrac{Kc \cdot p \cdot q}{Kc(p+q)}$
Simulator 1
Konsentrasi pada simulator ini menggunakan satuan molar. Gantikan data pada kotak input. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar arean kotak input untuk melihat hasil.
Simulator Penentuan Konsentrasi Zat
Saat Mencapai Kesetimbangan

Tipe Reaksi 1: AB + CD ⇌ AD + CB
Kc
Zat AB CD AD CB
Koefisien Zat Setara
[Zat Awal] 0 0
[Zat Bereaksi] -x -x +x +x
[Persamaan Zat Setimbang] x x
[x zat dalam reaksi]
[Zat Saat Setimbang]

[Zat Saat Setimbang]
[Zat Saat Setimbang]
[x zat yang bereaksi]
[x zat yang bereaksi]
a
b
c



Tipe Reaksi 2
Perbandingan koefisien 1 : 1 : 2, seperti reaksi H2 + I2 ⇌ 2HI
Penentuan nilai koefisien a, b, c untuk persamaan kuadrat dari reaksi kesetimbangan kimia tipe 2 ini dapat disusun seperti tabel 2:
Tabel 2
Tipe Reaksi 2: H2 + I2 ⇌ 2HI
ZatH2I22HI
Koefisien112
[Awal]$p$$q$0
[Reaksi]$-x$$-x$$+2x$
[Setimbang]$p-x$$q-x$$2x$
\begin{align}
Kc &= \dfrac{[HI]^2}{[H_2][I_2]}\\
Kc &= \dfrac{(2x)^2}{(p-x)(q-x)}\\
Kc(p-x)(q-x) &= 4x^2\\
Kc(p \cdot q-(p+q)x+x^2)&=4x^2\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + Kc. x^2 &= 4x^2\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + Kc. x^2 - 4x^2 &= 0\\
Kc \cdot p \cdot q - Kc.(p+q)x + (Kc-4) x^2 &= 0\\
(Kc-4) x^2 - Kc(p+q)x + Kc \cdot p \cdot q &= 0\\\end{align}
$a = Kc-4;~~~b = -Kc(p+q);~~~c = Kc \cdot p\cdot q$
Bila Kc = 4 atau a = 0, maka $Kc(p+q)x = Kc \cdot p \cdot q$ dan $x = \dfrac{Kc \cdot p \cdot q}{Kc(p+q)}$

Simulator 2
Konsentrasi pada simulator ini menggunakan satuan molar. Gantikan data pada kotak input. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar arean kotak input untuk melihat hasil.
Simulator Penentuan Konsentrasi Zat
Saat Mencapai Kesetimbangan

Tipe Reaksi 2: H2 + I2 ⇌ 2HI
Kc
Zat H2 I2 2HI
Koefisien Zat Setara 1 1 2
[Zat Awal] 0
[Zat Bereaksi] -x -x 2x
[Persamaan Zat Setimbang]
[x zat dalam reaksi]
[Zat Saat Setimbang]

[Zat Saat Setimbang]
[Zat Saat Setimbang]
[x zat yang bereaksi] hidden
[x zat yang bereaksi] hidden
a hidden
b hidden
c hidden


Tipe Reaksi 3
Perbandingan koefisien 2 : 1 : 1 seperti reaksi 2HI ⇌ H2 + I2
Tipe reaksi 3 ini juga merupakan persamaan kuadrat, namun pada proses hitung dapat ditarik akar setiap komponen penentu Kc secara langsung sehingga diperoleh persamaan lebih sederhana.
Tabel 3
Reaksi: 2HI ⇌ H2 + I2
ZatHIH2I2
Koefisien211
[Awal]$p$00
[Reaksi]$-2x$$+x$$+x$
[Setimbang]$p-2x$$x$$x$
\begin{align}
Kc &= \dfrac {[H_2][I_2]}{[HI]^2}\\
Kc &= \dfrac{(x)(x)}{(p-2x)^2}\\
\sqrt{Kc} &= \dfrac{x}{p-2x}\\
\sqrt{Kc} (p-2x)&= x\\
\sqrt{Kc} \cdot p - 2\sqrt{Kc} \cdot x &= x \\
2\sqrt{Kc} \cdot x + x &= \sqrt{Kc} \cdot p \\
(2\sqrt{Kc} + 1) x &= \sqrt{Kc} \cdot p \\
x &= \dfrac{\sqrt{Kc} \cdot p}{2\sqrt{Kc} + 1}\\
atau\\
x &= \dfrac{p \cdot \sqrt{Kc} }{1 + 2\sqrt{Kc}}\\
\end{align}

Simulator 3
Konsentrasi pada simulator ini menggunakan satuan molar. Gantikan data pada kotak input. Gunakan tanda titik untuk tanda desimal. Klik di luar arean kotak input untuk melihat hasil.
Simulator Penentuan Konsentrasi Zat
Saat Mencapai Kesetimbangan

Reaksi: 2HI ⇌ H2 + I2
Kc
Zat HI H2 I2
Koefisien Zat Setara 2 1 1
[Zat Awal] 0 0
[Zat Bereaksi] -x -x 2x
[Persamaan Zat Setimbang]
[x zat dalam reaksi]
[Zat Saat Setimbang]