Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Pengantar Proses Bisnis

Pengantar Proses Bisnis

Dalam era globalisasi efisiensi dan produktifitas proses ialah hal yang sangat utama. Hal ini berkaitan dengan tuntutan konsumen atas kualitas output yang dihasilkan dari suatu produk yang semakin tinggi. Konsumen akan selalu berusaha mendapatkan produk barang dan produk layanan (jasa) dengan kualitas yang memenuhi standar kenutuhan mereka. Sementara itu fenomena yang tidak dapat dihindari yaitu tingkat persaingan bisnis yang semakin tinggi seiring dengan meningkatnya kegiatan usaha-usaha sejenis. Semakin banyak munculnya bisnis baru dengan jenis produk yang sangat bervariasi. Keadaan ini secara langsung berdampak pada kebutuhan pihak maajemen organisasi untuk tampil dengan gaya inovasi yang tinggi dan pengolahan manajemen yang efektif, sehingga memiliki potensi dan saing yang tinggi.

Pengantar Proses Bisnis


Kepuasan pelanggan ialah satu hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam bisnis, sehingga menjadi suatu hal yang mutlak bagi pelaku-pelaku bisnis untuk menghasilkan produk (barang/jasa) yang berorientasi pada kebutuhan konsumen. Tentunya disertai dengan minimalisasi faktor-faktor yang menjadi pemicu munculnya keluhan pelanggan.

Hal yang perlu diperhatikan dikarenakan keluhan pelanggan ialah indikasi adanya permasalahan. Keluhan pelanggan pada umumnya berkaitan dengan panjangnya waktu proses serta biaya produksi yang tinggi.

Pengolahan proses bisnis secara efektif ialah alternatif yang dapat dijadikan solusi mencapai ketersedian pencapaian kualtas produk, waktu proses dan biaya operasi yang semestinya. Hal ini dapat terjadi diakibatkan adanya pengolahan proses bisnis yang tidak efektif akan berkorelasi secara langsung dengan terjadinya tumpang tindih aktifitas, adanya aktifitas-aktifitas yang tidak memberikan nilaiu tambah sehingga berdampak pada kemubaziran biaya dan waktu.

Memiliki sumber daya manusia yang brekometen, manajer ulung memliki teknologi yang cangih tidak dapat dijadikan faktor penentu keberhasilanp pelaksanaan pengelohan organisasi. Suatu perubahan secara radikal sangat dibutuhkan untuk mengolah suatu proses bisnis atau suatu organisasi akan terjebak pada suatu kondisi bahwa organisasi akan mati dalam persaingan di era globalisasi ini.

Perubahan dari orientasi keorganisasian menjadi orientasi pada proses ialah perubahan kultur yang sulit. Membutuhkan perubahan yang besar dari organisasi yang dikelola. Perubahan tidaklah mudah, setiap orang harus berubah dan harus berpikir untuk berubah. Pengelola organisasi harus percaya bahwa perubahan yaitu hal penting dan bernilai untuk masa mendatang. Melakukan pemotretan dan analisa ulang terhadap proses bisnis yang dimiliki organisasi ialah salah satu alternatif untuk berpikir dan melakukan perubahan.

Pilar Organisasi

Keberhasilan suatu organisasi diperbaharui oleh beberapa faktor pendukung yang saling berkaitan antara satu dan lainnya. Faktor-faktor tersebut yaitu manusia, proses dan teknologi. Sumberdaya yang berpengetahuan diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi output yang akan dihasilkan. Hal ini mengharuskan suatu organisasi untuk tidak hanya sekedar menjual produk ke konsumen tetapi juga memberikan perhatian kepada sumber daya manusia serta elemen-elemen lain yang dimiliki oleh organisasi. Selain faktor manusia, faktor lain yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah aliran proses. Pada kenyataannya sering terjadi tumpang tindih pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa bagian dalam organisasi, terjadinya proses yang sama yang dilakukan berulang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan adanya aktifitas bisnis yang tidak perlu dilakukan. Apabila kondisi ini terjadi maka akan berdampak langsung pada perpanjangan waktu penyelesaian proses, pemborosan penggunaan sumber daya, baik sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

Selain proses dan faktor manusia, faktor penting lainnya ialah teknologi. Seiring tuntutan bisnis saat ini, pemanfaatan teknologi ialah hal yang mutlak dibutuhkan. Teknologi yang dimaksud yaitu teknologi yang selaras dan mendukung tujuan bisnis organisasi. Teknologi dengan spesifikasi terbaru dan canggih bukanlah suatu hal yang mutlak dibutuhkan. Volume transaksi dan ruang lingkup bisnis ialah faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan dukungan teknologi yang akan digunakan. Bisnis yang berada satu lokasi atau memiliki banyak cabang yang terpisah pada letak geografis yang berbeda, tentunya memiliki kebutuhan dukungan teknologi yang berbeda. Ketiga faktor yang dijelaskan diatas merupakan satu kesatuan yang saling menopang untuk dapat tetap tegak dan dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. terdapat beberapa pendekatan untuk menyeimbangkan pilar-pilar bangunan atau organisasi.

Pendekatan tersebut dapat berfokus pada siapa yang merupakan anggota organisasi yang terlibat dalam perubahan, dapat juga dilakukan dengan mendeskripsikan apa aktifitas yang harus dilakukan oleh organisasi untuk sukses terhadap perubahan teknologi atau berfokus pada mengapa resiko harus diperkecil untuk menjalin kesuksesan perubahan yang terjadi.

Konsep Dasar Proses

Kata proses menjadi kata kunci ketika kita mengupas tentang pemotretan dan pemodelan proses bisnis suatu organisasi. Kata tersebut umum digunakan dalam aktifitas kita sehari-hari, yang apabila kita telah selalu akan berkaitan dengan input dan output. Secara terjemahan dapar didefinisikan sebagai berikut:
  • Beberapa aktifitas atau group aktifitas yang menangani input menambahkan nilai pada input tersebut dan menyediakan output untuk pelanggan internal dan eksternal. Proses yang digunakan untuk organisasi untuk memproleh hasil yang definitif.
  • Sekumulan aktifitas yang dilakukan secara bersama-sama dan menciptakan suatu nilai bagi customer.
Berdasarkan definisi, maka proses akan berkaitan dengan beberapa hal yaitu: input, output serta adanya perubahan. Output yang dihasilkan tentunya mengacu pada standarisasi tertentu sesuai dengan sasaran bisnis. Hal tersebut juga akan berkaitan dengan sistem pengendalian berupa umpan balik untuk memodifiasi atau membenahi, sehingga atribut output yang diinginkan tetap terjaga. Berkaitan dengan hal ini maka dibutuhkan suatu mekanisme umpan balik yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses. Dengan demikian diharapkan dapat memperoleh informasi apakah output dari suatu proses telah memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan atau sebaliknya. Pengukuran terus-menerus perlu dilakukan dalam tiap proses yang dikelola untuk melakukan verifikasi apakah produk telah memenuhi spesifikasi yang didefinisikan ataukah memenuhi trend selara konsumen pada masa tersebut.

Efektifitas dan efesiensi menjadi hal yang mutlak untuk digaris bawahi ketika berbicara tentang proses. Efektifitas berbeda dengan umpan balik, dimana efektifitas mengukur umpan bali terhadap tujuan proses. Pengukuran efektifitas eksternal  dan internal harus merefleksikan kebutuhan pelanggan. Sedangkan efesiensi akan berkaitan dengan suatu pengukuran output terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Merefleksikan seberapa produktif operasi internal dan bagaiman sumber daya digunakan secara efektif dalam proses.

Dalam kaitan dengan proses juga akan melibatkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bahwa setiap proses harus ada kepemilikan yang didefinisikan dengan jelas. Pemilik proses, baik individual atau tim, bertanggung jawab pada pekerjaan, biaya, kualtias dan jadwal. Pemilik proses ialah pengelola proses untuk mencapai target standar dan memiliki otoritas untuk mengubah proses untuk mempertahankan output yang diharapakan sesuai batasan yang didefinisikan, baik batasan kualitas, waku dan biaya. Dalam mendukung keberlanjutan proses maka tidak kalah pentingnya adalah dokumentasi tentang pelaksanaan proses.

Konsep Dasar Bisnis

Kata bisnis ialah satu kata yang sudah sangat akrab dengan aktifitas sehari-hari. Kata bisnis biasanya identik dengan jual beli dan uang. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Pengertian sibuk dimaksudkan sebagai sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sedangkan dalam ilmu ekonomi, bisnis ialah suatau organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Sehingga bisnis dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa untuk menciptakan suatu nilai (value).

Bisnis terkait dengan berbagai aktifitas, dipacu oleh kebutuhan konsumen dan memerlukan dukungan sumber daya. Keterkaitan antara sumber daya manusia, informasi dan teknologi sangat mempengaruhi aktifitas bisnis. Keseimbangan interaksi antar sumberdaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan bisnis dan menghasilkan tingkat layanan yang terbaik yang akan berakibat pada peningkatan profit.

Konsep Dasar Proses Bisnis

Perpaduan kata proses dan bisnis, membentuk rangkaian kata yang memiliki makna secara khusus. Kata proses bisnis sangat umum digunakan dan telah menjadi kata yang berkorelasi dengan aktifitas organisasi. Dari uraian diatas dapat diambil suatu definisi bahwa proses bisnis ialah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sedangkan Butler Group menyatakan bahwa "proses Bisnis ialah sekumpulan tugas atau aktifitas untuk mencapai tujuan yang diselesaikan baik secara berurut atau paralel, oleh manusia atau sistem, baik diluar atau didalam organisasi". Secara bebas dapat didefinisikan bahwa proses bisnis merupakan sejimlah aktifitas yang didesain untuk menghasilkan sebuah output untuk sebuah user yang spesifik. Hal ini menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan itu diselesaikan dan bagaiman sebuah hasil itu dicapai. Pada umumnya aktifitas-aktifitas ini terurut berdasarkan waktu dan tempat, mempunyai awal dan akhir dan memiliki komponen input dan output yang jelas.

Beberapa anggapan yang keliru tentang proses bisnis antara lain:
  • Proses bisnis yang tidak efektif tidak akan memakan banyak biaya.
  • Hasil yang diperoleh dengan memperbaiki proses bisnis tidak akan memberikan hasil yang segnifikan.
  • Proses bisnis tidak dapat dikontrol.
  • Proses produksi ialah proses yang tidak penting proses bisnis.
Dalam pelaksanaan proses atau aktifitas-aktifitas pada suatu organisasi tidak akan terlepas dari penggunaan sumber daya manusia, sarana, prasarana, uang  dan waktu. Tingkat efektifitas operasi suatu aktifitas akan berdampak pada aktifitas lainnya, mengingat proses bisnis organisasi yaitu suatu kesatuan system.Sehingga proses bisnis yang berjalan secara efektif akan berkolerasi langsung dengan kebutuhan penggunaan dana. Proses bisnis yang efektif memudahkan pemantauan, hal ini dimungkinkan karena proses atau aktifitas yang ada dalam suatu organisasi telah didefinisikan dengan jelas siapa pemilik proses, waktu penyelesaian proses, input yang dibutuhkan, output yang dihasilkan dan acuhan prosedur yang digunakan dalam penyelesaian proses tersebut.

Referensi: Buku Ajar Pemodelan Proses Bisnis
Analisis SWOT: Pengertian Beserta Manfaatnya

Analisis SWOT: Pengertian Beserta Manfaatnya

Analisis SWOT: Pengertian Beserta Manfaatnya - Apakah anda pernah mendengar Analisis SWOT? Ya, Kali ini saya akan membahas tentang pengertian dan mafaat analisis SWOT. Analisis SWOT itu sendiri ialah suatu metode perencanaan strategis yang digunakan dalam mengevaluasi kegiatan usaha untuk penetapkan srategi bisnis berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis untuk rencana yang matang.

Analisis SWOT: Pengertian Beserta Manfaatnya

Pengertian Analisi SWOT Menurut Beberapa Para Ahli

Ada beberapa mendapat berbeda tentang pengertian analisis swot menurut para ahli, dibawah ini penjelanya:

  • Robinson & Pearce (1997) ialah salah satu analisis komponen yang terpenting dalam strategi manajemen bagi perusahaan maupun organisasi. Analisis SWOT ini mencakup beberapa faktor intern di dalam perusahaan tersebut, dimana beberapa faktor tersebut akan menghasilkan profil-profil perusahaan yang dipahami dan mengidentifikasikan kekuatan dan kelembahan pada perusahaan maupun organisasi. kekuatan dan kelembahan kemudian akan dibandingkan dengan ancaman ekstern dan peluang sebagai dasar untuk menghasilkan opsi atau alternatif strategi lain.
  • Menurut Jogiyanto (2005) analisis SWOT ialah suatu penilaian atas kekuatan dan kelemahan dari semua aspek sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan maupun organisasi tersebut. Hal ini juga mencakup semua aspek tantangan yang akan dihadapi dan kesempatan eksternal maupun internal ke depannya.
  • Armstrong dan Kotler (2008) berpendapat lain tentang analisis swot ialah suatu penilaian menyeluruhan yang dilakukan terhadap kekuatan, peluang, kelemahan dan juga ancaman bagi suatu perusahaan maupun organisasi. Kegiatan analisis ini sangat diperlukan bagi perusahan maupun organisasi, agar perusahaan tersebut bisa menentukan langkah strategi apa saja yang akan dilakukan perusahaan. Baik strategi promosi, strategi penjualan dan lain sebagainya.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Analisis SWOT

Dalam strategi organisasi, bisnis, usaha, ataupun kepribadian diri, kita harus memiliki tujuan yang ingin dicapai untuk melakukan semua strategi tersebut berjalan lancar. Maka, otomatis kita membutuhkan sebuah strategi internal maupun eksternal baik dalam mewujudkan tercapainya semua tujuan tersebut.

Jika kita berbicara tentang strategi bisnis misalnya, maka diantara tujuannya adalah strategi promosi market lewat produk dan jasa yang kita tawarkan. Dalam strategi perseorangan, maka analisis SWOT dapat kita gunakan untuk pengembangan diri dalam waktu jangka panjang.

Manfaat Analisis SWOT

Analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar untuk mengambil keputusan beberapa aspek sekarang maupun kedepannya yang sangat bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa tersebut biasanya digunakan untuk mempertahankan kekuatan maupun kelemahan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada dan sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman dan menatap arah mana perusahaan tersebut dimasa depan, serta apa sajakah yang digunakan untuk menilai kesuksesan strategi manajemen dalam menggerakkan misi dan visi tersebut.
Sumber Daya Ekonomi : Pengertian, Jenis, Peran

Sumber Daya Ekonomi : Pengertian, Jenis, Peran

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA EKONOMI
Manusia merupakan makhluk ekonomi yang tidak pernah merasa puas. Akibat dari sifat yang tidak pernah merasakan kepuasan ini manusia secara terus-menerus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Ternyata dalam prihal ekonomi terdapat istilah sumber daya ekonomi. Nah, untuk menjelaskan pengertiannya maka dapat dipisah kata-katanya. Sumber daya ekonomi dibagi menjadi sumber daya dan ekonomi.

Sumber daya merujuk pada potensi yang dimiliki, dan potensi ini dapat diolah dan dimanfaatkan. Potensi yang dimaksudkan di sini adalah semua hal yang dapat digunakan untuk keperluan ekonomi. Secara lebih jelas Sumber Daya Ekonomi dapat diartikan sebagai semua alat yang dapat digunakan oleh manusia, tujuan penggunaan alat tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi sehingga tidak pernah merasakan suatu kepuasan. Hal ini yang menyebabkan manusia harus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal pemenuhan kebutuhan tersebut dibutuhkan berbagai alat. Segala jenis alat yang digunakan dalam ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup inilah yang disebut sumber daya ekonomi.
Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Modal
SUMBER DAYA EKONOMI

B. KLASIFIKASI MACAM – MACAM SUMBER DAYA EKONOMI
Sumber daya ekonomi ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Secara garis besar, sumber daya ekonomi dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam. Macam-macam klasifikasi sumber daya ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam dapat dijelaskan sebagai segala sesuatu yang terdapat di alam sekitar dan dapat dimanfaat untuk menjadi barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu anugrah yang melimpah yang telah diberikan Tuhan kepada manusia adalah alam. Di alam terdapat banyak hal yang bisa dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam pengelolaan alam tersebut, harus dilakukan secara bijaksana. Yang dimaksud dengan bijaksana adalah mengelola alam secara sewajarnya dengan tidak merusak kondisi alam.

Eksploitasi yang dilakukan secara berlebihan dan tidak bertanggung akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini juga bisa menjadi penyebab datangnya bencana alam. Untuk menghindari hal tersebut, maka kita harus memperlakukan alam dengan baik. Manfaatkan potensinya namun jangan rusak lingkungannya. Selain untuk menghindari bencana, menjaga kelestarian alam juga bisa mendatangkan keuntungan yang tinggi. Alam yang asri serta terawat dapat dijadikan sebagai ladang pemenuhan kebutuhan hidup. Keindahan lingkungan juga dapat manarik perhatian dan dijadikan tempat untuk para wisatawa berekreasi hingga meningkatkan nilai ekonomi.

Sebenarnya secara sederhana dapat dikatakan bahwa kebutuhan kita dapat dipenuhi oleh alam. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan kita bersumber dari alam,. Misalnya seperti makanan, tempat tinggal, pakaian,  dan lain-lain, walaupun terdapat beberapa benda yang melalui proses pruduksi.

Sumber daya alam terbagi menjadi dua jenis yaitu:
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam bersiklus yang masih bisa bertambah dengan ada atau tidak adanya campur tangan manusia. Misalnya seperti tumbuhan, tanaman, pepohonan dan lain-lain.

b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang memiliki jumlah terbatas dan memerlukan proses yang sangat lama agar sumber daya alam tersebut muncul kembali. Misalnya seperti emas, batu bara dan lain-lain.

2. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia merupakan sumber daya ekonomi yang paling penting. Hal ini karena perekonomian suatu negara dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang terdapat dalam negara tersebut. Begitu pula dengan maju atau mundurnya suatu bangsa. Baik buruknya kualitas sumber daya menusia yang berada dalam sebuah negara mempengaruhi kondisi negara tersebut. Kemakmuran suatu negara akan terjamin jika kualitas sumber daya manusianya tinggi.

Hingga saat ini masih banyak negara-negara di dunia yang kekurangan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam. Namun juga, masih terdapat banyak negara yang memiliki sumber daya alam lebih sedikit dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Tak jarang ditemui negara kecil dengan pengelolaan sumber daya alam yang sangat baik. Akan tetapi masih banyak negara besar belum mampu mengelola sumber daya alam yang dimilikinya.

Manusia selain bertindak sebagai konsumen, juga harus bertindak sebagai distributor dan produsen, hal ini dilakukan untuk membantu kemajuan ekonomi. Untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang tinggi dapat ditempuh melalui pendidikan. Hal paling perlu ditekankan berkaitan dengan kulitas sumber daya manusia adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya agar dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut untuk meningkat daya saing. Terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi untuk membantu terbentuknya kualitas sumber daya manusia. Unsur tersebut adalah sebagai berikut:;
  • Akhlak
  • Keahlian
  • Kekuatan fisik

3. Sumber Daya Modal
Modal berkaitan dengan hal-hal yang digunakan untuk mengahasilkan barang dan jasa. Sumber daya modal bukan hanya berbentuk uang akan tetapi dapat memiliki bentuk lain. Beberapa alat yang bisa di kategorikan sebagai modal yaitu:
  • Uang
  • Tanah
  • Informasi
  • Teknologi
  • Peralatan
  • Dan lain-lain

Modal dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Jenis Modal Menurut Pemiliknya
Menurut pemilikinya modal terbagi menjadi du jenis, yaitu:
  • Modal Perseorangan
  • Modal Masyarakat

b. Jenis Modal Menurut Wujudnya
Menurut wujudnya modal terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Modal Konkret (Modal Nyata), merupakan modal yang dapat dilihat, diukur, atau ditimbang. Contohnya uang.
  • Modal Abstrak, merupakan modal yang tidak dapat terlihat tetapi hasilnya dapat dirasakan, misalnya keterampilan.

c. Jenis Modal Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya modal terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
  • Modal Tetap, merupakan modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam masa produksi, contohnya mesin dan kantor.
  • Modal Lancar, merupakan modal yang akan habis terpakai dalam satu kali produksi, contohnya uang kertas.

d. Jenis Modal Menurut Bentuknya
Menurut bentuknya modal terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Uang
  • Barang

e. Jenis Modal Menurut Sumbernya
  • Modal Sendiri
  • Modal Pinjaman

C. PERAN SUMBER DAYA EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa setiap sumber daya ekonomi memiliki peranan dan fungsi masing-masing. Dalam hal pembangunan, sumber daya ekonomi yang paling berperan adalah sumber daya manusia dan sumber daya alam. Pembangunan dilakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Tujuan utamanya adalah membantu untuk memajukan ekonomi di suatu negara. Pembangunan ini dilakukan pada banyak sektor contohnya pertanian, setor perikanan dan kelautan. Hal yang paling ditekankan dalam pembagunan adalah peningkatan kulitas sumber daya manusia. Karena dengan adanya kulitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan mempercepat laju pembangunan dan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi lebih singkat. Pembangunan ini dapat diawali di daerah dengan memanfaatkan otonomi daerah hingga akhirnya dengan menolong perekonomian daerah dapat membantu memperbaiki ekonomi negara.

Telah dikatakan sebelumnya sumber daya manusia merupakan sumber daya ekonomi yang paling penting. Peran sumber daya manusia yaitu:
  • Sebagai tenaga kerja
  • Sebagai tenaga ahli
  • Sebagai pimpinan perusahaan.
  • Sebagai usahawan
  • Sebagai Pencipta dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sebagai sumber daya yang berperan untuk mengorganisasikan penggunaan berbagai faktor produksi.
  • Sebagai produsen

Sumber Daya Manusia diharapakan dapat mengolah sumber daya alam secara efektif, efesien dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pembangunan nasional di berbagai sektor. Sumber daya modal juga berpengaruh dalam pembangunan nasional suatu negara. Intinya Kesemua sumber daya ekonomi ini peranannya saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya.
Pendapatan Nasional : Pengertian, Konsep, Rumus, Perhitungan

Pendapatan Nasional : Pengertian, Konsep, Rumus, Perhitungan

A. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa, laba, dan berbagai tunjangan.  Dalam lingkup ekonomi mikro, istilah pendapatan merujuk kepada penghasilan dari penyediaan faktor-faktor produksi untuk periode tertentu. Sementara itu, dalam lingkup ekonomi makro, istilah pendapatan merujuk kepada pendapatan nasional suatu negara. Pendapatan nasiona dapat didefinisikan dengan tiga pengertian berikut:
  • Nilai seluruh produk (barang dan jasa) yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
  • Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh faktor produksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
  • Jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.

Mengapa pendapatan nasional didefinisikan kepada tiga cara diatas? Umumnya diketahui bahwasanya pelaku-pelaku perekonomian sederhana sebuah negara adalah rumah tangga (konsumen) dan perusahaan (produsen). Rumah tangga sebagai penyalur faktor-faktor produksi perusahaan dan mereka memperoleh pendapatan sebagai balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi tersebut. Dengan menggunakan faktor-faktor produksi tersebut, perusahaan memproduksi produk barang dan jasa yang dijual kelak kepada konsumen. Biaya yang dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa disebut pengeluaran.

Inilah dasar ketiga cara pendefinisian pendapatan nasional. Oleh sebab itu, pendapatan nasional dapat dihitung melalui tiga cara atau pendekatan, yaitu melalui penghitungan pendapatan nasional, produk nasional, dan pengeluaran nasional. Ketiga penghitungan tersebut akan menghasilkan Gross Domestic Product (GDP) atau dikenal juga dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menghitung semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.

B. RUMUS DAN PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Karena pendapatan nasional didefinisikan dengan tiga cara, terdapat pula tiga cara untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu melalui tiga pendekatan. 
Berikut penjabarannya.
1. Pendekatan Produksi
Pendekatan produksi adalah metode penghitungan PDB melalui penghitungan jumlah nilai seluruh produk (barang dan jasa) yang dihasilkan dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dalam pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi. Pada praktiknya, penghitungan tidak dilakukan terhadap seluruh produk. Terdapat banyak barang dan jasa yang berasal dari input produksi barang lain. Bila penghitungan barang dan jasa dihitung terhadap seluruh produk, maka akan terjadi penghitungan ganda (double counting). Penghitungan ganda ini akan menghasilkan nilai yang melebihi pendapatan nasional yang sesungguhnya, contohnya seperti produksi roti. Roti berawal dari gandum, kemudian menjadi tepung, baru diproses menjadi roti. Apabila kita menjumlahkan seluruh nilai penjualan gandum, tepung, dan roti, nilai penjualan gandum akan terhitung tiga kali dan nilai penjualan tepung akan terhitung dua kali. Terjadilah penghitungan ganda.
Untuk mencegah terjadinya penghitungan ganda, digunakanlah metode penghitungan nilai tambah.  Pada setiap tahap produksi barang, yang dilakukan penambahan hanya pada nilai tambahnya. Misalkan, harga gandum (per kg) Rp6.000 dan tepung (per kg) 8.000. Nilai tambah tepung adalah 8.000 - 6.000 = 2.000. Rincian lebih lanjut ada pada tabel berikut.
Berdasarkan tabel tersebut, nilai produk roti yang dimasukkan pada penghitungan pendapatan nasional adalah nilai tambahnya, yaitu Rp12.000.

Penghitungan PDB melalui pendekatan produksi bisa diformulasikan sebagai berikut
dengan keterangan:
PDB = Produk Domestik Bruto
VA = Value Added (nilai tambah)
1 ... n = barang yang diproduksi

Barang-barang yang diproduksi di Indonesia digolongkan ke dalam sembilan sektor utama. Sektor-sektor tersebut meliputi:
  • Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan;
  • Pertambangan dan penggalian;
  • Industri pengolahan;
  • Listrik, gas, dan air bersih;
  • Bangunan ;
  • Perdagangan, hotel, dan restoran;
  • Pengangkutan dan komunikasi;
  • Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan;
  • Jasa lain-lain.

2. Pendekatan Pengeluaran
Pendekatan pengeluaran merupakan metode penghitungan PDB dengan menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu wilayah negara selama satu periode tertentu. Pendekatan ini dilakukan dengan cara menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi, yaitu rumah tangga, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat luar negeri.

Jenis pengeluaran dari pelaku-pelaku kegiatan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Pembelian atau belanja oleh rumah tangga
Kegiatan ini berupa konsumsi barang dan jasa rumah tangga untuk kegunaan langsung mereka. Contohnya seperti pengeluaran untuk perabotan, sabun-sabunan, dan lain-lain.

b. Pengeluaran konsumsi oleh pemerintah
Kegiatan ini berupa konsumsi barang dan jasa oleh pemerintah untuk memperlancar dan menggerakkan perekonomian. Contohnya adalah pembelian alat-alat kantor.

c. Pengeluaran investasi oleh perusahaan
Kegiatan ini berupa pengeluaran perusahaan untuk menambah kapasitas produksinya seperti tambahan pembelian mesin, peluasan bangunan kantor, dan lain-lain.

d. Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa ekspor
Ekspor neto adalah selisih dari ekspor dan impor. Hasil selisih ini bisa positif maupun juga negatif.

Penghitungan PDB melalui pendekatan pengeluaran dapat diformulasikan sebagai berikut.
PDB = C + I + G + (X – M)
dengan keterangan:
PDB = Produk Domestik Bruto
C = Consumption (konsumsi rumah tangga)
I = Investment (investasi)
G = Government expenditure (pengeluaran pemerintah)
X = Total ekspor
M = Total impor

3. Pendekatan Pendapatan
Pendekatan pendapatan merupakan metode penghitungan PDB dengan cara menghitung jumlah seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu, sebagai imbalan dari faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan (tenaga kerja, tanah, modal, skill). Komponen yang dihitung pada pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut.

a. Pendapatan Faktor Produksi
Pendapatan faktor produksi berupa imbalan dari penggunaan faktor-faktor produksi dalam perekonomian, meliputi upah, sewa, bunga, dan laba. Di dalamnya juga termasuk faktor produksi neto ke luar negeri, yaitu pembayaran pendapatan faktor produksi ke luar negeri dikurangi dengan pendapatan faktor produksi dari luar negeri.

b. Pendapatan Nonfaktor Produksi
Tidak seluruh pembayaran yang dilakukan terhadap pembelian barang ataupun jasa berasal dari penggunaan faktor-faktor produksi. Misalnya dalam pembelian tas seharga Rp80.000, penggunaan faktor produksi dalam proses produksi tas tersebut tentunya kurang dari Rp80.000. Selisih ini didapat dari adanya pajak tidak langsung, subsidi, dan depresiasi.

Penghitungan PDB berdasarkan pendekatan pendapatan dapat diformulasikan sebagai berikut.
PDB = w + r + i + π + (s – t) – dep + nfp
dengan keterangan:
PDB = Produk Domestik Bruto
w = wage (upah), balas jasa untuk tenaga kerja
r = rent (sewa), balas jasa untuk tanah
i = interest (bunga), balas jasa untuk modal
π = profit (laba), balas jasa untuk skill
s = subsidi
t = tax (pajak tidak langsung)
dep = depresiasi
nfp = net factor payment to abroad (pembayaran faktor produksi bersih ke luar negeri)

C. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
Meskipun PDB merupakan poin penting dalam penghitungan pendapatan nasional, ada konsep-konsep berkaitan lain yang tak kalah pentingnya pula. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut.
1. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)
Penghitungan PNB dilakukan dengan menghitung nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh warga negara selama satu periode tertentu. Produksi yang dihitung adalah produksi yang dilakukan oleh warga negara dari negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Terdapat perbedaan mendasar antara penghitungan PDB dan PNB. PDB menghitung nilai produksi dalam sebuah negara tanpa memandang dari mana warga negara tersebut berasal. PNB menghitung nilai produksi oleh seluruh warga negara tertentu tanpa melihat dimana warga negara tersebut tinggal. Dapat disimpulkan bahwa PNB merupakan PDB ditambah pendapatan warga negara sendiri di luar negeri dan dikurangi pendapatan warga negara asing di dalam negeri.

2. Produk Nasional Neto (PNN) atau Net Nasional Product (NNP)
Nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu bisa menurun karena terus digunakan. Misalnya, harga mobil setahun yang lalu berbeda dengan mobil yang baru saja diproduksi. PNN merupakan PDB dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu periode tertentu. Jumlah PNN sama dengan jumlah pendapatan rumah tangga konsumsi sebagai imbalan dari penyerahan faktor produksi. Oleh karena itu, PNN disebut juga dengan Pendapatan Nasional Neto atau NNI (Net Nasional Income). Namun jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh rumah tangga konsumsi (pemilik faktor produksi) karena harus dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung.

3. Pendapatan Nasional (PN) = National Income (NI)
PN merupakan PNN atau NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah ini diterima pada rumah tangga konsumsi (pemilik faktor produksi). Maka bisa disimpulkan juga bahwasanya PN merupakan imbalan yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara atas penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode.

4. Pendapatan Perseorangan (PP) atau Personal Income (PI)
PP merupakan PN dikurangi jaminan sosial, laba ditahan, pajak laba perusahaan, ditambah pembayaran pindahan (transfer payment). Pembayaran pindahan yaitu pembayaran untuk kesejahteraan atau tunjangan lain seperti kompensasi untuk pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan, yang diperuntukkan kepada individu yang telah diatur negara. Pembayaran pindahan ini dapat menambah penghasilan seseorang namun tidak bisa dikatakan bahwa produktivitas seseorang tersebut bertambah sejumlah pembayaran pindahan tersebut.

5. Pendapatan Bebas (PB) atau Disposable Income(DI)
PB merupakan pendapatan yang menjadi hal mutlak penerima, atau bisa disebut juga dengan pendapatan yang siap dibelanjakan dengan bebas. Penghitungan besar nilai PB adalah PP dikurangi dengan pajak tidak langsung.

D. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NASIONAL
1. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Negara dengan SDM tinggi umunya akan menghasilkan pendapatan nasional yang juga tinggi. Ciri-ciri SDM yang berkualitas tinggi yaitu:
  • Mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang tinggi;
  • Mempunyai etos kerja yang baik;
  • Mempunyai keterampilan yang baik;
  • Cakap dalam teknologi dan informasi;
  • Suka tantangan dan perubahan.

Kualitas SDM berperan paling besar dalam mempengaruhi jumlah pendapatan nasional dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap negara untuk menjaga kualitas SDM negara tersebut agar tetap baik.

2. Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Negara dengan potensi SDA tinggi akan menghasilkan pendapatan nasional yang tinggi pula jika mampu mengelola SDA tersebut dengan baik. Indonesia tentunya merupakan negara yang memiliki SDA yang cukup besar. Apabila SDA Indonesia dikelola dengan baik, maka SDA tersebut dapat menghasilkan PDB yang tinggi bagi Indonesia.

3. Jumlah Modal yang Digunakan
Apabila suatu negara memiliki modal yang cukup untuk mengelola sumber dayanya, maka pendapatan nasional suatu negara bisa meningkat. Namun, jika suatu negara tidak memiliki modal yang cukup dalam mengelola sumber daya, maka pendapatan nasional yang dihasilkan bisa tidak optimal. Umumnya negara yang kekurangan modal akan mengundang investor asing untuk menanamkan modal. Namun, jika suatu negara memiliki modal yang banyak, negara tersebut justru mampu menanamkan modal ke negara lainnya.
Negara yang dijadikan sebagai negara tujuan penanaman modal oleh investor asing biasanya memenuhi syarat-syarat berikut.
  • Memiliki SDA yang cukup;
  • Keamanan negara tersebut terjamin;
  • Adanya undang-undang ketenagakerjaan yang kondusif;
  • Dominan upah tenaga kerja murah;
  • Umumnya memiliki pemerintahan yang baik dan stabil;
  • Hukum negara bisa ditegakkan dengan baik;
  • Birokrasi yang baik dalam penanaman modal asing.

4. Tingkat Teknologi yang Digunakan
Dengan teknologi yang bagus, jumlah barang dan jasa akan lebih banyak dihasilkan. Sebaliknya, dengan teknologi yang tidak memadai, jumlah barang dan jasa akan sedikit yang dihasilkan. Oleh karena itu, tingkat teknologi yang baik mampu meningkatkan pendapatan nasional suatu negara.

5. Stabilitas Keamanan
Stabilitas keamanan dapat mempengaruhi tingkat pencapaian pendapatan nasional negara. Jika stabilitas keamanan suatu negara baik, maka akan mampu meningkatkan pendapatan nasional negara tersebut. Seperti itu pula jika sebaliknya.

6. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah juga hal yang sangat mempengaruhi tingkat pencapaian pendapatan nasional suatu negara. Jika suatu negara memiliki pemerintahan yang bersih dan berkualitas, maka pemerintah negara tersebut mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang tepat. Kebijakan-kebijakan tersebut jika didukung dengan pelaksanaan yang baik akan mampu menghasilkan pendapatan nasional yang baik pula.

7. Keadaan Geografis dan Geologis
Negara dengan letak geografis dan geologis tertentu berisiko mengalami bencana alam yang berulang-ulang terjadi. Bencana alam yang sering terjadi mampu merusak fasilitas atau sarana dan prasarana. Kerusakan tersebut tentunya dapat berdampak pada pendapatan nasional negara tersebut.

8. Konsumsi, Tabungan, dan Investasi
Untuk perekonomian yang belum melibatkan hubungan luar negeri dan belum melibatkan kegiatan pemerintah, pendapatan nasional yang diterima oleh masyarakat hanya untuk keperluan konsumsi dan menabung. Hal tersebut bisa dirumuskan berikut
Y = C +S
dengan keterangan:
Y              = pendapatan
C             = consumption (konsumsi)
S              = savings (tabungan)
Biasanya masyarakat menyimpan uang tabungan di bank atau lembaga keuangan. Uang tersebut biasanya digunakan sebagai investasi dan disalurkan sebagai sarana investasi. Hal tersebut bisa dirumuskan pula sebagai berikut:
Y = C + I
dengan keterangan:
Y              = pendapatan
C             = consumption (konsumsi)
I               = investation (investasi)

Terdapat sejumlah faktor yang mampu mempengaruhi konsumsi, tabungan, dan investasi berpengaruh juga pada pendapatan nasional. Berikut faktor-faktor tersebut.
a. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
  • Faktor internal, umumnya terdiri dari jumlah pendapatan, selera, komposisi keluarga (jumlah serta usia anggota keluarga), gaya hidup, dan kebiasaan.
  • Faktor eksternal, umumnya mencakup lingkungan masyarakat, kebijakan pemerintah, budaya masyarakat, harga-harga barang, dan perkembangan teknologi.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tabungan
  • Jumlah pendapatan;
  • Hasrat menabung;
  • Tingkat suku bunga bank;
  • Tingkat inflasi.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi
  • Jumlah permintaan potensial;
  • Besar suku bunga bank;
  • Stabilitas keamanan;
  • MEC (Marginal Efficiency of Capital) atau kemampuan modal untuk menghasilkan.

E. PEMANFAATAN PENDAPATAN NASIONAL (DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL)
Penghitungan pendapatan nasional dan segala komponennya belum cukup untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara. Harus ditinjau lebih lanjut lagi bagaimana pendapatan nasional didistribusikan. Diperlukan indikator tertentu untuk melihat bagaimana pendapatan nasional didistribusikan. Dari indikator tersebut, jika pada hasilnya terdapat ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan, pemerintah dapat melakukan tindakan tertentu untuk menyeimbangkan distribusi tersebut. Ada dua indikator yang umum digunakan dalam mengukur pendistribusian pendapatan nasional, yaitu Koefisien gini dan Kriteria Bank Dunia. Berikut penjabarannya.

1. Koefisien Gini
Koefisien gini dapat digambarkan dalam bentuk kurva, yaitu dalam bentuk Kurva Lorenz. Kurva Lorenz menunjukkan hubungan kuantitatif dari persentase penduduk penerima pendapatan dan persentase pendapatan yang benar-benar diterima selama periode tertentu. Koefisien Gini memberikan kesimpulan ukuran konsentrasi Kurva Lorenz, dengan cara menghitung penyimpangan garis diagonal.
Sumbu horizontal merupakan persentase kumulatif penduduk sedangkan sumbu vertikalnya melambangkan persentase pendapatan yang diterima masing-masing persentase penduduk. Garis diagonal tengah kurva merupakan “Garis Kemerataan Sempurna”. Semua titik pada garis tersebut merupakan posisi pendapatan didistribusikan secara merata, yaitu persentase penduduk sama dengan persentase penerimaan pendapatan.

Koefisien Gini merupakan rasio luas bidang A dengan luas segitiga OPE. Bidang A menunjukkan besarnya ketimpangan distribusi pendapatan. Semakin jauh Kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin besar ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi. Jika pendapatan didistribusikan merata, semua titik akan terletak di garis diagonal dan tidak akan ada bidang A sehingga nilai koefisien sama dengan nol. Jika hanya satu pihak saja yang menerima pendapatan, luas bidang A akan sama dengan luas segitiga OPE sehingga nilai koefisien adalah satu.

Bisa disimpulkan bahwa distribusi pendapatan akan semakin merata jika nilai Koefisien Gini mendekati nol. Sebaliknya, distribusi pendapatan semakin tidak merata jika nilai Koefisien gini mendekati satu. Nilai Koefisien Gini bisa dihitung dengan cara berikut:
Terdapat standar tertentu dalam memaknai nilai Koefisien Gini. Berikut tabel standar nilai Koefisien Gini.
Berikut contoh data nilai Koefisien Gini Indonesia tahun 1984-1998
Sumber: BPS, Susenas

2. Kriteria Bank Dunia
Metode lainnya untuk menghitung distribusi pendapatan nasional adalah menggunakan kriteria yang telah ditetapkan oleh Bank Dunia. Kriteria Bank Dunia menghitung besarnya kontribusi dari 40% penduduk termiskin terhadap pendapatan atau pengeluaran nasional. Kriteria tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.

F. HAL – HAL YANG TIDAK MASUK KE DALAM PDB
1. Aktivitas Ilegal
PDB tidak menghitung aktivitas ilegal walaupun di dalamnya termasuk aktivitas bisnis sehari-hari yang memproduksi barang dan jasa serta menghasilkan pendapatan dalam faktor produksi. Aktivitas-aktivitas tersebut termasuk perjudian, perdagangan obat-obatan terlarang, dan lain-lain.

2. Aktivitas yang Tidak Dilaporkan
Aktivitas yang signifikan dalam perekonomian tetapi tidak terhitung oleh PDB yaitu ‘perekonomian bawah tanah’ (underground company). Transaksi dalam perekonomian bawah tanah ini murni legal namun tidak termasuk dalam perhitungan PDB disebabkan masalah perpajakan. Contoh aktivitas ini yaitu pada usaha-usaha informal seperti penjualan bakso keliling.

3. Aktivitas Nonpasar
Aktivitas nonpasar mencakup aktivitas-aktivitas yang tidak dibayar dalam perekonomian, umumnya bersifat untuk diri sendiri, sosial, maupun sukarela.  Ibu rumah tangga, aktivis sosial, dan aktivitas  untuk diri sendiri merupakan contoh aktivitas nonpasar. Aktivitas-aktivitas ini tidak termasuk ke dalam penghitungan PDB. Akan tetapi, aktivitas ini turut menambah kesejahteraan dan menggunakan sumber daya.

4. Kerusakan Lingkungan
Contoh kerusakan lingkungan ini adalah sampah radioaktif yang dihasilkan oleh pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir. Sampah radioaktif ini menghasilkan radiasi bagi lingkungan sekitarnya. Nilai dari listrik yang dihasilkan oleh pabrik pembangkit ini termasuk dalam penghitungan PDB namun kerusakan lingkungan yang terjadi tidak masuk ke dalam penghitungan. Padahal, bisa saja kerusakan yang dihasilkan menyebabkan perlunya biaya ekomoni yang besar untuk memulihkan keadaan kembali.
Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Kesempatan Kerja

Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Kesempatan Kerja

A. PENGERTIAN TENAGA KERJA
Tenaga kerja bukanlah hal yang asing dalam pembahasan ekonomi. Hal ini karena kerja dan tenaga kerja menentukan perekonomian dalam sebuah negara. Perihal tenaga kerj,a untuk menjelaskan pengertiannya dapat dilakukan dengan pemisahan kata yang menyusunnya. Tenaga kerja tersusun atas dua  kata yaitu tenaga dan kerja.

Tenaga secara umum merujuk pada suatu usaha yang dikerjakan oleh seseorang untuk memperoleh sesuatu. Sedangkan kerja merupakan suatu hal yang dikerjakan seseorang sebagai suatu profesi dengan tujuan untuk mendapat penghasilan.

Berdasarkan penjelasan diatas maka Tenaga Kerja dapat dijelaskan sebagai usaha yang dilakukan seseorang individu untuk pengerjaaan suaatu pekerjaan sesuai dengan tuntutan profesi dengan tujuan untuk mendapatkan suatu penghasilan. Dimana penghasilan inilah yang akan dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kerja yang dilakukan dalam satu profesi berbeda dengan kerja yang dilakukan oleh profesi yang lainnya. Misalnya guru bekerja disekolah untuk mendidik peserta didiknya, sedangkan pegawai kantor bekerja dikantornya untuk mengolah data.

Jika dikaji secara lebih dalam, sebenarnya tenaga kerja dapat diartikan sebagai masyarakat yang berada dalam usia kerja dan siap melakukan pekerjaan. Ada beberapa jenis tenaga kerja misalnya yang memang sudah bekerja, yang sedang mencari pekerjaan, yang masih bersekolah dan para pengurus rumah tangga. Pengertian tenaga kerja ternyata juga telah diatur dalam Undang-Undang. Undang-Undang yang menjelaskan tentang pengertian tenaga kerja adalah pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Tahun 2003 pada Bab 1. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa tenaga kerja merupakan setiap atau semua orang yang mampu atau dapat melakukan suatu pekerjaan yang berguna untuk menghasilkan barang atau jasa dengan tujuaan untuk memeuhi kebutuhan sendiri atau pun kebutuh masyarakat. Usia kerja yang dimakssud dalam lingkup ketenagakerjaan adalah usia 15 hingga 64 tahun. Namun juga terdapat beberapa pendapat yang menyatakan bahwa ussia kerja adalah 17 tahun keatas atau 20 tahun keatas.
Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, Kesempatan Kerja
TENAGA KERJA, ANGKATAN KERJA, KESEMPATAN KERJA
B. PENGERTIAN ANGKATAN KERJA
Dalam pembahasan mengenai tenaga terja terdapat istilah angkatan kerja. Pengertian angkatan kerja dapat dijelaskan dengan mengkaji kata yang menyusunnya. Angkatan kerja tersusun atas dua kata yaitu angkatan dan kerja. Jika bertanya apakah yang dimaksud dengan angkatan? maka jawabannya akan sulit terlepas dari kata angka. Angka ini merujuk pada usia dengan satuan tahun. Usia yang dimaksudkan disini adalah usia yang produktif. Sedangkan  kerja merupakan suatu yang dikerjakan seseorang untuk mendapat penghasilan.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka angkatan kerja dapat dijelaskan sebagai masyarakat yang berada dalam usia produktif yang mengerjakan suatu pekerjaan dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan. Pengertian angkatan kerja ini lebih menjurus pada mereka yang telah memiliki pekerjaan. Akan tetapi secara keseluruhan angkatan kerja juga mereka yang sedang benar-benar bekerja, yang sedang mengambil cuti, dan mereka yang mampu dan memiliki keinginan untuk mendapat pekerjaan.

Dalam perihal angkatan kerja terdapat pula didalamnya yang bukan angkatan kerja. Yang termasuk kedalam cakupan yang bukan angkatan yaitu orang yang berada dalam usia produktif atau yang tidak produktif  yang masih menempuh pendidikan, penduduk lanjut usia, orang yang mengalami cacat fisik serta orang-orang yang yang tidak melakukan sesuatu yang dapat dikatakan sebagai sebuah pekerjaan.

C. KLASIFIKASI MACAM – MACAM TENAGA KERJA
Tenaga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Klasifikasi macam-macam tenaga kerja dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Klasifikasi Macam Macam Tenaga Kerja Berdasarkan Kualitasnya
Berdasarkan kualitasnya tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam. Macam-macam klasifikasi tenaga kerja berdasarkan kualitasnya adalah sebagai berikut:
a. Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik merupakan jenis tenaga kerja yang menempuh pendidikan formal atau pun non formal untuk mendapatkan keahliannya dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya seperti guru, pengacara, dokter, hakim dan lain-lain.

b. Tenaga kerja terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah jenis tenaga kerja yang memiliki pengalaman kerja sehingga memiliki keahlian dalam suatu bidang. Umumnya tenaga kerja jenis ini memiliki sikap yang terampil. Keterampilan tersebut bisa didapatkan melalui latihan rutin. Misalnya seperti seorang mekanik, ahli bedah dan lain-lain.

c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja jenis ini umumnya melakukan pekerjaan dengan memanfaatkan tenaganya saja dan termasuk tenaga kerja kasar. Misalnya seperti asisten rumah tangga, kuli dan lain-lain.

2. Klasifikasi Macam Macam Tenaga Kerja Berdasarkan pendudukannya
Berdasarkan pendudukannya tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Macam-macam klasifikasi tenaga kerja berdasarkan pendudukannya dapat dilihat sebagai berikut:
a. Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan masyarakat yang dapat melakukan pekerjaan dan sanggup untuk bekerja. Umumnya yang termasuk kedalam tenaga kerja yaitu masyarakat dalam usia produktif yaitu 15 tahu hingga 64 tahun.

b. Bukan tenaga kerja
Jikan Tenaga kerja adalah mereka sanggup dan dapat melakukan pekerjaan, maka bukan tenaga tenaga kerja adalah sebaliknya. Sehingga bukan tenaga kerja dapat diartikan sebagai maasyarakat yang tidak mau bekerja dan/atau tidak mampu untuk bekerja. 

3. Klasifikasi Macam Macam Tenaga Kerja Berdasarkan Batas Kerja
Berdasarkaan batas kerjanya tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam. Macam-macam tenaga kerja berdasarkan batas kerja adalah sebagai berikut:
a. Angkatan kerja
Angkatan kerja adalah masyarakat yang berada dalam usia produktif sekitar 15 tahun hingga 64 tahun yang telah bekerja, mengambil cuti dan mereka yang masih mencari pekerjaan

b. Bukan angkatan kerja
Bukan angkatan kerja merupakan masyarakat yang bukan merupakan bagian dari angkatan kerja. Yaitu mereka yang sedang menempuh pendidikan, mereka yang menderita cacat, ibu rumah tanggga dan lain-lain.

D. KESEMPATAN KERJA
Kerja merupakan suatu yang dikerjakan seseorang untuk mendapat penghasilan. Dilapangan mungkin banyak lowongan pekerjaan yang tersedia, akan tetapi bagi beberapa orang, mereka belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja di tempat-tempat yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu maka permasalahan tentang ketenagakerjaan tidak terlepas dari kesempatan untuk memperoleh pekerjaan tersebut. Kesempatan kerja merupakan suatu kondisi dimana dalam kondisi tersebut digambarkan mengenai ketersediaan suatu pekerjaan yang dapat dimiliki oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan.

E. PENGANGGURAN
Dalam pembahasan ekonomi terdapat beberapa orang yang bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Namun untuk sebagaian orang mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sangat sulit. Sebagai akibatnya masih banyak pengangguran di Indonesia. Pengangguran merupakan suatu hal yang merujuk pada kondisi dimana seseorang tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran sering juga disebut dengan istilaah Tuna Karya. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sama sekali tidak bekerja.

Dikaji secara lebih luas ternyata pengangguraan bukan hanya tentang orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan saja. Namun pengangguran juga mencakup orang-orang yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bekerja kurang dari dua hari dalam kurun waktu satu minggu serta mereka yang sedang berusaha untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang layak.

Penngagguran akan menyebabkan permasalahan dalam perekonomian negara. Hal ini karena dengan bertambahnya jumlah pengangguran maka produktivitas dalam masyarakat akan mengalami pengurangan sehingga terjadi peningkatan jumlah kemiskinan yang juga meningkatkan jumlah kejahatan disuatu negara. Secara berkelanjutan kemiskinan ini akan menimbulkan masalah-masalah sosial yang tumbuh dalam masyarakat.