Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Penurunan Rumus Venturimeter dengan Manometer

Penurunan Rumus Venturimeter dengan Manometer

Apa itu Venturimeter dengan manometer? merupakan alat untuk mengukur lajunya fluida, Perbedaan  venturimeter biasa venturimeter dengan manometer ini yaitu dapat dipakai dalam menentukan laju aliran gas pada pipa. Perhatikan gambar berikut..


Venturimeter dengan manometer

Diawali dengan persamaan Bernaouli

${{P}_{1}}+\rho g{{h}_{1}}+\frac{1}{2}\rho v_{1}^{2}={{P}_{2}}+\rho g{{h}_{2}}+\frac{1}{2}\rho v_{2}^{2}$

${{P}_{1}}-{{P}_{2}}=\frac{1}{2}\rho \left( v_{2}^{2}-v_{1}^{2} \right)$

lalu pergunakan persamaan kontinuitas

${{A}_{1}}{{v}_{1}}={{A}_{2}}{{v}_{2}}$

Dipadukan dengan persamaan laju debit dan luas penampang.

${{v}_{2}}=\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right){{v}_{1}}$

Subtitusi persamaan kontinuitas pada persamaan  laju di penampang pipa kedua

${{P}_{1}}-{{P}_{2}}=\frac{1}{2}\rho \left( {{\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right)}^{2}}v_{1}^{2}-v_{1}^{2} \right)$
${{P}_{1}}-{{P}_{2}}=\frac{1}{2}\rho v_{1}^{2}\left( {{\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right)}^{2}}-1 \right)$

Sekarang kita hitung beda tekanan antara pipa penampang pertama dan pipa penampang kedua, dengan menentukan besar tekanan di titik R dan tekanan di titik S dalam bentuk persamaan di bawah ini

${{P}_{R}}=\rho gy+\rho gh+{{P}_{1}}$
${{P}_{S}}=\rho gy+\rho 'gh+{{P}_{2}}$

Karena besar tekanan di titik R dan titik S adalah sama, maka bisa kita tentukan persamaan beda tekanan dalam bentuk persamaan di bawah ini

${{P}_{1}}-{{P}_{2}}=\rho 'gh-\rho gh$

Kita bisa dapatkan persamaan beda tekanan pada pipa horizontal antara P1 dan P2 adalah

${{P}_{1}}-{{P}_{2}}=gh\left( \rho '-\rho \right)$

Kemudian subtitusikan persamaan beda tekanan kedalam persamaan gabungan antara persamaan Bernoulli dan persamaan kontinuitas

$gh\left( \rho '-\rho \right)=\frac{1}{2}\rho v_{1}^{2}\left( {{\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right)}^{2}}-1 \right)$

$v_{1}^{2}=\frac{2gh\left( \rho '-\rho \right)}{\rho \left( {{\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right)}^{2}}-1 \right)}$

Akhirnya kita bisa menemukan rumus laju fluida pada penampang pipa pertama sebagai berikut

${{v}_{1}}=\sqrt{\frac{2gh\left( \rho '-\rho \right)}{\rho \left( {{\left( \frac{{{A}_{1}}}{{{A}_{2}}} \right)}^{2}}-1 \right)}}$


Kesetimbangan Benda Tegar : Pengertian, Rumus, Soal

Kesetimbangan Benda Tegar : Pengertian, Rumus, Soal

A. PENGERTIAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Kesetimbangan benda tegar merupakan salah satu materi dalam pembelajaran Fisika dan kimia di Sekolah Menengah Atas. Kesetimbangan benda tegar berkaitan erat dengan yang namanya momentum. Jika dilihat dari kata yang menyusunnya kesetimbangan benda tegar tersusun atas dua bagian, yaitu kesetimbangandan benda tegar. Kesetimbangan menunjukkan suatu keadaan yang berada dalam kondisi setimbang atau seimbang. Sedangkan Benda tegar merupakan kata yang digunakan untuk menunjukkan  suatu benda yang bentuk atau geometrinya akan selalu tetap meskipun diberikan gaya. Sehingga Dapat dikatakann bahwa sutatu benda tegar akan mempertahan bentuknya dari pengaruh gaya. Hal inilah yang menyebabkan bentuknya selalu tetap meskipun gaya telah diberikan kepadanya. Jika suatu benda tegar mengalami gerak translasi atau gerak rotasi sekalipun, bentuknya tidak akan mengalami perubahan. Artiya, benda tegar memiliki bentuk tetap. Beda tegar ini umumnya berbentuk padat. Beberapa cotoh benda yang dikategorikan termasuk dalam benda tegar adalah seperti bola, kursi, meja dan lain-lain.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka Kesetimbangan Benda Tegar dapat diartikan sebagai suatu benda yang berada dalam keadaan yang setimbang atau seimbang. Kesetimbangan benda tegar merupakan suatu kedaan dimana momentum sebuah benda tegar bernilai nol. Nilai nol di sini menunjukkan keadaan yang setimbang. Jika suatu benda tegar pada mulanya dalam kondisi diam, maka benda tegra tersebut akan tetap diam (mempertahankan kondisinya). Akan tetapi jika suatu benda tegar pada awalnya berada dalam kondisi begerak dan pergerakan tersebut memiliki kecepatan konstan, maka benda tegar tersebut akan tetap megalami pergerakan dengan kecepatan yang konstan.
Kesetimbangan Benda Tegar
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
B. PERSAMAAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Kesetimbangan benda tegar merupakan suatu kedaan dimana momentum sebuah benda tegar bernilai nol. Dalam perihal benda tegar terdapat beberapa persamaan. Persamaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Momen gaya
Momen gaya dapat didefinisikan sebagai suatu gaya yang memiliki kecenderungan untuk memutar suatu beda terhadap suatu sumbu. Persaman yang digunakan dalam menghitung momen gaya ini adalah sebagai berikut:
Dengan:
F = gaya yang bekerja pada suatu benda (N). Gaya inilah yang cenderung memutar benda
d = jarak (yang tegak lurus) dengan gaya ke suatu poros (m)
τ = torsi atau momen gaya (Nm)

2. Penguraian gaya
Dalam kesetimbangan benda tegar terdapat penguraian gaya-gaya yang dilihat berdasatrkan sumbunya yaitu sumbu x dan sumbu y. Persamaan penguraian gaya tersebut adalah sebagai berikut:




Dengan : θ adalah sudut yang terbentuk diantara gaya F dan sumbu x.

3. Gerak translasi dan rotasi
a. Syarat kesetimbangan translasi




b. Syarat kesetimbangan rotasi



4. Gaya gesek
Persamaan yang digunakan untuk menentukan gaya gesek adalah sebagai berikut:


Dengan:
F = gaya gesek yang terjadi pada suatu benda (N)
μ = koefesien gesek
N = gaya normal (N)

5. Gaya berat
Untuk menentukan gaya berat digunakan persamaan berikut ini:
W = m.g
Dengan:
W = berat suatu benda (N)
m = massa suatu benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

C. KLASIFIKASI MACAM-MACAM JENIS KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Kesetimabangan benda tegar dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Klasifikasi macam-macam kesetimbangan tersebut diperkirakan dengan memperhatikan kedudukan titik beratnya ketika gangguan kecil terjadi. Kedudukan titik berat benda dapat naik, turun, dan tetap dari kedudukan semula bila gangguan kecil dihilangkan. 

Berdasarkan penjelasan tersebut kesetimbangan benda tegar diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu:
1. Kesetimbangan stabil
Kesetimbangan stabil merupakan suatu kesetimbangan yang dialami benda tegar dimana jika gangguan kecil atau gaya diberikan pada benda tersebut kemudian dihilangkan, maka benda akan kembali ke kedudukan seimbangnya semula.

2. Kesetimbangan labil
Kesetibangan labil merupakan suatu kesetimbangan yang dialami benda tegar, jika gangguan kecil atau gaya diberikan pada benda tersebut kemudian dihilangkan, maka benda tidak kembali ke kedudukan seimbangnya semula, bahkan meninggalkan gangguan tersebut.

3. Keseimbangan netral
Kesetimbangan netral disebut juga dengan istilah kesetimabangan indiferen. Kesetimbangan ini merupakan suatu kesetimbangan yang dialami benda tegar dimana jika gangguan kecil atau gaya diberikan pada benda, maka benda akan bergerak, tetapi jika gaya dihilangkan, maka benda akan kembali diam pada kedudukan seimbangnya yang berbeda.

D. CONTOH SOAL KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Contoh soal kesetibangan benda tegar adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan gambar berikut ini!
Berdasarkan gambar tersebut, Andi memanjat tali. Kemudian andi berhenti pada suatu posisi (lihat pada gambar di atas). Tentukan besar tengangan-tegangan tali jika Andi memiliki massa 50 kg.
Penyelesaian:
Diketahui:                          





Jawaban :
Berdasarkan gambar tersebut dapat dilakukan penguraian gaya-gaya. Penguraian gaya-gaya tersebut adalah sebagai berikut:

Syarat setimbang ⅀Fx = 0, ⅀Fy = 0













Telah ditemukan persamaan 1 dan persamaan 2. Kedua persamaan tersebut disubtitusikan sehingga mendapat tegangan-tegangan yang dialami tali.


















Jadi tegangan yang dialami oleh T1  adalah 300 N  dan tegangan yang dialami oleh T2 adalah 400 N

2. Perhatikan gambar berikut ini!
Berdasarkan gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa sebuah tangga yang memiliki berat 500 N di letakkan di dindinng selasar sebuah hotel. Dalam kasus ini dinding dianggap sebagai dinding yang licin. Sedangkan lantai pada ujung tangga yang lain adalah lantai kasar. Hal ini menyebabkan tangga tersebut dapat tergelincir. Berdasarkan kasus tersebut tentukan koefesien gesekan antara lantai dan tangga.
Penyelesaian:
Diketahui:
W = 50 N
Ditanya:
μ =⋯? 
jawab:  gaya-gaya pada gambar dapat diilustrasikan kembali dengan gambar berikut:
Yang pertama harus ditentukan adalah NB. Dilakukan dengan cara penggunaan persamaan gaya pada sumbu x.





Kemudian untuk jumlah torsi di B harus 0. Sehingga persamaan tersebut digunakan untuk menentukan nilai NA.







Kemudian untuk menentukan koefesien gesekannya dapat digunakan⅀Fy = 0. Hal ini karena jumlah gaya pada sumbu x adalah 0.










E. APLIKASI KESETIMBANGAN BENDA TEGAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Terdapat beberapa aplikasi dari kesetimbangan benda tegar dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi tersebut adalah sebagai berikut:
  • Jembatan kantilever
  • Jembatan gantung
  • Pemikul keranjang buah
  • Ayunan dalam kondisi diam
  • Layar LCD gantung
  • Dan lain-lain
Gerak Melingkar : Pengertian, Ciri, Rumus, Contoh Soal

Gerak Melingkar : Pengertian, Ciri, Rumus, Contoh Soal

A.PENGERTIAN GERAK MELINGKAR
Gerak Melingkar adalah salah satu gerak benda yang lintasannya berupa lingkaran. Lintasan tersebut terbentuk karena benda mengelilingi sebuah titik tetap yang disebut dengan pusat lingkaran. Untuk terjadinya gerak melingkar, diperlukan sebuah gaya yang selalu menggerakkan benda menuju pusat lingkaran. Gaya ini disebut dengan gaya sentripetal. Secara umum terdapat dua jenis gerak melingkar, yaitu gerak melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.

B. CIRI – CIRI GERAK MELINGKAR
  • Bentuk lintasannya berupa lingkaran
  • Besar kecepatan sudutnya konstan (tetap)
  • Besar Percepatan Sentripetalnya konstan (tetap)
  • Besar Kelajuan linearnya konstan (tetap)

C. BESARAN – BESARAN FISIKA PADA GERAK MELINGKAR
1. Sudut
Sudut adalah salah satu besaran yang berupa ruas garis dari satu titik pangkal antar satu posisi ke posisi lainnya. Satuan internasioanal untuk Sudut adalah radian (rad), tetapi satuan yang lebih sering dipakai untuk menggambarkan sudut adalah derajat. Sebuah lingkaran memiliki sudut sebesar 360 derajat. Simbol yang digunakan untuk melambangkan sudut adalah theta (θ). 


Rumus Sudut, Satuan Sudut, Derajat Sudut
RUMUS DAN SATUAN SUDUT
2. Kecepatan Sudut dan Kecepatan Linear
a. Kecepatan Sudut (Kecepatan Anguler)
Kecepatan sudut atau yang juga sering disebut dengan kecepatan anguler adalah sudut yang ditempuh oleh sebuah titik yang bergerak di tepi lingkaran dalam satuan waktu (t) tertentu. Satuan internasional untuk kecepatan sudut adalah rad per detik (rad/s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan kecepatan sudut adalah omega (Ω atau ω).

b. Kecepatan Linear (Kecepatan Tangensial)
Kecepatan Linear (Kecepatan Tangensial) adalah salah satu besaran dalam fisika yang menunjukkan seberapa cepat sebuah benda berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Satuan internasional yang digunakan untuk kecepatan linear adalah meter per sekon (m/s), tetapi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, pasti kita lebih sering memakai satuan kilometer per jam (km/jam), sedangkan di amerika lebih sering dipakai mil per jam, (mil/jam). Kecepatan dapat diperoleh dari perkalian antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Simbol dari kecepatan adalah v (huruf kecil).
Rumus Kecepatan Sudut, Rumus Kecepatan Linear
RUMUS KECEPATAN SUDUT DAN KECEPATAN LINEAR
3. Percepatan Sudut dan Percepatan Linear
a. Percepatan Sudut (Percepatan Anguler)
Percepatan Sudut adalah perubahan kecepatan sudut dalam satuan waktu (t) tertentu). Apabila kecepatan sudut semakin bertambah, maka akan terjadi percepatan (penambahan kecepatan) sudut sehingga percepatan sudutnya positif, sedangkan apabila kecepatan sudutnya berkurang maka akan terjadi perlambatan (pengurangan kecepatan) sehingga percepatan sudutnya negatif. Satuan Internasional untuk percepatan sudut adalah radian per detik kuadrat (rad/s2). Simbol yang digunakan untuk melambangkan percepatan sudut adalah alfa (α).

b. Percepatan Linear (Percepatan Tangensial)
Percepatan linera atau percepatan tangensial adalah paerubahan kecepatan yang terjadi kepada benda tersebut, baik karena pengaruh gaya yang bekerja pada benda ataupun karena keadaan benda. Satuan Internasional untuk kecepatan adalah m/s2 . Simbol yang digunakan untuk melambangkan percepatan linear adalah “a”. Jika perubahan kecepatannya negatif (kecepatan benda menurun) maka disebut dengan perlambatan (a = -), sedangkan jika perubahan kecepatan positif (kecepatannya meningkat) maka disebut dengan percepatan (a = +).


Rumus Percepatan Sudut, Rumus Percepatan Linear
RUMUS PERCEPATAN SUDUT DAN PERCEPATAN LINEAR
4. Waktu Tempuh
Waktu tempuh adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk berpindah dari suatu posisi ke posisi yang lain dalam kecepatan tertentu. Satuan Internasional untuk Waktu Tempuh adalah sekon (s), sedangkan simbol yang dipakai untuk melambangkan waktu tempuh adalah t (huruf kecil). Waktu tempuh dapat diperoleh dari hasil pembagian jarak dengan kecepatan.

5. Frekuensi dan Periode
a. Frekuensi
Secara umum frekuensi adalah besaran ukuran jumlah putaran ulang suatu peristiwa dalam waktu tertentu. Dalam gerak melingkar, frekuensi adalah jumlah putaran yang dapat dilakukan suatu benda dalam satu detik. Satuan internasional yang dipakai untuk frekuensi adalah Hertz (Hz). Simbol yang digunakan untuk melambangkan frekuensi adalah f (huruf kecil).

b. Periode
Secara umum Periode adalah waktu yang ditempuh untuk melakukan suatu peristiwa. Dalam gerak melingkar periode adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu lingkaran. Satuan yang sering digunakan untuk periode adalah detik atau sekon (s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan periode adalah T (huruf besar).


Rumus Frekuensi dan Rumus Periode
RUMUS FREKUENSI DAN PERIODE
6. Radius
Radius atau yang juga sering kita sebut dengan jari – jari lingkaran adalah garis yang menghubungkan titik pusat dengan bagian terluar dari sebuah lingkaran. Satuan yang sering dipakai untuk radius adalah satuan panjang seperti meter (m), sentimeter (cm), kilometer (km), dll. Simbol yang digunakan untuk melambangkan radius adalah r (huruf kecil).

D. KLASIFIKASI MACAM JENIS GERAK MELINGKAR DAN RUMUSNYA
Berdasarkan Kecepatan sudutnya terdapat dua jenis Gerak Melingkar, yaitu :
1. Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Gerak Melingkar Beraturan adalah gerak melingkar yang memiliki besar kecepatan sudut yang konstan (tetap). Arah kecepatan sudut pada gerak melingkar beraturan sama dengan arah kecepatan linearnya. Dalam gerak melingkar beraturan kecepatan sudutnya tetap, tetapi karena dibelokkan oleh gaya sentripetalnya maka arah kecepatannya berubah-ubah (Lihat gambar untuk lebih memahaminya). Dalam hal ini perubahan arah kecepatan juga didefinisikan sebagai percepatan, karena itu benda yang mengalami sebuah lingkaran terus dipercepatan bahkan ketika lajunya tetap konstan.
Rumus yang dipakai dalam Gerak Melingkar Beraturan (GMB) antara lain :


Rumus Frekuensi dan Rumus Periode
RUMUS FREKUENSI DAN PERIODE
2. Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB)
Gerak Melingkar Berubah Beraturan adalah gerak melingkar yang memiliki percepatan sudut konstan atau tetap. Artinya perubahan kecepatan sudut yang terjadi dari waktu ke waktu adalah sama. Apabila arah keceapatan sudut dengan percepatan sudutnya sama, maka akan terjadi ‘percepatan’ sehingga disebut GMBB dipercepat dengan percepatan yang bernilai positif (+). Sedangkan jika arah keceaptan sudut dengan percepatan sudutnya berlawanan, maka akan terjadi ‘perlambatan’, sehingga disebut GMBB diperlambat dengan percepatan sudut yang bernilai negatif (-).
Rumus yang dipakai dalam Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) antara lain :


Rumus Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB)
RUMUS GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN (GMBB)
E. CONTOH SOAL GERAK MELINGKAR DAN PEMBAHASANNYA
Soal 1
Sebuah roda melakukan gerakan melingkar sebanyak 7200 kali per menit. Maka kecepatan sudut roda tersebut adalah...
Pembahasan
Diketahui :
f = 7200 / menit = 7200 / 60 detik = 30 putaran / s = 30 Hz
Ditanya :
ω ?
Jawab :
ω = 2πf
    = 2π x 30
    = 60 rad/s

Soal 2
detik, berapa besar percepatan sudut dan sudut yang ditempuh benda ?
Pembahasan :
Diketahui :
ωo = 4 rad/s
t = 10 s
ωt = 0
Ditanya :
α ?
θ ?
Jawab :
Karena kecepatan akhirnya (ωt < ωo) maka terjadi perlambatan, sehingga digunakan tanda negatif (-)dalam rumus yang dipakai :
ωt = ωo – α.t
0   = 4 - 10α
10α = 4
α = 4 / 10
α = 0,4 rad/s2
Cahaya : Pengertian, Sifat, Sumber, Kecepatan, Intensitas

Cahaya : Pengertian, Sifat, Sumber, Kecepatan, Intensitas

A. PENGERTIAN CAHAYA
Ketika membahas tentang cahaya dalam ilmu fisika, ada beberapa definisi cahaya yang diutarakan oleh para ahli. Diantaranya adalah pendapat Newton yang mendefinisikan cahaya sebagai partikel kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pendapat lainnya diutarakan oleh Huygens yang mengatakan bahwa cahaya adalah sebuah gelombang sama halnya seperti bunyi. Nah dalam hal ini sebenarnya kedua pendapatan tersebut tidak bisa dipakai secara bersamaan karena keduanya saling bertentangan, tetapi keduanya mempunyai dasar yang kuat atas definisi yang diberikan. Oleh karena itu akhirnya disepakati bahwa cahaya disebut sebagai dualisme”gelombang-partikel”, artinya cahaya dianggap sebagai gelombang, juga sekaligus dianggap sebagai partikel. Dasar dari kesepatakan ini karena :
  • Cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat dengan mata yang panjang gelombangnya sekitar 380-750 nm, namun kadangkala cahaya dengan panjang gelombang tertentu tidak terlihat dengan mata telanjang.
  • Cahaya merupakan partikel yang disebut foton. Foton merupakan kuantum medan elektromagnetik yang berinteraksi dengan elektron dan inti atom.
Pengertian Cahaya, Sumber Cahaya, Kecepatan Cahaya, Intensitas Cahaya
CAHAYA
B. SUMBER CAHAYA
Suatu benda yang dapat memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya. Nah berdasarkan sumbernya terdapat dua jenis cahaya, yaitu :
  • Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, contohnya matahari, lilin, lampu, senter, dll.
  • Cahaya yang memancar dari benda akibat pantulan cahaya dari sumber cahaya utamanya. Misalnya adalah ketika kita melihat matahari pada permukaan air.
Perlu diketahui juga bahwa tidak semua benda dapat memancarkan cahaya atau memantulkan pancaran cahaya. Benda yang dapat memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya, sedangkan benda yang tidak dapat memantulkan cahaya seperti batu, kayu, kertas, dll, disebut dengan benda gelap.

C. SIFAT – SIFAT CAHAYA
1. Cahaya Merambat Lurus
Sifat cahaya merambat lurus dapat kita buktikan dengan mengamati cahaya pada kendaraan bermotor yang kita gunakan. Garis perambatan cahaya ini disebut dengan sinar. Karena sifat cahaya yang merambat lurus ini manusia dapat memanfaatkan cahaya untuk banyak keperluan seperti dalam pembuatan senter, lampu, dll.
Sifat Cahaya Merambat Lurus
CAHAYA MERAMBAT LURUS
2. Cahaya dapat Menembus Benda Bening
Benda bening atau transparan merupakan benda tembus pandang yang dapat dilewati oleh cahaya. Benda bening atau transparan ini dapat meneruskan semua cahaya yang diterimanya. Contoh benda bening adalah kaca, air jernih, dll. Berdasarkan penembusan cahaya yang dapat dilakukannya, benda dibagi menjadi tiga, yaitu :
  • Benda bening atau transparan (dapat meneruskan semua cahaya)
  • Benda Translusens (hanya dapat meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya, contohnya air keruh, kaca dop, dll)
  • Benda Opaque (Benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya sama sekali, contohnya kayu, batu, dll)
Sifat Cahaya Menembus Benda Bening (Benda Transparan)
CAHAYA MENEMBUS BENDA BENING
3. Cahaya dapat Dipantulkan
Cahaya termasuk ke dalam salah satu gelombang dalam fisika, yaitu termasuk gelombang elektromagnetik. Nah sebagai gelombang cahaya dapat dipantulkan (direfleksikan). Pemantulan cahaya akan terjadi ketika cahaya mengenai sebuah bidang pantul (benda-benda yang dapat memantulkan cahaya) contohnya cermin.
Hukum Pemantulan Cahaya
PEMANTULAN CAHAYA
Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. Pemantulan teratur
Pemantulan teratur merupakan pemantulan yang menghasilkan berkas cahaya pantul sejajar. Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai benda dengan permukaan rata yang mengkilap atau licin. Cermin merupakan salah satu benda yang dapat memantulkan cahaya secara sempurna. Banyangan benda yang terbentuk dari pemantulan teratur sangat baik dan sesuai dengan benda aslinya. 

b. Pemantulan baur
Pemantulan baur merupakan pemantulan yang menghasilkan berkas cahaya ke seluruh arah dan tidak teratur. Pemantulan baur biasanya terjadi ketika cahaya mengenai benda pantul dengan permukaan yang tidak rata, bergelombang dan kasar. Contoh pemantulan baur adalah ketika cahaya memantul dari gelombang air yang akan membentuk banyangan benda tidak terlihat seperti aslinya.
Berdasarkan sifat cahaya yang dapat dipantulkan ini, terdapat hukum pemantulan cahaya yang diuraikan sebagai berikut :
  • Sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
  • Sudut datang sama dengan sudut pantul.

4. Cahaya dapat Dibiaskan
Cahaya sebagai gelombang fisika juga dapat dibiaskan (direfraksikan). Pembiasaan cahaya merupakan pembelokkan arah gelombang cahaya ketika melewati dua medium dengan kerapatan yang berbeda. Pembiasaan ini dapat terjadi karena perbedaan laju atau kecepatan cahaya pada kedua medium tersebut. Perbedaan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu zat disebut indeks bias.
Refraksi (Pembiasan) Cahaya
REFRAKSI (PEMBIASAN) GELOMBANG CAHAYA
Syarat – Syarat Terjadinya pembiasan cahaya adalah :
  • Cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya
  • Cahaya datang tidak tegak lurus dengan bidang batas (artinya sudut cahaya datang lebih kecil dari 90 derajat)

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada proses pembiasaan cahaya, yaitu :
a. Arah Pembiasan Mendekati Garis Normal
Arah berkas cahaya bias akan mendekati garis normal apabila cahaya tersebut merambat dari medium optik yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat. Contohnya cahaya dari udara ke air.

b. Arah Pembiasan Menjauhi Garis Normal
Arah berkas cahaya bias akan menjauhi garis normal apabila cahaya tersebut merambat dari medium optik yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat. Contohnya cahaya dari air ke udara.

5. Cahaya dapat Diuraikan
Penguraian atau dispersi cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik (cahaya putih) menjadi cahaya monokromatik (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) pada prisma melalui proses pembiasaan. Cahaya putih adalah cahaya yang terbentuk dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Oleh karena itu cahaya putih dapat diuraikan menjadi cahaya warna melalui sebuah prisma (benda bening yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu). Nah contoh sederhana dari penguraian cahaya adalah terbentuknya pelangi setelah hujan.
Penguraian Cahaya, Dispersi Cahaya
DISPERSI CAHAYA

D. KECEPATAN LAJU CAHAYA
Kecepatan atau laju cahaya adalah kelajuan cahaya dalam ruang vakum yang nilainya sekitar 1199.792.458 m/s (3,00 x 108m/s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan kecepatan cahaya adalah c (huruf kecil). Kelajuan cahaya merupakan kelajuan maksimum yang mampu dilalui oleh segala bentuk energi, materi dan informasi dalam alam semesta. Kecepatan cahaya pada berbagai medium dapat bervariasi, salah satu cara yang sering digunakan untuk menghitung kecepatan cahaya adalah dengan pengukuran astronomis, yaitu dengan menilai waktu yang dibutuhkan cahaya untuk melintasi suatu jarak tertentu dalam tata surya.

E. INTENSITAS CAHAYA
Intensitas Cahaya adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Satuan Internasional (SI) untuk intensitas cahaya adalah Candela (Cd). Simbol yang digunakan untuk melambangkan intensitas cahaya adalah I (huruf kapital). Definisi baku untuk 1 Candela adalah intensitas cahaya padah arah tertentu dari sumber cahaya dengan frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radian pada arah 1/682 watt per steradian. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur intensitas cahaya antara lain adalah lightmeters, illuminance, luxmeter, dll.
Magnet : Pengertian, Sifat, Bentuk, Jenis

Magnet : Pengertian, Sifat, Bentuk, Jenis

A. PENGERTIAN MAGNET
Magnet adalah benda yang memiliki gaya tarikan atau dorongan yang mempengaruhi benda-benda di sekitarnya. Gaya yang dimiliki magnet ini disebut dengan gaya magnet. Karena adanya gaya ini, maka magnet memiliki sifat kemagnetan, yaitu kemampuan untuk menarik benda-benda lain disekitarnya. Secara bahasa, kata magnet diambil dari nama sebuah daerah di asia, yaitu magnesia, dimana tempat ini merupakan tempat bangsa Yunani menemukan batuan yang memiliki sifat kemagnetan. Bangsa yang pertama kali memanfaatkan magnet untuk kompas sebagai penunjuk arah adalah bangsa cina.
Pengertian Magnet, Sifat Magnet, Bentuk Magnet, Jenis Magnet
MAGNET
B. SIFAT – SIFAT MAGNET
1. Magnet dapat Menarik Benda disekitarnya
Magnet hanya dapat menarik atau mempengaruhi benda-benda tertentu, tidak semua benda dapat dipengaruhi oleh sifat kemagnetannya, benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet disebut benda magnetik, sedangkan benda lainnya disebut benda non-magnetik.

2. Medan Magnet Membentuk Gaya Magnet
Medan magnet merupakan sebuah medan sekitar magnet yang menjadi batas benda lain tertarik oleh magnet. Medan magnet terbentuk dari pergerakan muatan listrik, nah halinilah yang membuat timbulnya gaya magnet yang dapat mempengaruhi benda lain yang juga memiliki muatan listrik bergerak. Semakin besar daya magnetisme suatu magnet akan semakin luas cakupan medan magnetnya.

3. Gaya Magnet dapat Menembus Benda
Gaya magnet dapat menembus benda lain, semakin kuat gaya magnet dari sebuah magnet, maka akan semakin tebal benda yang dapat ditembus oleh gaya magnet ini.

4. Magnet mempunyai Dua Kutub
Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Apabila kutub yang sejenis / senama antar dua magnet didekatkan, maka mereka akan saling tolak menolak satu sama lain, tetapi apabila dua kutub yang berbeda antar dua magnet didekatkan satu sama lain, mereka akan saling tarik menarik.

5. Sifat Kemagnetan pada sebuah Magnet Dapat Hilang atau Melemah
Sifat kemagnetan yang dimiliki sebuah magnet tidaklah permanen, mereka dapat melemah atau hilang. Hal ini disebabkan karena perubahan susunan domain magnet menjadi acak, bisa disebabkan karena benturan, perubahan suhu, dll.

C. JENIS BENDA BERDASARKAN SIFAT KEMAGNETANNYA
1. Benda Magnetik (Feromagnetik)
Benda magnetik (Feromagnetik)adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Feromagnetik merupakan benda magnet yang dapat diolah menjadi magnet, tetapi tingkat kesulitan dari pembuatan benda magnetik menjadi magnet sempurna berbeda-beda tergantung dari kemudahan pengaturan terhadap susunan magnet elementernya. Contoh benda magnetik adalah besi, baja, nikel, dll.

2. Benda Non Magnetik
Benda non-magnetik terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Paramagnetik
Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik atau dipengaruhi oleh magnet secara lemah. Contoh paramagnetik adalah alumunium, tembaga, platina, dll.

b. Diamagnetik
Diamagnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik atau dipengaruhi sama sekali oleh magnet. Contohnya adlaah emas, seng, merukuri,dll.

D. TEORI KEMAGNETAN
  1. Sebuah magnet dan benda yang dapat dipengaruhi oleh magnet disusun oleh komponen-komponen magnet yang lebih kecil yang disebut dengan magnet elementer.
  2. Pada benda magnetik (benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet), magnet elementernya tersusun secara teratur, sedangkan pada benda nonmagnetik, magnet elementernya tersusun secara acak.
  3. Bahan magnetik yang bukan berupa magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip pembuatan magnet elementernya menjadi teratur.
  4. Bahan magnet lunak memiliki magnet elementer yang lebih mudah dirubah susunannya sehingga lebih mudah juga diubah menjadi magnet.
  5. Jika sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan dari magnet tersebut juga akan memiliki kutub utara dan kutub selatannya.

E. BENTUK – BENTUK MAGNET
Saat ini sudah terdapat sangat banyak bentuk magnet, perbedaan bentuk ini dibuat dengan tujuan dan penggunaan magnet yang berbeda-beda. Secara umum terdapat 5 bentuk magnet, yaitu
  • Magnet Batang
  • Magnet Silinder
  • Magnet Jarum
  • Magnet Cincin
  • Magnet U (Magnet Ladam)
Magnet Batang, Magnet Silinder, Magnet Cincin, Magnet Jarum,dll
BENTUK BENTUK MAGNET
F. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS MAGNET
1. Magnet Alam
Magnet alam adalah magnet yang sifat kemagnetannya dimiliki secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya adalah bebatuan magnesia yang pertama kali ditemukan di Asia oleh bangsa Yunani, contoh lainnya adalah gunung ida.

2. Magnet Buatan
Magnet buatan adalah magnet yang dibuat oleh manusia dengan memanfaatkan bahan magnet magnetik kuat seperti besi dan baja. Magnet buatan terbagi menjadi dua, yaitu ;
  • Magnet Tetap (Pemnanen), merupakan magnet dibuat dengan sifat permanen. Artinya sifat kemagnetan magnet buatan ini akan tetap ada meskipun proses pembuatannya telah dihentikan.
  • Magnet Sementara (Remanen), merupakan magnet yang dibuat dengan sifat kemagnetan yang hanya bersifat sementara. Artinya sifat kemagnetannya hanya ada selama proses pembuatannya atau segera hilang setelah proses pembuatannya selesai.