Tampilkan postingan dengan label Soal Kesetimbangan Benda Tegar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soal Kesetimbangan Benda Tegar. Tampilkan semua postingan
Penyelesaian Soal Titik Berat

Penyelesaian Soal Titik Berat

Soal 1
Perhatikan gambar di bawah ini!

Letak koordinat titik berat bangun dari titik A adalah.....
A. 3,5 cm      B. 3,33 cm       C. 2,33 cm   D. 2,66 cm    E. 2,5 cm 

Jawab:
Luas dan titik berat masing-masing benda adalah
A1 = 6 cm x 4 cm = 24 cm2, x1 = 3 cm, y1 = 2 cm
A2 = ½ x 4 cm x 3 cm = 6 cm2, x2 = 3 + (2/3) x 3 cm = 5 cm, y2 = 2 cm
 
Titik berat kedua benda pada sumbu y sama maka titik berat sistem gabungan kedua benda pada sumbu y adalah y0 = 2 cm

Maka kita peroleh titik berat sistem tersebut pada sumbu x adalah

X0 = [A1x1 + A2x2]/[A1 + A2]
     = [(24 cm2 x 3 cm) + (– 6 cm2 x 5 cm)]/[24 cm2 + (– 6 cm2)]
X0 = 2,33 cm

Soal 2
Koordinat titik berat gambar diatas adalah . . . .
A. y0 = 5,6 cm B. y0 = 5,9 cm C. y­0 = 6,3 cm     D. y0 = 6,7 cm     D. y0 = 6,9 cm

Jawab:

Luas dan titik berat masing-masing benda adalah
AA = 12 cm x 8 cm = 96 cm2, xA = 4 cm, yA = 6 cm
AB = ½ x 8 cm x 3 cm = 12 cm2, xB = 4 cm, yB =  (1/3) x 3 cm = 1 cm

Titik berat kedua benda pada sumbu y sama maka titik berat sistem gabungan kedua benda pada sumbu x adalah x0 = 4 cm

Maka kita peroleh titik berat sistem tersebut pada sumbu y adalah

Y0 = [AAxA + ABxB]/[AA + AB]
     = [(96 cm2 x 6 cm) + (– 12 cm2 x 1 cm)]/[96 cm2 + (– 12 cm2)]
X0 = 6,7 cm

Soal 3


Letak titik berat benda berbentuk huruf T seperti pada gambar di atas adalah . . . .

A. (3,5; 2) cm  B. (3; 3) cm    C. (2,5; 3,2) cm   D. (2; 3,5) cm   E. (1,5; 3,7) cm

Jawab:
Bidang I (Persegi panjang bawah)
A1 = 2 × 4 = 8 cm²; x1 = 2 cm; y1 = 2 cm
Bidang II (Persegi panjang atas)
A2 = 2 × 4 = 8 cm²; x2 = 2 cm; y2 = 4 + 1 = 5 cm
 
Maka kita peroleh titik berat sistem tersebut pada sumbu x adalah

X0 = [A1x1 + A2x2]/[A1 + A2]
     = [(4 cm x 2 cm) + (10 cm x 4 cm) + (6 cm x 5 cm)]/[4 cm + 10 cm + 6 cm]
X0 = 2 cm

Dan titik berat sistem pada sumbu y adalah
X0 = [A1y1 + A2y2]/[A1 + A2]
     = [(8 cm2 x 2 cm) + (8 cm2 x 5 cm)]/[8 cm2 + 8 cm2]
X0 = 3,5 cm
Jadi, koordinat titik berat bangun diatas adalah (2; 3,5)

Soal 4
Perhatikan gambar di bawah ini!

Koordinat titik berat gambar diatas adalah
A. (2,4 ; 8,2 )   B. (2,9 ; 4,6 )     C. (2,9 ; 4,3 )    D. (4,2 ; 3,2 )     E. (6,4 ; 4,3 )

Jawab:
Panjang dan titik berat masing-masing benda di atas adalah
L1 = 8 cm, x1 = 2 cm, y1 = 4 cm
L2 = 6 cm , x2 = 3 cm, y2 = 4 cm
L3 = 6 cm, x3 = 4 cm, y3 = 5 cm
 
Maka kita peroleh titik berat sistem tersebut pada sumbu x adalah

X0 = [L1x1 + L2x2 + L3x3]/[L1 + L2 + L3]
     = [(8 cm x 2 cm) + (6 cm x 3 cm) + (6 cm x 4 cm)]/[8 cm + 6 cm + 6 cm]
X0 = 2,9 cm

Dan titik berat sistem pada sumbu y adalah
Y0 = [L1y1 + L2y2 + L3y3]/[L1 + L2 + L3]
     = [(8 cm x 4 cm) + (6 cm x 4 cm) + (6 cm x 5 cm)]/[8 cm + 6 cm + 6 cm]
Y0 = 4,3 cm

Soal 5

















Koordinat titik berat gambar diatas adalah
A. ( 3,9 ; 5,1 )   B. ( 4,4 ; 6,8)     C. ( 4,4 ; 6,2 )     D. (3,,9 ; 6,2 )     E.( 8,6 ; 4,6 )

Jawab:
Panjang dan titik berat masing-masing benda di atas adalah
L1 = 4 cm, x1 = 2 cm, y1 = 4 cm
L2 = 10 cm , x2 = 4 cm, y2 = 5 cm
L3 = 6 cm, x3 = 5 cm, y3 = 6 cm
Maka kita peroleh titik berat sistem tersebut pada sumbu x adalah
X0 = [L1x1 + L2x2 + L3x3]/[L1 + L2 + L3]
     = [(4 cm x 2 cm) + (10 cm x 4 cm) + (6 cm x 5 cm)]/[4 cm + 10 cm + 6 cm]
X0 = 3,9 cm

Dan titik berat sistem pada sumbu y adalah
Y0 = [L1y1 + L2y2 + L3y3]/[L1 + L2 + L3]
     = [(4 cm x 4 cm) + (10 cm x 5 cm) + (6 cm x 6 cm)]/[4 cm + 10 cm + 6 cm]
Y0 = 5,1 cm
Soal kesetimbangan benda tegar dan penyelesaiannya

Soal kesetimbangan benda tegar dan penyelesaiannya


Soal 1
Dua kabel digunakan untuk menopang massa 9,0 kg pada batang horisontal dengan panjang 2,1 m dan massa 21 kg seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini! Tentukan tegangan tali T!

Solusi:


Gambar gaya-gaya yang bekerja pada batang ditunjukkan pada gambar di bawah ini
Dengan mengambil poros sistem di titik O (ujung kiri batang), maka
ΣτO = 0
T(2,1 m) – (90 N)(1,05 m) – (210 N)(1,2 m) = 0
T(2,1 m) = 94,5 Nm + 252 Nm = 346,5 Nm
T = 165 N

Soal 2
Salah satu ujung sebuah tongkat homogen (massa m dan panjang tali L), tergantung dengan menggunakan tali dan ujung tongkat lainnya bersentuhan dengan lantai dalam keadaan diam. Tongkat tersebut membentuk sudut θ terhadap horisontal. Tentukan gaya tegangan tali!


Solusi:

Ambil poros di titik A, maka gaya normal pada A (NA) tidak menyebabkan torsi. Sehingga hanya gaya berat tongkat w, dan gaya tegangan tali T yang menyebabkan torsi pada A. Lengan momen untuk masing-masing gaya diukur dari poros A adalah

Gaya w, lengan momennya à AC’ = ½ L cos θ
Gaya T, lengan momennya à AB’ = L cos θ
Maka resultan momen gaya pada titik A adalah
ΣτA = 0
(w x ½ L cos θ) – (T x L cos θ) = 0
T = ½mg

Soal 3
Batang homogen bermassa m diikat dengan tali A dan B setimbang pada posisi seperti pada gambar di bawah ini, dengan tali B horisontal. Tentukan nilai tan θ.
  
Jawab:

Ambil poros di titik P, maka gaya tegangan tali pada P (TA) tidak menyebabkan torsi. Sehingga hanya gaya berat tongkat w, dan gaya tegangan tali T yang menyebabkan torsi pada A. Lengan momen untuk masing-masing gaya diukur dari poros A adalah

→ resultan gaya-gaya pada sumbu-x
ΣFx = 0
TB – TA sin θ = 0 à TB =  TA sin θ                  (1)

→ resultan gaya-gaya pada sumbu-y
ΣFy = 0
TA cos θ – w = 0 à w = TA cos θ                  (2)

→ rotasi terhadap titik P
Poros di titik P, maka resultan momen gaya pada P adalah
ΣτP = 0
TB x PP’ + (– w x QR’) = 0
TB L sin α + (– w x ½ L cos α) = 0
TB = ½ w cot α                  (3)

Bagi persamaan (1) dan (2) kita peroleh
(TA sin θ)/(TA cos θ) = TB/w
tan θ = TB/w                      (4)
Subtitusi (3) ke (4) kita peroleh
tan θ = (½ w cot α)/w
tan θ = ½ cot α
karena nilai cot α = 30 cm /20 cm = 3/2, maka
tan θ = 3/4

Soal 4
Sebuah batang homogen dengan berat W digantung pada dua utas tali yang massanya diabaikan seperti terlihat pada gambar di bawah ini! Tentukan pusat massa batang (pusat gravitasi) d dari ujung kiri batang!


Jawab:
panjang batang, l= 2 m
T1 dan T2 adalah gaya tegangan tali yang dihasilkan akibat berat batang.
Keseimbangan statis memberikan:
T1 Sin 36.90 = T2 Sin 53.10
T1 / T2 = 4 / 3
⇒ T1 = (4/3) T2

Untuk keseimbangan rotasi dengan poros di pusat berat batang:
T1 (Cos 36.9) × d = T2 Cos 53.1 (2 - d)
T1 × 0.800 d = T2 × 0.600 (2 - d)
(4/3) × T2 × 0.800d = T2 (0.600 × 2 - 0.600d)
1.067d + 0.6d = 1.2
∴ d = 1.2 / 1.67
= 0.72 m
oleh karena itu pusat gravitasi dari batang 0,72 m dari ujung kiri batang.

Soal 6:
Untuk Sistem di bawah ini, jika berat batang pejal 40 N dan berat beban 60 N. Tentukan besar T1, T2 dan T3!

jawab:
Sistem dalam keadaan setimbang maka gaya-gaya yang bekerja pada titik A dan batang seperti gambar di bawah ini

Gaya-gaya yang bekerja pada titik A untuk sumbu y membertikan,
T2 sin 450 = 60 N
T2 = 60/sin 450 = 60√2 N
Gaya-gaya yang bekerja pada titik A untuk sumbu x membertikan,
T1 = T2 cos 450 = (60√2 N) cos 450 = 60 N
Batang dalam keadaan setimbang dengan mengambil poros di titik B, maka
ΣτB = 0
– T2L + (T3 sin 300) x L + (40N) x (½ L cos 450) = 0
– (60√2 N)L + T3 (½L) – (20N) L (½√2) = 0

T3 = 140√2 N 

Soal 7:
Sistem pada gambar dalam keadaan setimbang statis. Tentukan besar T1, T2 dan berat batang!
Jawab:
Diagram gaya yang bekerja pada sistem seperti ditunjukan pada gambar
Gaya-gaya yang bekerja pada titik A untuk sumbu y memberikan
T2y = 100 N = T2 cos 450
T2 = 100 N/cos 450 = 100√2 N
Gaya-gaya yang bekerja pada titik A untuk sumbu x memberikan
T1 = T2x = T2 sin 450
T2 = (100√2 N) sin 450 = 100 N
Gaya-gaya yang bekerja pada batang memberikan torsi pada titik B, maka
ΣτB = 0
(T2 sin 370)L – w(½ Lcos 370) = 0
(100 N)(3/5) = w (1/2)(4/5)
w = 150 N

Soal 8:
Sebuah balok batang seragam diengsel pada tanah dan berdiri tegak seperti pada sistem gambar di bawah ini. Tentukan besar T1, T2 dan gaya-gaya yang bekerja pada engsel!

Jawab:
Gaya-gaya bebas yang bekerja pada benda ditunjukkan pada gambar di bawah ini,

Dari sistem benda 100 N, kita peroleh
T1 – 100 N = 0
T1 = 100 N
Dengan mengambil poros pada titik A, kita rumuskan
ΣτA = 0
T2x (L/2) + (– T1L) = 0
T2 (cos 370) = 2(100 N)
T2 = 250 N
Jumlah gaya-gaya pada sumbu x sama dengan nol
ΣFx = 0
T1 + Fx – T2x = 0
Fx = T2x – T1 =  T2 (cos 370) – 100 N
Fx = (250 N)(cos 370) – 100 N
Fx = 100 N
Jumlah gaya-gaya pada sumbu x sama dengan nol
ΣFy = 0
Fy – T2y = 0
Fy = T2 sin 370 = (250 N) sin 370
Fy = 150 N                                  
Soal dan penyelesaian kesetimbangan benda tegar

Soal dan penyelesaian kesetimbangan benda tegar

Soal 1
Sebuah batang uniform berat 200 N dan digantungkan beban 450 N seperti pada Gambar di bawah ini. Hitunglah besar gaya pada batang oleh 2 titik tumpuh di ujung-ujungnya.
 soal kesetimbangan benda tegar
Jawab:
Karena batang uniform maka pusat massanya tau pusat gravitasinya berada di pusat geometrinya yaitu ½ panjang, ½ L. Juga gaya yang diberikan oleh beban dirasakan juga sebagai gaya oleh batang pada titik dimana dikaitkan. Misalnya pada ¼ L dari ujung kanan seperti pada gambar. Kita mengingat dua syarat kesetimbangan yaitu: ΣF=0 dan Στ=0. (Ingat: τ=FxL). Dalam soal ini, semua gaya hanya pada arah y dan tidak ada gaya pada arah yang lain. Dengan demikian, ΣFy=0, sehingga F1+F2-200-450=0. Sebuah sumbu untuk menghitung torsi dapat ditentukan sembarang asalkan dapam pengerjaan lebih lanjut kita tetap konsisten. Misalnya dalam kasus ini kita memilihnya di titik A maka F1 tidak akan menghasilkan torsi. Maka persamaan torsinya, Στ=0, yaitu: -(200)(L/2)-(450)(3L/4)+F2L=0. (Ingat: dalam menentukan arah kita mengambil tanda negatif, jika kita memutar dari batang ke gaya searah jarum jam. Tanda positif sebaliknya, yaitu memutar dari matang ke gaya berlawanan dengan jarum jam).  Dengan mensubstitusikan kedua persamaan di atas, maka diperoleh F2=438 N. Jika harga F2 disubstitusikan pada persamaan gaya maka kita peroleh F1=212 N.

Soal 2: 
Sebuah mobil memiliki massa 1800 kg. Jarak antara as roda depan dan as roda belakang adalah 1,8 m. Titik pusat massa mobil terletak 1,05 m di belakang as roda depan. Tentukan gaya yang diberikan oleh tanah pada masing-masing ban!
Jawab:
Rfand Rb gaya yang diberikan oleh tanah pada masing-masing roda depan dan roda belakang
Tinjau keseimbangan translasi:
Rf + Rb = mg
= 1800 × 9.8
= 17640 N   ....(i)
Untuk keseimbangan rotasi dengan pusat rotasi di titik pusat massa z,
Rf(1.05) = Rb(1.8 - 1.05)
Rb / Rf  =  7 / 5
Rb = 1.4 Rf    ......(ii)
Persamaan (i) dan (ii), memberikan:
1.4Rf + Rf = 17640
Rf = 7350 N
∴ Rb= 17640 – 7350 = 10290 N
Oleh karena itu, gaya yang bekerja pada roda depan adalah = 7350/2  =  3675 N, dan
gaya yang bekerja pada roda belakang adalah = 10290/2  =  5145 N
Soal 3: Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini! Dua tangga BA dan CA dengan panjang 1,6 m berengsel di A. Tali DE dengan panjang 0,5 m terikat di tengah-tengah kedua tangga. Sebuah beban 40 kg digantung pada titik F sepanjang 1,2 m dari B sepanjang batang BA. Dengan asumsi gesekan dan berat tangga diabaikan, tentukan tegangan tali dan gaya yang diberikan lantai pada tangga.
  
Jawab:
NB = Gaya yang diberikan lantai pada tangga di titik B
NC = Gaya yang diberikan lantai pada tangga di titik C
T = Tegangan tali
BA = CA = 1.6 m
DE = 0. 5 m
BF = 1.2 m
massa beban, m = 40 kg
Manarik garis dari A ke lantai BC. Ini memotong DE di titik tenga H.
ΔABI dan ΔAIC sebangun,
∴BI = IC
Oleh karena itu, I adalah titik tengah BC.
DE || BC
BC = 2 × DE = 1 m
AF = BA – BF = 0.4 m … (i)
D adalah titik tengah AB, maka:
AD = (1/2) × BA  =  0.8 m   ...(ii)
Dari persamaan (i) dan (ii), kita dapatkan:
FE = 0.4 m
Oleh karena itu, F adalah titik tengah AD.
FG||DH dan F adalah titik tengah AD. Maka, G menjadi titik tengah AH.
ΔAFG dan ΔADH adalah sebangun
∴ FG / DH  = AF / AD
FG / DH  =  0.4 / 0.8  =  1 / 2
FG = (1/2) DH
= (1/2) × 0.25  =  0.125 m
 Dalam ΔADH:
AH = (AD2 - DH2)1/2
= (0.82 - 0.252)1/2  =  0.76 m
Untuk keseimbangan translasi, jumlah gaya ke atas sama dengan jumlah gaya ke bawah, sehingga
Nc + NB = mg = 392 … (iii)
Untuk keseimbangan rotasi dengan poros di A:
-NB × BI + mg × FG + NC × CI + T × AG - T × AG  =  0
-NB × 0.5 + 40 × 9.8 × 0.125 + NC × 0.5  =  0
(NC - NB) × 0.5 = 49
NC - NB = 98   .....(iv)
Menambahkan persamaan (iii) dan (iv), memberikan:
NC = 245 N
NB = 147 N

Untuk keseimbangan rotasi dari sisi AB, dengan poros di A.
-NB × BI + mg × FG + T × AG  =  0
-245 × 0.5 + 40 X 9.8 × 0.125 + T × 0.76  =  0
∴ T = 96.7 N.

Soal 4:
Tukang cat 60 kg meniki tangga yang panjangnya 5 m dan massanya 12 kg. Permukaan tangga dan lantai kasar dan permukaan tangga dan dinding licin. Jika jarak horisontal tangga ke dinding 3 m. Berapakah meter yang harus ditempuh tukang cat saat menaiki tangga sampai tangganya tepat akan tergelincir.

Jawab:
Resultan gaya pada sumbu y:
ΣFy = 0 = NA – 600 N – 120 N
NA = 720 N
Besar gaya gesek antara tangga dan lantai adalah
fA = μ NA = 0,3 x 720 N = 360 N
Resultan gaya pada sumbu x:
ΣFy = 0 = NB – fA = 0
NB = fA= 360 N
Poros di titik A: AD = x cos θ = 3x/5; AE = L/2 cos θ = 3L/10 = 1,5 m; AC = L sin θ = 4L/5 = 4 m
ΣτA = 0 = - NB(AC) + (600 N) (AD) + (120 N)(AE)
0 = - (360 N)(4 m) + (600 N)( 3x/5) + (120 N)(1,5 m)
12 = 3x + 3
x = 3 m
Jadi tangga tepat akan tergelincir saat tukang cat berapa di 3 m dari lantai!

Soal 5:
Jembatan penyeberangan yang beratnya 20000 N yang memiliki dua penumpu seperti pada gambar dilewati mobil yang memiliki berat 15000 N.Berapa jarak mobil dari titik A yang membuat papan akan roboh?
 
Solusi:
Misalnya posisi mobil dari titik A adalah d ketika jembatan akan roboh dan ketika itu papan tepat akan kehilangan kontak dengan penumpu di titik C, maka berlaku:
ΣτB= 0
W2 (4 m – d) = W1(2,5 m)
15000 N (4 m – d) = 20000 N x 2,5 m
600 – 75d = 500
d = 1,33 m
Jadi mobil berjalan sekitar 1,33 m dari A jembatan akan roboh.

Soal 6
Tentukan gaya F ketika diberikan pada pusat massa sebuah roda kursi agar tepat akan naik pada tangga setinggi h, jika jari-jari R dan berat roda w.
Jawab:
Roda tepat naik pada tangga artinya resultan momen gaya yang bekerja pada titik A harus sama dengan nol (Στ = 0)
momen gaya pada titik A diakibatkan oleh gaya F dan gaya berat roda w = mg, dengan masing-masing gaya memiliki lengan momen adalah
F lengan momennya OB = R – h
w lengan momennya AB = {R2 – (R – h)2}1/2 = {(2R – h)h}1/2
maka
– F(R – h) + w{(2R – h)h}1/2 = 0
F = {(2R – h)h}1/2/(R – h)
Soal dan penyelesaian titik berat

Soal dan penyelesaian titik berat

Soal 1
Tentukan letak titik berat bangun seperti gambar di bawah ini!
Solusi

Dari gambar diketahui;
Kawat 1 (warna merah), L1 = 6 cm, x1 = 3 cm, y1 = 3 cm
Kawat 2 (warna biru), L2 = 6 cm, x2 = 6 cm, y2 = 3 cm
Kawat 3 (kawat ungu) L3 = 4 cm, x3 = 2 cm, y3 = 5 cm
Kawat 4 (kawat hijau) L4 = 4 cm, x4 = 6 cm, y4 = 6 cm
X0 = (x1L1 + x2L2 + x3L3 + x4L4)/(L1 + L2 + L3 + L4)
X0 = (3 x 6 + 6 x 6 + 2 x 4 + 6 x 4)/(6 + 6 + 4 + 4) = 4,3 cm
Dan
y0 = (y1L1 + y2L2 + y3L3 + y4L4)/(L1 + L2 + L3 + L4)
y0 = (3 x 6 + 3 x 6 + 5 x 4 + 6 x 4)/(6 + 6 + 4 + 4) = 4,0 cm
Jadi koordinat titik berat untuk sistem kawat di atas adalah (x0,y0) = (4,3 cm;4,0 cm)

Soal 2
Tentukan letak titik berat sistem pelat di bawah ini!
Solusi:

Dari gambar diketahui;
Pelat 1 (warna merah), A1 = p x l = 3 cm x 6 cm = 18 cm2, x1 = 3 cm, y1 = 1,5 cm
Pelat 2 (warna biru), A2 = ½ Alas x tinggi = ½ x 6 cm x 3 cm = 9 cm2, x2 = 4,5 cm, y2 = 4 cm
X0 = (x1A1 + x2A2 )/(A1 + A2)
X0 = (3 x 18 + 4,5  x 9)/(18 + 9) = 3,5 cm2
Dan
y0 = (y1A1 + y2A2 )/(A1 + A2)
y0 = (1,5 x 18 + 4 x 9)/(18 + 9) = 2,3 cm2
Jadi koordinat titik berat untuk sistem pelat di atas adalah (x0,y0) = (3,5 cm2;2,3 cm2)

Soal 3
Untuk bangunan pejal seperti di gambar, tentukan letak titik berat diukur terhadap titik O!
Solusi:


Dari gambar diketahui;
Volume 1 (warna hijau), V1 = πR2t  = π(6 cm)2 x 10 cm = 360π cm3, x1 = 0 cm, y1 = 5,0 cm
Volume 2 (warna orange), V2 = 1/3 Alas x tinggi = 1/3 x π(6 cm)2  x 5 cm = 60π cm3, x2 = 0 cm, y2 = 10 + ¼ (5) = 11,25 cm
X0 = (x1V1 + x2V2 )/(V1 + V2) = 0 dan
y0 = (y1V1 + y2V2 )/(V1 + V2)
y0 = (5 x 360π + 11,25 x 60π)/(360π + 60π) = 5,89 cm3
Jadi koordinat titik berat untuk sistem volume di atas adalah (x0,y0) = (0;5,89 cm3)

Soal 4
Potongan lempengan baja berbentuk seperti bangun di bawah ini! Tentukan koordinat pusat massanya!
A1 = (10 cm)(30 cm) = 300 cm2 
A2 = (20 cm)(10 cm) = 200 cm2
A3 = (10 cm)(10 cm) = 100 cm2
A   = 600 cm2
M1= M(A1/A) = M(300 cm2/600 cm2) = M/2
M2= M(A2/A) = M(200 cm2/600 cm2) = M/3
M3= M(A3/A) = M(100 cm2/600 cm2) = M/6
x0 =(1/M)(x1M1 + x2M2+ x3M3 ) =(1/M)[15 cm(M/2) + 5 cm(M/3) + 15 cm(M/6)]
       = 11.7 cm 
y0 =(1/M)(y1M1 + y2M2+ y3M3 ) =(1/M)[5 cm(M/2) + 20 cm(M/3) + 25 cm(M/6)
       = 13.3 cm