Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Teori Manajemen Klasik dan Contohnya

Teori Manajemen Klasik dan Contohnya

Saya pernah kehilangan sebuah dompet yang isinya KTP dan ATM. Hal paling menyusahkan adalah meminta ulang KTP. Bayangkan anda harus ke kantor polisi untuk membuat surat laporan kehilangan. Selanjutnya harus berurusan dari perangkat desa terbawah hingga ke camat.

Rumit sudah penggantian KTP (tahun 2009). Ilustrasi tersebut adalah teori manajemen klasik yang digunakan. Tanpa inovasi ini sifatnya bertingkat dan kaku.

Apa itu Teori Manajemen Klasik

Perkembangan teori manajemen ini dimulai tahun 1800an. Muncul setelah peristiwa revolusi industri di Inggris. Asumsi dalam penerapan teori manajemen klasik adalah dimana manusia berpikir dengan logis, rasional dan terstruktur.


Premis bahwa organisasi bekerja pada proses yang rasional dan logis dengan pendekatan yang ilmiah dan berlangsung secara runut menurut struktur organisasi.

Runut berdasarkan struktur atau anatomi dari sebuah organisasi. i.

Teori manajemen klasik tidak bisa dilepaskan dengan istilah yang biasa kita kenal BIROKRASI.

Manajemen klasik muncul karena kebutuhan terhadap pedoman dalam mengelola sebuah organisasi yang cakupannya cukup kompleks. Seperti pabrik misalnya.

Manajmen klasik tidak dilahirkan. Tetapi bisa diajarkan asal prinsip prinsip yang menjadi dasar dan teori bisa diterapkan sepenuhnya.

Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yaitu : Teori Birokrasi , Teori Administrasi, dan Teori Manajemen Ilmiah.

#1. Teori Birokrasi

Sebenarnya teori birokrasi ini berkembang dari ilmu sosiologi, bukan berasal dari praktek dan pengalaman manajemen.

Teori birokrasi ini memiliki ciri struktur yang bisa ditemukan disebuah organisasi yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. 

Ada beberapa ciri birokrasi secara umum menurut Weber, seorang pakar ekonomi, yaitu: 
  • Adanya pembagian kerja yang jelas
  • Adanya hierarki wewenang yang ditetapkan dengan baik
  • Program program yang rasional
  • Adanya sistem peraturan yang meliputi hak dan kewajiban para pemegang jabatan
  • Hubungan yang sifatnya impersonal
Kita bisa lihat, struktur organisasi adalah hal yang utama dalam organisasi yang birokratis.

#2. Teori Administrasi

Teori administrasi berkembang pesat karena pemikirian pemikiran dari para ahli seperti Lyndall Urwick dan ekonom kenamaan Henry Fayol dan juga Mooney dan Reiley dari Amerika.

Henry Fayol

Aktivitas industri bisa dibagi enam golongan menurutnya :
  • Kegiatan teknikal
  • Kegiatan keuangan (financial)
  • Kegiatan akuntansi
  • Kegiatan komersil
  • Kegiatan keamanan
  • Kegiatan manajerial
Selain itu, Henry Fayol juga membahas kaidah kaidah manajemen yang kemudian menjadi dasar perkembangan dalam teori administrasi :
  1. Pembagian kerja
  2. Tanggung jawab dan wewenang
  3. Kesatuan pengarahan
  4. Kesatuan perintah
  5. Balas jasa
  6. Disiplin
  7. Mengutamakan kepentingan umum (organisasi) diatas kepentingan pribadi
  8. Sentralisasi
  9. Aturan
  10. Rantai scalar
  11. Kelangsungan personel
  12. Inisiatif
  13. Keadilan

#3. Teori Manajemen Ilmiah

Teori manajemen ilmiah memiliki beberapa prinsip utama menurut Freerick Winslow Taylor yang merupakan pelopor dari teori manajemen ilmiah, prinsip tersebut secara ringkas diantaranya :
  • Memilih satu pekerjaan yang terabaik pada setiap tugas tertentu. Kemudian memberi pendidikan dan pelatihan terhadap pekerja.
  • Menerapkan metode ilmu pengetahuan pada setiap kegiatan dan menghapuskan sistem coba-coba. Setiap pekerja harus mengaplikasikan hasil dari ilmu pengetahuan saat melakukan tugasnya.
  • Bekerja sama dengan baik antara pekerja dan para pimpinan organisasi.

Teori manajemen ilmiah juga fokus memperhatikan masalah tingkat produktivitas kerja. Henry Laurance Gantt (1861 - 1919) memiliki gagasan seperti ini :
  • Kerja sama yang menguntungkan antara pekerja dan manajer dalam mencapai tujuan bersama
  • Menciptakan seleksi yang ilmiah terhadap para pekerja
  • Pembayaran upah pekerja menggunakan sistem bonus
  • Adanya instruksi kerja yang lebih terperinci

Produksi masal sebuah produk adalah salah satu sumbangsih nyata dari teori manajemen ilmiah. Sebuah barang diproduksi sebanyak banyaknya dengan cepat dan sangat efisien.

Teori ini mendorong manajemen lebih profesional. Menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang lebih rasional. Tidak begitu kaku.

Namun, teori manajemen ilmiah ini juga memiliki keterbatasan. teori ini mengasumsikan bahwa pekerja tidak berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan fisik dan kebutuhan ekonominya.

Pada perjalanan dan prakteknya, teori manajemen ilmiah ini cenderung meningkatkan produktivitas melalui eksploitasi para pekerja. Mungkin ada pendekatan yang cocok untuk tempat dan waktu tertentu. Namun juga tidak bisa diaplikasikan pada kondisi, tempat dan waktu yang lain.

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen 

Apa itu sistem informasi manajemen ?

Pengertian sistem informasi manajemen adalah sistem pengolahan data transaksi, aktivitas dan informasi internal maupun eksternal yang menghasilkan informasi yang bisa mendukung kinerja manajemen dan bisa dijadikan sebagai pengendalian internal organisasi.

Sistem inforamasi manajemen atau yang juga disingkat SIM didukung oleh teknologi, sumber daya manusia, dan prosedur yang mumpuni untuk menghasilkan informasi yang kekinian, cepat, akurat dan bernilai.

Informasi yang dihasilkan bisa dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan manajemen, menyusun perencanaan, bahkan untuk memecahkan suatu masalah.

Sistem informasi manajemen disusun dan dioperasikan berdasarkan tujuan dan kebutuhan penggunanya. Setiap organisasi memiliki tujuan dan kebutuhan informasi yang berbeda beda.

Perubahan dalam dunia usaha bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja, baik yang berasal dari internal ataupun eksternal peruahaan. Perubahan kondisi yang mendadak harus segera direspon sesegera mungkin untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Sistem informasi manajemen bisa menyajikan data data yang diperlukan dengan segera agar manajemen bisa melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi dengan cepat.

Sistem informasi manajemen membantu manajemen dalam bekerja secara efektif, efisien dan lebih cepat. Potensi masalah yang timbul bisa dengan cepat diatasi.

Sistem Informasi Manajemen adalah
Sistem Informasi Manajemen


Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Apa yang dimaksud dengan sistem informasi menurut para ahli ?

Donald W. Kroeber : Definisi Sistem informasi manajemen adalah sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.

Gordon B. Davis : Definisi sistem informasi manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi.

Sistem dalam manajemen sistem informasi bisa berupa perangkat lunak (software), perangkat keras (hardwaree), prosedur seperti model untuk analisis, perencanaan dan pengawasan.

Anda mungkin pernah membeli di minimarket seperti indomaret dan alfamart, ketika transaksi pembayaran petugas hanya mendekatkan barcode produk yang dibeli pada alat scan. Secara otomatis tertera harga yang harus dibayarkan, potongan (kalau ada). Bukan hanya itu, catatan pajak, stok barang langsung berkurang tanpa harus mencatat secara manual manual. Semua transaksi yang ada saling terhubungan antara satu cabang yang lain, terkoneksi dengan depo gudang utama bahkan hingga kantor regional dan pusat minimarket tersebut.

Informasi tersebut dengan cepat bisa diketahui oleh manajer penjualan ataupun pembelian. Berbekal informasi tersebut manajer bisa memutuskan apakah akan menambah stok, mengurangi stok atau menahan stok barang.

Manajemen bisa dengan cepat mengetahui produk apa yang laku dan produk apa yang tidak laku. Apakah harus memberikan diskon terhadap produk yang tidak laku atau menaikkan harga jual terhadap produk yang laku. Semua keputusan berangkat dari informasi yang dihasilkan.

Cepat dan efisien. Petugas tidak harus mencatat penjualan satu satu yang membutuhkan waktu yang lama. Itulah salah satu contoh kecil penerapan dari sistem informasi manajemen perusahaan.

Piramida Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen perusahaan bisa digambarkan dalam bangunan piramid.

Lapisan Dasar - Terdiri atas informasi dalam pengolahan transaksi, penjelasan mengenai status dan lain sebagainya

Lapiran Kedua - Terdiri atas sumber informasi didalam mendukung operasional manajemen sehari hari

Lapisan Ketiga - Terdiri atas sumber daya sistem informasi dalam membantu sebuah perencanaan taktis serta pengambilan sebuah keputusan dalam pengendalian manajemen

Lapisan Puncak - Terdiri atas sumber daya informasi yang bertujuan mendukung sebuah perencanaan serta perumusuan suatu kebijakan oleh manajemen puncak

Ciri Ciri Sistem Informasi Manajemen

Menurut Gordon B. Davis [2002], ada beberapa ciri ciri dalam lingkup sistem informasi manajemen perusahaan, diantarnaya:
  1. Baru. Informasi yang dihasilkan sistem informasi manajemen adalah masih segar, sama sekali masih baru bari penerimanya
  2. Tambahan. Informasi yang dihasilkan menghasikan informasi tambahan atau melengkapi dan memperbarui informasi sebelumnya yang telah ada
  3. Penegas. Maksudnya informasi dari SIM bisa mempertegas infomasi sebelumnya yang sudah ada. Informasi ini berguna bagi penerimanya bahwa informasi tersebut benar benar akurat dan berharga.
  4. Korektif. Informasi SIM bisa menjadi alat koreksi terhadap infomasi keliru yang sudah ada sebelumnya
Selain itu ada beberapa ciri ciri lagi selain yang disampaikan oleh Gordon Davis, Diantaranya:
  1. Manajemen sistem informasi berorientasi hanya kepada pepentingan manajemen
  2. Rancangan dan operasionalnya diarahkan oleh manajemen
  3. Sistem manajemen informasi didukung oleh perangkat teknologi yang terupdate
  4. Manajemen sistem informasi meliputi seluruh perencanaan perusahaan

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Terdapat beberapa fungsi sistem informasi manajemen yang diaplikasikan dalam sebuah organisasi atau perusahaan, diantaranya:
  1. Mempermudah mendeteksi permasalahan yang terjadi dan cara penyelesaiannya
  2. Mempermudah dalam melakukan pengawasan dan koreksi terhadap kegiatan organisasi atau perusahaan
  3. Meningkatkan produktivitas operasinal perusahaan. Dengan adanya data, maka waktu dan biaya bisa ditekan dengan maksimal.
  4. Menentukan skala prioritas pada aktivitas perusahaan. Mana yang harus dikerjakan dan mana yang bisa ditunda pengerjaannya.

Macam Macam Sistem Informasi Manajemen Perusahaan

Sistem informasi manajemen yang ada didalam perusahaan umumnya ada beberapa bagian, seperti:
  • Sistem Informasi Akuntansi - Menyajikan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan, arus kas dll.
  • Sistem Informasi Pemasaran - Menyajikan informasi berhubungan dengan penjualan, aktivitas pemasaran, riset pasar dan kegiatan yang berhubungan dengan agenda pemasaran lainnya
  • Sistem Informasi Manajemen Persediaan - Menyajikan informasi tentang kebutuhan persediaan barang, baik barang dagang (perusahaan dagang), bahan baku, bahan setengah jadi dan barang jadi.
  • Sistem Informasi Personalia - Menyajikan informasi yang berkaitan dengan human resourses seperti database karyawan, payroll, absensi, cuti karyawan dll.
  • Sistem Informasi Distribusi - Informasi berkaitan dengan sistem distribusi barang, termasuk juga komunikasi yang menghubungankan perusahaan dengan pelanggan
  • Sistem Informasi Pembelian - Informasi yang berhubungan dengan pemilihan supplier, kebutuhan barang atau bahan baku, metode pembayaran kepada supplier, menjaga persediaan agar selalu tersedia dl.
  • Sistem Informasi Analisa Kredit - Menyediakan informasi yang berhubungan dengan kebutuhan utang, skema utang, instrumen utang yang diambil, bunga dan skema pembayarannya.
  • Sistem Informasi Riset dan Pengembangan - Informasi yang umumnya berhubungan dengan riset dan pengembangan produk baru, produk yang dibutuhkan pelanggan.
  • Sistem Informasi Kekayaan - Menyajikan informasi yang menyangkut masalah pengelolaan aset perusahaan, aset tidak terpakai dan keputusan belanja modal (capital expenditure).

Perkembangan teknologi sejauh ini sangatlah pesat. Bahkan bisa dibilang sedang mengalami shifting teknologi. Hampir menyentuh semua aspek, tak terkecuali dengan sistem informasi manajemen. Bahkan perkembangan sejauh ini membuat teknologi sebagai pusat dari sebuah sistem informasi. Namun yang perlu diingat, teknologi apakah itu berupa perangkat lunak ataupun perangkat keras hanyalah ALAT yang menyediakan informasi.

Bagaimana cara informasi tersebut diolah, bagaimana cara menganalisa informasi yang dihasilkan dan bagaimana keputusan yang akan dibuat berdasarkan informasi yang ada adalah peran yang lebih penting lagi yang harus dilakukan oleh manajemen. Oleh manusia.
Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen - Analis sistem informasi manajemen harus memahami kebutuhan informasi yang diperlukan agar sistem informasi yang ada bisa berguna dan dimanfaatkan oleh para pemakai informasi.

Kebutuhan kebutuhan bisa diketahui dengan mencerna aktivitas aktivitas pada masing masing level atau tingkat manajemen dan tipe keputusan yang diambil.

Tujuan dari dibentuknya sebuah sistem informasi manajemen (SIM) agar sebuah organisasi mempunyai informasi yang bisa memberikan manfaat didalam pembuatan sebuah keputusan manajemen.

Apakah itu keputusan yang menyangkut kegiatan rutin maupun keputusan manajemen yang bersifat strategis jangka panjang.

manfaat sistem informasi manajemen
Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen :
  1. Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi
  2. Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis
  3. Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru
  4. Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif
  5. Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi
  6. Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi
  7. Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem
  8. Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan 

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen adalah menghasilkan informasi yang berguna bagi manajemen. Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi yang terkomputerisasi untuk mengelola semua data dan informasi yang berhubungan dengan perusahaan untuk dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan.
tujuan sistem informasi manajemen
Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen 

Simpel saja, sesuai namanya, sistem informasi manajemen tujuan utamanya adalah menghasilkan INFORMASI.

Informasi yang bagaimana ?
Informasi untuk siapa ?
Untuk apa informasi tersebut ?

Secara umum, sistem informasi manajemen bertujuan untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan.

Informasi yang dihasilkan adalah informasi yang punya nilai guna bagi pemakainya. Bermanfaat bagi pembacanya. Suapaya informasi mempunyai nilai guna, informasi haruslah relevan, akurat dan tepat waktu.

Kekurangan salah satu diantaranya mengakibatkan informasi akan berkurang nilainya. Contohnya manajer pemasaran ingin mengetahui jumlah pengeluaran promosi dan penjualan tapi diberikan informasi tentang biaya produksi. Maka informasi tersebut tidak relevan. Tidak berguna bagi manajemen pemasaran.

Siapa pengguna informasi tersebut?


Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen akan digunakan oleh berbagai pihak yang membutuhkan. Terutama pihak manajemen perusahaan, mulai dari manajemen lapisan bawah, menengah hingga manajemen puncak.

Tidak menutup kemungkinan informasi juga dibutuhkan oleh pihak internal lainnya seperti karyawan dan pihak eksternal perusahaan seperti pemerintah, pemegang saham, kreditur dan masyarakat.

Informasi yang dihasilkan SIM akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Mulai dari keputusan perencanaan, pengendalian, evaluasi dan perbaikan terhadap apa yang telah dijalankan.

Contohnha informasi mengenai biaya produksi yang dibutuhkan oleh bagian produksi. Manajer bagian produksi tentu akan memanfaatkan informasi tersebut untuk mengevaluasi kinerjanya, menyusun rencana kerja kedepan atau melakukan perbaikan kinerja.

Misalnya pada laporan SIM ternyata ada beberapa bagian yang mengakibatkan biaya produksi membengkak, tidak efisien. Manajer bagian produksi tentu akan merespon dan mengambil tindakan supaya bagian yang tidak efisien tersebut dievaluasi dan dicarikan solusi.

Sistem informasi manajemen yang bagus bahkan bisa meminimalkan biaya dan memaksimalkan pendapatan perusahaan.

Manajemen pada tingkatan yang lebih atas tentu akan membaca informasi yang dihasilkan dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingannya. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan kinerja perusahaann.

Bahwa dengan adanya sistem informasi manajemen, manajemen perusahaan bisa mengambil keputusan mengenai perencanaan bisnis, menentukan strategi, melakukan evaluasi dan mengambil tindakan perbaikan dengan efektif dan efisien.

Tambahan:

Tujuan Teknis Sistem Informasi Manajemen

Secara teknis, sistem informasi manajemen mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data dan menyajikan informasi hasil pengolahan data.

# Mengumpulkan Data

Sistem informasi manajemen bertujuan untuk mengumpulkan data data yang ada yang bisa berpengaruh pada kondisi perusahaan. Semua data yang berasal dari kegiatan internal perusahaan bahkan dari eksternal perusahaan. Seperti data transaksi perusahaan, data operasional, agenda dan kegiatan perusahaan.

# Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan akan diproses dan dioleh menjadi informasi. Pengolahan data ini bisa meliputi penyortiran data/menyeleksi data, merangkum data, mengelompokkan data dan membuat perhitugan sehingga muncullah data akhir yang menjadi informasi manajemen yang berguna.

# Penyajian Informasi

Informasi yang telah dihasilkan dari pengolahan data harus disajikan kepada pihak pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Informasi yang disajikan harus mudah dibaca oleh penggunanya agar pesan yang ingin disampaikan bisa tersalurkan.

Informasi yang sajikan harus relevan, akurat dan dalam waktu yang tepat agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Ketiga tahapan dan tujuan teknis tersebut umumnya dilakukan secara terkomputerisasi. Menggunakan teknologi yang kekinian sehingga proses sistem informasi manajemen bisa lebih cepat, akurat, efektif dan efisien.

Walaupun komputer bukanlah syarat mutlak dalam sebuah sistem informasi manajemen, namun pada prakteknya sistem informasi manajemen yang baik hampir semuanya menggunakan bantuan komputer dan teknologi informasi terkait.

Konsep Dasar Manajemen dan Penjelasannya

Konsep Dasar Manajemen dan Penjelasannya

Konsep Manajemen

Konsep Manajemen - manajemen bersifat universal. Tidak ada satu kesepakatan tentang batasan. Banyak definisi yang bisa dijadikan dasar sesuai dengan tujuan masing masing. Namun beberapa ahli berpandangan sama mengenai konsep manajemen.

Secara garis besar, banyak yang setuju bahwa konsep manajemen bisa dilihat dari 4 sudut pandang.

Apa saja yang menjadi konsep dasar manajemen ?

konsep manajemen
Konsep Manajemen

1. Manajemen Sebagai Suatu Ilmu

Awal mulanya, manajemen tidak termasuk sebagai sebuah teori. Teori harus terdiri atas konsep yang bisa menjelaskan fenomena, meramalkan apa yang akan terjadi dan membuktikan ramalan tersebut berdasarkan penelitian secara sistematis.

Setelah manajemen dipelajari selama beberapa waktu, manajemen akhirnya bisa membuktikan secara sistematis dan memahami fenomena-fenomena dan meramalkan mengapa orang-orang bekerja sama.

Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berupaya secara sistematis dalam memahami dan mempelajari bagaimana masing masing manusia bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan membuat sistem ini bisa memberikan manfaat untuk kemanusiaan.

Manajemen sebagai sebuah ilmu pengetahuan telah lama dipelajari dan telah menjadi sebuah teori.

Gejala gejala dalam manajemen telah diteliti menggunakan metode-metode penelitian ilmiah yang bisa dirumuskan dalam prinsip prinsip yang diwadahi dalam sebuah teori.

Manajemen sebagai ilmu digunakan untuk menjelaskan dan menerangkan berbagai fenomema-fenomena yang ada sehingga bisa memberikan arahan kepada manajer terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan.

2. Manajemen Sebagai Seni

Manajemen sebagai seni merupakan sebuah upaya nyata untuk mendatangkan hasil yang maksimal dengan usaha yang seminimal mungkin yang bisa dilakukan. Begitu juga dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua pihak yang berhubungan.

Henry M Boettinger mengemukakan manajemen merupakan sebuah seni dalam suatu pengambilan keputusan, yang artinya manajemen adalah suatu kemampuan, keterampilan atau kemahiran dalam menerapkan prinsip-prinsip dan teknik dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk merealisasikan tujuan yang diinginkan.

Dia menambahkan bahwa sebagai seni, manajemen memerlukan tiga unsur :
  1. Pandangan
  2. pengetahuan tekhnis
  3. komunikasi
Ketiga unsur tersebut bisa dikembangkan dengan melakukan pelatihan-pelatihan manajemen.

Konsep manajemen sebagai seni memandang perlunya kerja sama dengan pihak lain, bagaimana mengatur dan memerintahkan orang lain supaya bisa bekerja sama dengan baik dan menguntungkan.

Hal ini karena pada dasarnya manusia umumnya adalah "managing" atau mengatur. dan mengatur manusia ada seninya tersendiri agar mendapatkan hasil yang paling maksimal.

Mary Parker Follet [stoner, 1986] menambahkan "The art getting things done through people". manajemen sebagai sebuah seni untuk menjalankan pekerjaan melalui orang lain. Semua sepakat bahwa manajemen melakukan pekerjaannya dengan cara mengatur orang lain.

3. Manajemen sebagai Profesi

Manajemen sebagai sebuah profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang dijalankan orang-orang yang mempunyai keahlian serta keterampilan sebagai kader, manajer atau pimpinan didalam sebuah organiasi tertentu.

Manajemen diartikan sebuah profesi dikarenakan manajemen memerlukan keahlian, keterampilan, kemahiran dan skill tertentu untuk menjalankan aktivitas dalam merealiasikan tujuan yang diinginkan.

Semua pekerjaan dijalankan dengan cara yang sangat efektif dan efisien sehingga bisa memanfaatkan segala sumber daya yang ada dengan maksimal. Untuk menjalankannya perlu sebuah kemampuan yang ahli, dan skill ini bisa merupakan suatu profesi tersendiri bagi seorang ahli.

Para ahli profesional mendapatkan status dengan cara mencapai sebuah standar prestasi kerja dan bukan berdasaran kepada faktor diluar itu seperti suku, keturunan, agama serta kriteria-kriteria yang tidak berkaitan lainnya.

4. Manajemen sebagai Proses

Dalam usaha mencapai tujuan, manajemen melakukan berbagai hal yang tidak bisa dipisahkan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain.

Konsep manajemen sebagai proses lebih mengarah kepada proses dalam mengelola dan mengatur pelaksanaan sebuah pekerjaan atau serangkaian kegiatan yang untuk mencapai tujuan.

Proses manajemen sendiri terdiri atas beberapa tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengendalian yang juga merupakan fungsi dari manajemen itu sendiri.

Kesimpulan 

Konsep dasar manajemen diwujudkan oleh kegiatan seperti pengambilan keputusan, menetapkan sebuah kebijakan, memberikan perintah kerja, mengelola sumber daya yang dimiliki dan mengarahkan pekerjaan orang lain agar tujuan perusahaan tercapai.

Manajemen menetapkan tujuannya. Dan berusaha untuk meraihnya dengan cara memanfaatkan pengatahuan, ketrampilan, keahlian bahkan pengalaman para bawahan/karyawan pada sebuah perusahaan.

Sumber Dana Perusahaan

Sumber Dana Perusahaan

Pengertian Sumber Dana Perusahaan - Agar perusahaan bisa beraktifitas dengan normal, untuk melakukan ekspansi atau pengembangan usaha, atau bahkan hanya untuk bisa bertahan hidup dan bahkan untuk membayar hutang pun. Perusahaan membutuhkan DANA untuk melakukannya.

Seluruh kegiatan perusahaan mulai dari kegiatan kecil hingga transaksi strategis mutlak membutuhkan dana yang cukup.

Darimana perusahaan memperoleh dana tersebut ?
Darimana sumber sumber keuangan perusahaan diperoleh ?

Sumber Dana Perusahaan

Memperoleh sumber pendanaan adalah salah satu dari fungsi manajemen keuangan.

Umumnya, sumber dana perusahaan bisa diperoleh dari 3 kelompok sumber dana. Sumber dana jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang.

Sumber Dana Jangka Pendek

Pendanaan perusahaan yang didapat dari sumber dana jangka pendek umumnya digunakan untuk modal kerja perusahaan. 

Dana yang diperoleh dengan skema ini harus dibayar/dikembalikan dalam rentang waktu setahun buku akuntansi atau kurang.

Tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi.

Contohnya adalah pinjaman dari bank jangka pendek. Pendanaan persediaan. Kredit perdagangan.

Sumber Dana Jangka Menengah

Umumnya, perusahaan yang sumber pendanaannya berasal dari sumber dana jangka menengah karena adanya keperluan yang ternyata tidak bisa dipenuhi oleh pendanaan jangka pendek namun terlalu berlebih atau terlalu sulit didapatkan dengan skema pendanaan jangka panjang.

Rentang waktu dalam pengembalian sumber dana jangka menengah adalah lebih dari satu tahun buku akutansi dan tidak lebih dari lima tahun buku.

Contoh dari pendanaan jangka menengah adalah leasing, term loan, equipment loan.

Sumber Dana Jangka Panjang

Manajer keuangan memilih menggunakan pendanaan jangka panjang umumnya karena perusahaan akan melakukan ekspansi usaha yang masif dalam skala perusahaan tersebut. Strategis bagi perusahaan. Walaupun banyak alasan alasan lain yang selain itu. Yang memerlukan pendanaan dalam jumlah yang cenderung besar bagi perusahaan.

Contohnya, perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan suplier, membeli atau membangun aset aset tetap jangka panjang seperti tanah, pabrik, mesin ataupun proyek konstruksi yang lain.

Tempo dalam pengembalian pendanaan jangka panjang umumnya lebih dari lima tahun buku.

Jenis pendanaan jangka panjang contohnya adalah penerbitan obligasi, hipotik ataupun listing go public dilantai bursa dengan IPO saham perusahaan.

Asal Sumber Pendanaan Perusahaan

1. Sumber Internal Perusahaan

Pendanaan yang berasal dari internal perusahaan contohnya adalah retained earning (laba ditahan).

Laba ditahan didapat dari besarnya laba perusahaan yang diperoleh pada periodde tertentu.

Laba perusahaan pada periode tertentu belum tentu bisa menjadi laba ditahan yang bisa digunakan untuk pendanaan perusahaan.

Laba perusahaan akan dibagi menjadi 2. Laba ditahan dan deviden yang akan dibagikan kepada pemilik perusahaan.

Besar kecilnya laba ditahan dan deviden diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan.

Persentasenya tergantung pada hasil RUPS, apakah laba akan dibagikan seluruhnya menjadi deviden, atau menjadi laba ditahan atau sekian persen deviden dan sekian persen menjadi laba ditahan.

Semuanya tergantung pada keputusan dalam RUPS perusahaan.

Penyusutan.

Berbagai sumber menyebutkan penyusutan adalah salah satu sumber pendanaan internal. Namun saya pribadi masih belum bisa menjelaskan bagaimana penyusutan bisa menjadi sumber pendanaan yang bisa dipakai oleh manajemen keuangan.

2. Sumber Eksternal Perusahaan

Pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan adalah sumber dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan.

Apa ? pemilik perusahsaan adalah sumber eksteral ?

Ya dalam dunia akuntansi, dalam perusahaan yang modern. Pemilik dan perusahaan adalah 2 entitas yang terpisah satu sama lain. Harus dipisahkan dan tidak boleh dicampur-baurkan

Sumber dana perusahaan yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan debt financing.

Sumber dana perusahaan yang berasal dari pemilik adalah penambah modal bagi perusahaan. Pendanaan ini bisa mengubah kompisisi ekuitas pada neraca perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan equity financing.

Pihak pihak yang menjadi sumber dana eksternal biasanya terdiri dari :

# Supplier

Supplier umumnya memberikan pinjaman dalam bentuk bukan cash. Namun dalam bentuk pemberian kredit dalam transaksi pembelian barang atau persediaan perusahaan.

Pinjaman ini biasanya untuk jangka pendek atau kurang dari satu tahun buku. Walaupun ada juga yang jangka menengah dan panjang. 

# Bank

Bank adalah sasaran utama manajemen keuangan dalam mencari sumber dana bagi perusahaan. Baik untuk jangka pendek, menengah bahkan jangka panjang sekalipun.

# Pasar Modal

Didalam pasar modal, perusahaan bisa mencari sumber dana dengan cara menerbitkan obligasi ataupun saham baru (IPO atau right isssu).

Obligasi akan menambah hutang perusahaan, dan pernbitan saham baru akan menambah permodalann perusahaan sekaligus mengubah struktur komposisi ekuitas pada neraca perusahaan.

Bergabung dengan pasar modal, perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan pendanaan. Dipasar modal sudah siap ribuan kreditor ataupun investor yang akan membeli obligasi, saham ataupun surat berharga yang diterbitkan perusahaan untuk pendanaan mereka.  

Berbagai cara diatas bisa dilakukan oleh manajer keuangan dalam usaha untuk mendapatkan dana perusahaan,

Dengan mendapatkan dana yang dibutuhkan, yang sudah dianggarkan, yang telah direncanakan oleh manajemen keuangan perusahaan. Perusahaan bisa memiliki gerak ruang yang cukup untuk bisa beroperasi, melakukan ekspansi usaha, diversifikasi usaha ataupun hanya untuk sekedar bertahan hidup.

Penggunaan dana yang telah diperoleh ini akan menjadi bahasan menarik lainnya. Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang lingkup manajemen keuangan terdiri dari keputusan pendanaan, keputusan investasi dan keputusan dalam pengelolaan aset

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

ruang lingkup manajemen keuangan
ruang lingkup manajemen keuangan

01. Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan pada lingkup manajemen keuangan adalah bagaimana kebijakan dan upaya manajemen dalam mencari dana bagi perusahaan.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan seperti untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan, ekspansi usaha ataupun untuk membayar utang perusahaan.

Contoh kebijakan manajer keuangan dalam keputusan pendanaan adalah perusahaan mencari utang atau menambah modal baru.

Misalnya perusahaan bisa menerbitkan surat berharga baik saham (modal baru) maupun olbligasi (hutang) di pasar modal.

Selain itu juga mempertimbangkan sifat kebijakan pendanaan apakah  bersifat jangka panjang atau jangka pendek sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

Sumber pendanaan perusahaan bisa berasal dari eksternal perusahaan ataupun dari internal perusahaan itu sendiri.

02. Keputusan Investasi

Ruang lingkup manajemen keuangan berikutnya adalah keputusan investasi. Apabila pendanaan perusahaan sudah diperoleh oleh manajemen. Manajemen keuangan bisa menentukan kebijakan tentang penanaman modal untuk penguatan perusahaan.

Manajer keuangan mempertimbangkan dan memutuskan penggunaan dana yang diperoleh untuk kegiatan investasi.

Ada banyak bentuk dan jenis kegiatan investasi yang bisa dijalankan.

Seperti diinvestasikan dalam bentuk pembelian aktiva tetap seperti tanah, mesin, gedung atau peralatan yang lainnya.
Manajemen juga bisa menginvestasikan dana yang ada dalam bentuk aktiva finansial dengan melakukan pembelian surat surat berharga seperti obligasi dan saham.

Apapun yang dilakukan manajemen dalam keputusan investasinya.

Kemana dana itu akan diinvestasikan. Yang jelas, hasil yang akan diperoleh dari investasi tersebut akan dirasakan hingga beberapa periode jangka panjang kedepan.

Bukan hanya pada saat periode dimana investasi itu dilakukan. Tidak hanya dirasakan 1-2 tahun saja.

03. Keputusan Pengelolaan Aset

Aset atau aktiva adalah kekayaan perusahaan yang sangat penting dan fundamental yang harus dimiliki.

Salah dalam mengurusnya adalah mimpi buruk. Pengelolaan aset menjadi sangat penting bagi jalannya operasional perusahaan.

Manajer keuangan harus mampu membuat kebijakan dalam mengelola berbagai aset yang dimiliki perusahaan untuk bisa beroperasi secara efektif dan efisien.

Tidak menjadi beban tambahan bagi perusahaan.

Aset bisa berupa aset lancar dan aset tetap.


Contoh pengelolaan aset yang bisa dilakukan oleh manajer keuangan misalnya aktiva tetap yang sulit atau tidak bisa berkurang (susut) nilainya seperti tanah akan didanai dengan laba ditahan atau modal sendiri.

Aktiva lancar yang dibiayai dengan menggunakan utang lancar yang jatuh temponya lebih panjang dari usia aktiva lancar dan sebagian dari hutang jangka panjang.

Ada beberapa ciri ciri dalam pengelolaan aset oleh manajemen keuangan yang umum dilakukan yang bisa berbeda berdasarkan jenis usaha yang dijalankan.

Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan memiliki cara yang berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang jasa ataupun industri dalam mengelola aktivanya.

# Usaha Perdagangan

Perusahaan yang bergerak dibidang usaha dagang kecenderungan memiliki aktiva lancar yang lebih besar daripada aktiva tetapnya.

Mengapa manajer keuangan dibidang usaha perdagangan cenderung meningkatkan aktiva lancar daripada aktiva tetapnya ?

Dalam usaha perdagangan. Dimana perusahaan hanya menjual barang dagang tanpa harus memproduksi sendiri barang dagangnya lebih mementingkan tingkat kelancaran arus kas (cash flow) daripada harus menimbun aktiva tetap.

Perputaran barang dagang sangatlah penting bagi usaha perdagangan.

Perputaran uang adalah nyawa. Persediaan barang dagang masuk, sesegera mungkin harus keluar terserap oleh pasar (terjual).

Semakin cepat perputaran barang, semakin meningkat margin yang diterima perusahaan.

Untuk menjaga kelancaran arus cash flow tersebut,  maka perusahaan yang bergerak diusaha perdagangan sangat membutuhkan aktiva lancar (kas atau setara kas) yang mencukupi.

Semakin lancar semakin baik. daripada harus menumpuk kekayaan berupa aset teap yang kontribusinya sangat minim dalam perputaran persediaan barang dagang.

Coba bayangan, ketika seseorang berhasil menjual barang dagangnya, kemudian mengalami kesulitan untuk "kulakan" barang dagang lagi. Kas yang ada tidak mencukupi. Yang ada hanya tanah dan ruko misalnya. Sehingga tidak punya cukup persediaan barang dagang lagi yang bisa dijual.

Tanah dan ruko tidak bisa membantu banyak karena persediaan barang dagang tidak ada. Tidak ada yang bisa dijual kembali. Selain rugi waktu, akan banyak peluiang yang hilang karena tidak bisa menjual apapun.

# Usaha Jasa

Perusahaan yang bergerak dibidang jasa mempunyai kecenderungan untuk memikirkan aktiva lancar yang lebih kecil daripada aktiva tetapnya.

Hal yang sangat berkebalikan jika dibandingkan dengan perusahaan dagang.

Perusahaan jasa dalam memajukan usahanya berporos pada tingkat pelayanan jasa yang diberikan kepada konsumen. Kenyaman dan kepuasan konsumen adalah jalanya.

Ketidakpuasan konsumen berarti tidak ada repeat order dan campaign yang buruk.

Supaya bisa melayani konsumen dengan maksimal, sebisa mungkin sumber daya perusahaan yang dibutuhkan selalu dalam kondisi yang maksimal. Terutama aktiva tetap perusahaan, apalagi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan konsumen.

Contohnhya...

Secara kasat mata kita bisa lihat bagaimana Telkomsel merajai ceruk pasar yang ada diluar wilayah perkotaan. Dipedesaan, terutama daerah yang minim infrastuktur, operator telekomunikasi lainnya tidak bisa berbuat banyak dalam persaingan untuk merebut pasar.

Telkomsel memiliki aktiva tetap berupa BTS yang jauh lebih unggul dengan kompetitor lainnya diwilayah luar perkotaan. Operator selain telkomsel tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap konsumennya.

Pada akhirnya, secara data Telkomsel mendominasi market share jasa telekomunikasi didaerah.

Atau anda pernah melihat laporan keuangan PT KAI, PLN ataupun Pelindo 3 ?

Ketiganya adalah perusahaan jasa.

Jumlah aktiva tetap persuahaan BUMN tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan aktiva lancar yang mereka punya.

# Usaha Industri

Manajer keuangan diperusahaan yang bergerak dibidang industri cenderung untuk menyeimbangkan nilai antara aktiva lancar dan aktiva tetap yang dimiliki.

Selain menjual barang produksi hasil sendiri, unit usaha industri membutuhkan pasokan aktiva lancar yang cukup untuk memenuhi penyediaan bahan baku barang produksinya.

Untuk memaksimalkan proses produksi, perusahaan industri juga wajib untuk menyediakan aktiva tetap dalam kondisi yang maksimal untuk menghasilkan produknya.

Jika perusahaan memiliki aktiva tetap mesin pabrik, gudang yang luas namun kesulitan dalam penyediaan bahan baku karena tidak tercukupinya aktiva lancarnya, maka perusahaan akan kesulitan dalam beroperasi.

Begitu juga jika perusahaan memiliki cukup kas untuk menyetok persediaan bahan baku namun tidak memiliki mesin yang memadai, maka produksi tidak bisa maksimal.

Manajer keuangan harus menyesuaikan dimana perusahaan mereka berada. Bagaimana perusahaan beroperasi dan faktor lainnya untuk memutuskan dalam mengambil kebijakan pengelolaan aset.

Salah langkah dalam pengelolaan aset yang ada maupun yang akan ada adalah bencana bagi perusahaan. Tertinggal dalam persaingan hingga menurunnya nilai perusahaan yang berujung pada kerugian bagi pemilik saham.