Tampilkan postingan dengan label Manajemen Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Keuangan. Tampilkan semua postingan
Sumber Dana Perusahaan

Sumber Dana Perusahaan

Pengertian Sumber Dana Perusahaan - Agar perusahaan bisa beraktifitas dengan normal, untuk melakukan ekspansi atau pengembangan usaha, atau bahkan hanya untuk bisa bertahan hidup dan bahkan untuk membayar hutang pun. Perusahaan membutuhkan DANA untuk melakukannya.

Seluruh kegiatan perusahaan mulai dari kegiatan kecil hingga transaksi strategis mutlak membutuhkan dana yang cukup.

Darimana perusahaan memperoleh dana tersebut ?
Darimana sumber sumber keuangan perusahaan diperoleh ?

Sumber Dana Perusahaan

Memperoleh sumber pendanaan adalah salah satu dari fungsi manajemen keuangan.

Umumnya, sumber dana perusahaan bisa diperoleh dari 3 kelompok sumber dana. Sumber dana jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang.

Sumber Dana Jangka Pendek

Pendanaan perusahaan yang didapat dari sumber dana jangka pendek umumnya digunakan untuk modal kerja perusahaan. 

Dana yang diperoleh dengan skema ini harus dibayar/dikembalikan dalam rentang waktu setahun buku akuntansi atau kurang.

Tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi.

Contohnya adalah pinjaman dari bank jangka pendek. Pendanaan persediaan. Kredit perdagangan.

Sumber Dana Jangka Menengah

Umumnya, perusahaan yang sumber pendanaannya berasal dari sumber dana jangka menengah karena adanya keperluan yang ternyata tidak bisa dipenuhi oleh pendanaan jangka pendek namun terlalu berlebih atau terlalu sulit didapatkan dengan skema pendanaan jangka panjang.

Rentang waktu dalam pengembalian sumber dana jangka menengah adalah lebih dari satu tahun buku akutansi dan tidak lebih dari lima tahun buku.

Contoh dari pendanaan jangka menengah adalah leasing, term loan, equipment loan.

Sumber Dana Jangka Panjang

Manajer keuangan memilih menggunakan pendanaan jangka panjang umumnya karena perusahaan akan melakukan ekspansi usaha yang masif dalam skala perusahaan tersebut. Strategis bagi perusahaan. Walaupun banyak alasan alasan lain yang selain itu. Yang memerlukan pendanaan dalam jumlah yang cenderung besar bagi perusahaan.

Contohnya, perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan suplier, membeli atau membangun aset aset tetap jangka panjang seperti tanah, pabrik, mesin ataupun proyek konstruksi yang lain.

Tempo dalam pengembalian pendanaan jangka panjang umumnya lebih dari lima tahun buku.

Jenis pendanaan jangka panjang contohnya adalah penerbitan obligasi, hipotik ataupun listing go public dilantai bursa dengan IPO saham perusahaan.

Asal Sumber Pendanaan Perusahaan

1. Sumber Internal Perusahaan

Pendanaan yang berasal dari internal perusahaan contohnya adalah retained earning (laba ditahan).

Laba ditahan didapat dari besarnya laba perusahaan yang diperoleh pada periodde tertentu.

Laba perusahaan pada periode tertentu belum tentu bisa menjadi laba ditahan yang bisa digunakan untuk pendanaan perusahaan.

Laba perusahaan akan dibagi menjadi 2. Laba ditahan dan deviden yang akan dibagikan kepada pemilik perusahaan.

Besar kecilnya laba ditahan dan deviden diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan.

Persentasenya tergantung pada hasil RUPS, apakah laba akan dibagikan seluruhnya menjadi deviden, atau menjadi laba ditahan atau sekian persen deviden dan sekian persen menjadi laba ditahan.

Semuanya tergantung pada keputusan dalam RUPS perusahaan.

Penyusutan.

Berbagai sumber menyebutkan penyusutan adalah salah satu sumber pendanaan internal. Namun saya pribadi masih belum bisa menjelaskan bagaimana penyusutan bisa menjadi sumber pendanaan yang bisa dipakai oleh manajemen keuangan.

2. Sumber Eksternal Perusahaan

Pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan adalah sumber dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan.

Apa ? pemilik perusahsaan adalah sumber eksteral ?

Ya dalam dunia akuntansi, dalam perusahaan yang modern. Pemilik dan perusahaan adalah 2 entitas yang terpisah satu sama lain. Harus dipisahkan dan tidak boleh dicampur-baurkan

Sumber dana perusahaan yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan debt financing.

Sumber dana perusahaan yang berasal dari pemilik adalah penambah modal bagi perusahaan. Pendanaan ini bisa mengubah kompisisi ekuitas pada neraca perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan equity financing.

Pihak pihak yang menjadi sumber dana eksternal biasanya terdiri dari :

# Supplier

Supplier umumnya memberikan pinjaman dalam bentuk bukan cash. Namun dalam bentuk pemberian kredit dalam transaksi pembelian barang atau persediaan perusahaan.

Pinjaman ini biasanya untuk jangka pendek atau kurang dari satu tahun buku. Walaupun ada juga yang jangka menengah dan panjang. 

# Bank

Bank adalah sasaran utama manajemen keuangan dalam mencari sumber dana bagi perusahaan. Baik untuk jangka pendek, menengah bahkan jangka panjang sekalipun.

# Pasar Modal

Didalam pasar modal, perusahaan bisa mencari sumber dana dengan cara menerbitkan obligasi ataupun saham baru (IPO atau right isssu).

Obligasi akan menambah hutang perusahaan, dan pernbitan saham baru akan menambah permodalann perusahaan sekaligus mengubah struktur komposisi ekuitas pada neraca perusahaan.

Bergabung dengan pasar modal, perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan pendanaan. Dipasar modal sudah siap ribuan kreditor ataupun investor yang akan membeli obligasi, saham ataupun surat berharga yang diterbitkan perusahaan untuk pendanaan mereka.  

Berbagai cara diatas bisa dilakukan oleh manajer keuangan dalam usaha untuk mendapatkan dana perusahaan,

Dengan mendapatkan dana yang dibutuhkan, yang sudah dianggarkan, yang telah direncanakan oleh manajemen keuangan perusahaan. Perusahaan bisa memiliki gerak ruang yang cukup untuk bisa beroperasi, melakukan ekspansi usaha, diversifikasi usaha ataupun hanya untuk sekedar bertahan hidup.

Penggunaan dana yang telah diperoleh ini akan menjadi bahasan menarik lainnya. Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang lingkup manajemen keuangan terdiri dari keputusan pendanaan, keputusan investasi dan keputusan dalam pengelolaan aset

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

ruang lingkup manajemen keuangan
ruang lingkup manajemen keuangan

01. Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan pada lingkup manajemen keuangan adalah bagaimana kebijakan dan upaya manajemen dalam mencari dana bagi perusahaan.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan seperti untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan, ekspansi usaha ataupun untuk membayar utang perusahaan.

Contoh kebijakan manajer keuangan dalam keputusan pendanaan adalah perusahaan mencari utang atau menambah modal baru.

Misalnya perusahaan bisa menerbitkan surat berharga baik saham (modal baru) maupun olbligasi (hutang) di pasar modal.

Selain itu juga mempertimbangkan sifat kebijakan pendanaan apakah  bersifat jangka panjang atau jangka pendek sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

Sumber pendanaan perusahaan bisa berasal dari eksternal perusahaan ataupun dari internal perusahaan itu sendiri.

02. Keputusan Investasi

Ruang lingkup manajemen keuangan berikutnya adalah keputusan investasi. Apabila pendanaan perusahaan sudah diperoleh oleh manajemen. Manajemen keuangan bisa menentukan kebijakan tentang penanaman modal untuk penguatan perusahaan.

Manajer keuangan mempertimbangkan dan memutuskan penggunaan dana yang diperoleh untuk kegiatan investasi.

Ada banyak bentuk dan jenis kegiatan investasi yang bisa dijalankan.

Seperti diinvestasikan dalam bentuk pembelian aktiva tetap seperti tanah, mesin, gedung atau peralatan yang lainnya.
Manajemen juga bisa menginvestasikan dana yang ada dalam bentuk aktiva finansial dengan melakukan pembelian surat surat berharga seperti obligasi dan saham.

Apapun yang dilakukan manajemen dalam keputusan investasinya.

Kemana dana itu akan diinvestasikan. Yang jelas, hasil yang akan diperoleh dari investasi tersebut akan dirasakan hingga beberapa periode jangka panjang kedepan.

Bukan hanya pada saat periode dimana investasi itu dilakukan. Tidak hanya dirasakan 1-2 tahun saja.

03. Keputusan Pengelolaan Aset

Aset atau aktiva adalah kekayaan perusahaan yang sangat penting dan fundamental yang harus dimiliki.

Salah dalam mengurusnya adalah mimpi buruk. Pengelolaan aset menjadi sangat penting bagi jalannya operasional perusahaan.

Manajer keuangan harus mampu membuat kebijakan dalam mengelola berbagai aset yang dimiliki perusahaan untuk bisa beroperasi secara efektif dan efisien.

Tidak menjadi beban tambahan bagi perusahaan.

Aset bisa berupa aset lancar dan aset tetap.


Contoh pengelolaan aset yang bisa dilakukan oleh manajer keuangan misalnya aktiva tetap yang sulit atau tidak bisa berkurang (susut) nilainya seperti tanah akan didanai dengan laba ditahan atau modal sendiri.

Aktiva lancar yang dibiayai dengan menggunakan utang lancar yang jatuh temponya lebih panjang dari usia aktiva lancar dan sebagian dari hutang jangka panjang.

Ada beberapa ciri ciri dalam pengelolaan aset oleh manajemen keuangan yang umum dilakukan yang bisa berbeda berdasarkan jenis usaha yang dijalankan.

Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan memiliki cara yang berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang jasa ataupun industri dalam mengelola aktivanya.

# Usaha Perdagangan

Perusahaan yang bergerak dibidang usaha dagang kecenderungan memiliki aktiva lancar yang lebih besar daripada aktiva tetapnya.

Mengapa manajer keuangan dibidang usaha perdagangan cenderung meningkatkan aktiva lancar daripada aktiva tetapnya ?

Dalam usaha perdagangan. Dimana perusahaan hanya menjual barang dagang tanpa harus memproduksi sendiri barang dagangnya lebih mementingkan tingkat kelancaran arus kas (cash flow) daripada harus menimbun aktiva tetap.

Perputaran barang dagang sangatlah penting bagi usaha perdagangan.

Perputaran uang adalah nyawa. Persediaan barang dagang masuk, sesegera mungkin harus keluar terserap oleh pasar (terjual).

Semakin cepat perputaran barang, semakin meningkat margin yang diterima perusahaan.

Untuk menjaga kelancaran arus cash flow tersebut,  maka perusahaan yang bergerak diusaha perdagangan sangat membutuhkan aktiva lancar (kas atau setara kas) yang mencukupi.

Semakin lancar semakin baik. daripada harus menumpuk kekayaan berupa aset teap yang kontribusinya sangat minim dalam perputaran persediaan barang dagang.

Coba bayangan, ketika seseorang berhasil menjual barang dagangnya, kemudian mengalami kesulitan untuk "kulakan" barang dagang lagi. Kas yang ada tidak mencukupi. Yang ada hanya tanah dan ruko misalnya. Sehingga tidak punya cukup persediaan barang dagang lagi yang bisa dijual.

Tanah dan ruko tidak bisa membantu banyak karena persediaan barang dagang tidak ada. Tidak ada yang bisa dijual kembali. Selain rugi waktu, akan banyak peluiang yang hilang karena tidak bisa menjual apapun.

# Usaha Jasa

Perusahaan yang bergerak dibidang jasa mempunyai kecenderungan untuk memikirkan aktiva lancar yang lebih kecil daripada aktiva tetapnya.

Hal yang sangat berkebalikan jika dibandingkan dengan perusahaan dagang.

Perusahaan jasa dalam memajukan usahanya berporos pada tingkat pelayanan jasa yang diberikan kepada konsumen. Kenyaman dan kepuasan konsumen adalah jalanya.

Ketidakpuasan konsumen berarti tidak ada repeat order dan campaign yang buruk.

Supaya bisa melayani konsumen dengan maksimal, sebisa mungkin sumber daya perusahaan yang dibutuhkan selalu dalam kondisi yang maksimal. Terutama aktiva tetap perusahaan, apalagi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan konsumen.

Contohnhya...

Secara kasat mata kita bisa lihat bagaimana Telkomsel merajai ceruk pasar yang ada diluar wilayah perkotaan. Dipedesaan, terutama daerah yang minim infrastuktur, operator telekomunikasi lainnya tidak bisa berbuat banyak dalam persaingan untuk merebut pasar.

Telkomsel memiliki aktiva tetap berupa BTS yang jauh lebih unggul dengan kompetitor lainnya diwilayah luar perkotaan. Operator selain telkomsel tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap konsumennya.

Pada akhirnya, secara data Telkomsel mendominasi market share jasa telekomunikasi didaerah.

Atau anda pernah melihat laporan keuangan PT KAI, PLN ataupun Pelindo 3 ?

Ketiganya adalah perusahaan jasa.

Jumlah aktiva tetap persuahaan BUMN tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan aktiva lancar yang mereka punya.

# Usaha Industri

Manajer keuangan diperusahaan yang bergerak dibidang industri cenderung untuk menyeimbangkan nilai antara aktiva lancar dan aktiva tetap yang dimiliki.

Selain menjual barang produksi hasil sendiri, unit usaha industri membutuhkan pasokan aktiva lancar yang cukup untuk memenuhi penyediaan bahan baku barang produksinya.

Untuk memaksimalkan proses produksi, perusahaan industri juga wajib untuk menyediakan aktiva tetap dalam kondisi yang maksimal untuk menghasilkan produknya.

Jika perusahaan memiliki aktiva tetap mesin pabrik, gudang yang luas namun kesulitan dalam penyediaan bahan baku karena tidak tercukupinya aktiva lancarnya, maka perusahaan akan kesulitan dalam beroperasi.

Begitu juga jika perusahaan memiliki cukup kas untuk menyetok persediaan bahan baku namun tidak memiliki mesin yang memadai, maka produksi tidak bisa maksimal.

Manajer keuangan harus menyesuaikan dimana perusahaan mereka berada. Bagaimana perusahaan beroperasi dan faktor lainnya untuk memutuskan dalam mengambil kebijakan pengelolaan aset.

Salah langkah dalam pengelolaan aset yang ada maupun yang akan ada adalah bencana bagi perusahaan. Tertinggal dalam persaingan hingga menurunnya nilai perusahaan yang berujung pada kerugian bagi pemilik saham.

Hutang Jangka Panjang, Keuntungan dan Risikonya

Hutang Jangka Panjang, Keuntungan dan Risikonya

Hutang jangka panjang adalah pinjaman yang memiliki tempo pembayaran lebih dari 5 tahun. Umumnya utang jangka panjang memiliki rentang waktu pembayaran 5 - 30 tahun.

Modal (capital) bagi sebuah unit usaha sangat dibutuhkan. Modal dibutuhkan untuk operasional perusahaan, pengembangan usaha dan bahkan untuk mengawali usaha (start-up).

Bagaimana modal bisa diperoleh ?

Salah satu sumber modal adalah utang jangka panjang.

hutang jangka panjang

sumber gambar : moneysave

Hutang Jangka Panjang

Memiliki hutang dalam berbisnis adalah keniscayaan.

Hutang bisa muncul karena adanya kebutuhan.

Kebutuhan untuk operasi perusahaan, kebutuhan untuk memulai usaha, kebutuhan untuk pengembangan usaha, kebutuhan untuk membayar hutang.

Dan kebutuhan perusahaan yang lain.

Perusahaan yang memiliki visi jauh kedepan.

Memikirkan bahwa perusahaan akan terus beroperasi hingga selamanya.

Sudah selayaknya untuk mempertimbangkan opsi memenuhi kebutuhan pendanaan dengan hutang jangka panjang.
"Hutang jangka panjang adalah hutang yang memiliki tengggang waktu pembayaran lebih dari satu tahun buku atau operasional perusahaan. [Kieso]"
Berbeda dengan hutang jangka pendek yang memiliki jatuh tempo atau segera dibayaran selama kurang dari satu tahun buku.

Sumber utang jangka panjang biasanya diperoleh dari bank, investor ataupun perusahaan lain.

Hutang jangka panjang umumnya digunakan untuk keperluan investasi perusahaan.

Investasi yang manfaatnya juga akan dirasakan bukan hanya satu dua periode saja, namun hingga jangka waktu yang relatif lama.

Bisa 10 -50 tahun atau lebih.

Sifatnya lebih permanen.

Contoh investasi seperti membeli tanah, pembangunan pabrik baru, membangun gedung baru, membeli perusahaan supplier, akuisisi perusahaan pesaing.

Dan lain sebagainya.

Contoh Utang Jangka Panjang

Contoh utang jangka panjang adalah hipotik dan obligasi.

#1. Hipotik

Hutang atau pinjaman hipotek adalah hutang yang menggunakan aktiva tetap sebagai jaminan.

 Aktiva tetap yang bisa dijaminkan contohnya gedung atau bangunan, rumah, mesin, tanah dan atau aset tidak bergerak lainnya yang dimiliki oleh perusahaan.

Kreditur atau pemberi pinjaman dapat menyita, mengambil dan menjual barang yang telah dijaminkan tersebut apabila perusahaan tidak bisa melunasinya.

Hutang pinjaman hipotik ini contohnya adalah pinjaman kepada bank.

Untuk memperoleh pinjaman hipotik ini, bank memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Besar kecilnya pinjaman akan menyesuaikan dengan jaminan aset yang tersedia dan juga kemampuan membayar.

Kemampuan membayar ini bisa dilihat dari kelancaran arus kas, laba tahunan yang diperoleh perusahaan dan indikator lainnya yang menjadi pertimbangan pihak bank untuk menyetujui pinjaman.

Jangka waktu pembayaran berdasarkan kesepakatan antara peminjam dan bank yang telah disepakati. Umumnya 5-10 tahun.

#2. Obligasi

Obligasi adalah utang yang diperoleh dengan cara menerbitkan surat berharga obligasi.

Pembeli obligasi dikenal dengan pemegang obligasi yang artinya juga adalah sebagai pemberi hutang (kreditur)

Surat berharga obligasi berisi tentang nominal obligasi, bunga obligasi pertahun, tanggal pelunasan dan hal lain sesuai dengan jenis obligasi yang disepakati oleh penerbit (perusahaan) dengan pembeli (pemberi pinjaman).

Keuntungan Utang Jangka Panjang

Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan pembiayaan utang jangka panjang bagi perusahaan.

#1. Pengurang Pajak

Bunga pinjaman dari hutang jangka panjang adalah biaya yang harus dibebankan kepada perusahaan tiap tahunnya.

Secara pencatatan akuntansi, bertambahnya beban bunga akan mengurangi laba perusahaan yang kemudian memperkecil pajak yang akan dibayarkan.

#2. Biaya Modal Rendah

Biaya modal dari utang jangka panjang seperti obligasi dan hipotik cenderung lebih rendah dibandingkan biaya modal dari pendanaan lain seperti penerbitan saham baru.

Maksud biaya modal adalah biaya yang dikelaurkan untuk mendapatkan modal (dalam hal ini utang)

#3. Biaya Bunga Terbatas

Biaya bunga terbatas maksudnya adalah besar kecil tingkat bunga utang telah ditentukan.

Berapapun laba bersih yang berhasil dibukukan oleh perusahaan, jumlah bunga yang dibayarkan tetap.

Hal ini akan berbeda jika perusahaan mendapatkan dana bukan selain dari utang seperti penambahan saham baru.

Jumlah dividen yang dibayarkan tergantung dari laba bersih yang dihasilkan.

#4. Tidak Mengubah Pengendalian

Pemberi pinjaman atau kreditur dengan skema yang lain tidak memiliki hak suara perusahaan. 

Kreditur tidak bisa mengintervensi kebijakan manajemen perusahaan secara langsung.

Kreditur tidak akan pernah bisa mempengaruhi kebijakan kebijakan yang akan dan sedang dijalankan oleh manajemen.

Hal ini tentu akan berbeda jika perusahaan menerbitkan saham baru dalam pendanaannya.

Penerbitan saham baru akan membuat kepemilikan dan pengendaian perusahaan akan berubah.

#5. Lebih Fleksibel

Struktur keuangan dan struktur modal perusahaan tidak kaku dan bisa diubah kapan saja sesuai dengan keinginan.

Maksudnya...

Ketika perusahaan bisa langsung melunasi utangnya sekaligus tanpa harus menunggu jatuh tempo yang masih lama.

Memang hal ini akan menimbulkan biaya dan denda.

Tetapi paling tidak struktur modal bisa dengan mudah dan cepat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan risiko.

Namun bila dalam perjanjian utang dengan kreditur memberikan opsi skema penebusan, maka pelunasan utang sebelum jatuh tempo akan jauh lebih mudah.

#6. Kepastian Perencanaan Keuangan

Utang memiliki waktu pembayaran pokok dan bunga yang sudah ditentukan.

Waktu dan nominalnya sudah pasti dan jelas.

Kepastian waktu dan nominal yang akan dibayarkan ini memudahkan manajemen keuangan dalam merencanakan keuangan perusahaan secara pasti.

Risiko Hutang Jangka Panjang

Sisi lain dari keuntungan yang akan diperoleh adalah adanya resiko yang akan mengiringi kebijakan hutang jangka panjang. Seperti ini:
  • Nilai saham perusahaan bisa terkoreksi apabila respon pasar terhadap kebijakan hutang jangka panjang tidak terlalu baik.
  • Menjadi beban tetap setiap tahun yang harus ditanggung oleh perusahaan.
  • Adanya resiko gagal bayar yang bisa membuat perusahaan bisa dipailitkan.
  • Semakin besar dan semakin lama jangka waktu pinjaman membuat resiko juga semakin tinggi.
  • Penggunaan dana hasil pinjaman yang tidak efektif bisa mengganggu performa perusahaan. Terlebih hubungannya dengah arus kas perusahaan.

Mengambil Hutang Jangka Panjang atau Tidak?

Mencapai tujuan jangka panjang dengan sarana utang jangka panjang adalah sebuah opsi.

Keinginan untuk berkembang dan maju memenangi persaingan mendorong manajer keuangan mengambil langkah ini.

Nominal yang besar dan pengembalian dalam tempo yang cukup lama adalah sebuah kesempatan.

Mengukur sebesar apa nominal jumlah utang yang dibutuhkan dan kemungkinan kesanggupan membayar adalah salah satu fungsi pendanaan dari manajer keuangan.

50 Miliar mungkin jumlah yang tidak begitu besar bagi perusahaan sekelas Ciputra Group.

Namun sangat besar diluar jangkauan bagi UD Mekar Jaya, usaha furniture milik Pak Haji Slamet.

Rasio hutang harus dicermati.

Besar kecilnya jumlah utang jangka panjang yang ideal diputuskan dengan melihat struktur modal perusahaan.

Manajemen keuangan semestinya sudah paham, berapa jumlah ekuitas yang ada, berapa jumlah aset yang dimiliki dan termasuk berapa jumlah laba yang dihasilkan atau akan dihasilkan.

Maka muncullah istilah Rasio Solvabilitas.
" Rasio solvabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kesanggupan perusahaan untuk membayar kewajiban atau hutang jangka panjang jika perusahaan dilikuidasi. [Syafri (2008:303)] "
Manajer keuangan sudah selayaknya mengetahui dengan detail rasio yang ada.

Beda perusahaan, beda pula rasionya, beda industri, beda pula rasionya.

Ketidak-akuratan rasio yang dihitung, penggunaan dana dari hutang yang tidak tepat, dan tidak tercapainya target yang diharapkan dengan penggunaan dana dari hutang jangka panjang adalah mimpi buruk.

Telat dan ketidak-sanggupan membayar cicilan merupakan gejala.

Semangat kreditur dalam menuntut pailit perusahaan adalah niscaya.

Namun jika terjadi sebaliknya, tujuan perusahaan dengan mudah bisa dicapai.

Mengenal HIPOTIK, Sebuah Hutang Jangka Panjang

Mengenal HIPOTIK, Sebuah Hutang Jangka Panjang

Pengertian Hipotik

Hipotik adalah utang yang menggunakan aktiva tetap sebagai jaminan. aktiva tetap perusahaan contohnya gedung, bangunan, rumah, mesin, tanah maupun kapal laut.

Perusahaan yang membutuhkan dana untuk berkembang menembuh berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang. Bisa menempuh cara menambah modal, menggunakan laba yang dihasilkan (retaired earning) ataupun dengan berhutang.

Untuk jangka panjang. Selain obligasi, hipotek atau juga dikenal sebagai mortgage adalah jenis hutang yang paling sering digunakan.

Umumnya, pihak kreditur dengan skema pinjaman hipotik adalah bank. Tentunya dengan syarat syarat perbankan tertentu yang harus dipenuhi apabila ingin mendapatkan pinjaman hipotik.

Jatuh tempo hipotik adalah dalam jangka waktu yang cukup lama. Bisa 15-25 tahun.

Setelah adanya perjanjian hutang hipotik, kreditur atau pemberi pinjaman akan memegang kepemilikin aset perusahaan. Namun selama dalam masa cicilan pembayaran hutang dan bunga. Perusahaan masih bisa menempati, memanfaatkan, mengoperasionalkan aset tersebut seperti aktiva tetap milik perusahaan sendiri.

Pengertian hipotik dikenal juga dengan 'klaim atas properti'. Apabila peminjam tidak bisa melakukan pembayaran hipotik. Kreditur bisa menyita aset yang dijadikan jaminan atas hipotik tersebut.

pinjaman dana hipotek
sumber gambar : shareicon

Bunga Hipotik

#1. Hipotik Bunga Tetap

Dengan skema bunga tetap ini. Peminjam uang akan membayarkan pinjaman pokok dan bunga sesuai yang telah disepakati. Bunga yang dibayarkan tingkat suku bunganya tetap. Tidak berubah-ubah.

Jadi semisal nanti kedepan suku bunga umum naik turun fluktuatif, Tingkat suku bunga utang hipotik tidak akan berubah.

Mungkin bulan depan tingkat suku bunga umum naik, maka suku bunga hutang hipotik tidak ikut naik. Dan begitu pula sebaliknya. Apabila kedepan tingkat suku bunga secara umum turun. Maka tingkat suku hipotik masih tetap.

#2. Hipotik Bunga Mengambang

Mungkin ada istilah lain yang lebih tepat dan lebih umum. Maksudnya bunga mengambang adalah. Besaran tingkat suku bunga yang dibayarkan dengan skema ini adalah tidak tetap alias mengambang. Mengikuti tingkat suku bunga bank yang berlaku dipasaran.

Mungkin pada bulan ini tingkat suku bunga hipotik sebesar sekian persen. Namun pada periode berikutnya, angkanya bisa saja berubah. Bisa turun dan juga bisa naik. Sesuai dengan tingkat suku bunga bank.

Objek Hipotik

Objek utang hipotik adalah aset tidak bergerak yang bisa dipindah-tangankan beserta seluruh perlengkapan yang ada. Misalnya jaminan atas semua tanah yang berstatus hak milik. Hak guna usaha dan hak guna bangunan, Seperti bangunan rumah, pabrik, gudang, hotel dan lain sebagainya.

Hipotik kapal laut.

Di Indonesia, kapal laut bisa menjadi objek hipotik. Ukuran kapal laut yang bisa dijadikan jaminan hipotik adalah kapal laut yang berukuran 20 m3 (kotor) keatas.

Ciri Khas dan Sifat Hipotik

Ciri khas hipotik berdasarkan KUH Perdata adalah sebagai berikut :
  • Ondeelbar, adalah hipotik tidak bisa dibagi-bagikan karena hipotek berada diatas semua aset yang menjadi objeknya. Artinya apabila sebagian hutang hipotik telah dibayar maka sebagian hak hipotik tidak otomatis dihapus.
  • Accecoir, adalah hipotik merupakan sebuah perjanjian tambahan. Perjanjian utamanya adalah perjanjian hutang-piutang.
  • Verhallsrech, Bingung cara membacanya? berhaalsrecht adalah hak mengenai pelunasan hutang saja. Tidak mempunyai hak untuk memiliki benda yang dijaminkan. Tetapi apabila diperjanjikan, kreditur bisa memiliki hak untuk menjual aset jaminan yang disepakatai atas kekuasaan sendiri apabila debitur melakukan kelalaian..
Berdasarkan pada KUH Perdata, sifat yang dimiliki oleh hipotik dari apa yang ada pada hak kebendaan biasanya seperti :
  • Absolut, merupakan hak yang bisa dipertahankan terhadap segala tuntutan dari siapapun.
  • Droit de Suite merupakan hak dimana hak tersebut mengikuti aset yang dijaminkan berada ditangan siapa aset tersebut berada.
  • Droit de Preference, adalah seseorang yang memiliki hak untuk didahulukan pembayaran piutangnya diantara para pemberi hutang lainnya. Hak disini tidak dipengaruhi oleh situasi pailit atau penyitaan yang dilakukan terhadap aset yang dijaminkan.

Asas dalam Hipotik

Sri Soedewi Masjchoen Sofwan dalam bukunya Hukum Perdata: Hak Jaminan Atas Tanah menjelaskan tentang 3 asas hukum yang berada dalam hipotik adalah

#1 Asas Specialiteit

Asas Specialiteit adalah asas yang menyatakan bahwa utang hipotek hanya bisa dilandasi atas aset aset yang ditunjuk khusus.

Aset tidak bergerak yang yang terikat sebagai tanggungan.

Contohnya aset yang jaminkan hipotik itu wujudnya seperti apa, dimana letak lokasinya, berapakah besar kecil atau luas aset beserta batasan batasannya.

#2. Asas Publicitiet 

Asas Publicitiet merupakan asas dimana hipotik tersebut diwajibkan untuk didaftarkan pada register umum agar bisa diketahui oleh pihak lainnya.

#3. Asas Ondeelbaarheid 

Asas Ondeelbaarheid atau atas tidak bisa dibagi bagi. Artinya hipotik membebani semua aset  yang menjadi jaminan dalam keseluruhan. Aset dan setiap bagian-bagian dari aset bergerak. Apabila hutang hipotik telah dibayar sebagian, maka pembayaran tersebut tidak akan mengurangi sebaian dari aset yang dijaminkan.

    Janji (Bedingen) dalam Hipotik | Bedigen

    Umumnya, pada perjanjian utang hipotik, sudah sangat lazim diadakan perjanjian-perjanjian yang tujuannya untuk melindungi kepentingan peminjam atau kreditur agar tidak dirugikan.

    Perjanjian tersebut harus dicantumkan dengan tegas didalam akta hipotik. Biasanya perjanjian dalam hipotik adalah berisi tentang janji mengenai sewa. Janji untuk tidak dibersihkan. Janji mengenai asuransi. Janji untuk menjual atas kekuasaan sendiri. Di Indonesia, semua isi perjanjian tersebut sudah diatur dalam undang-undang yang ada.

    Hak dan Kewajiban dalam Hipotik

    Terhitung ketika terjadinya pembebanan hutang hipotik, maka ketika itu pula muncul hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak. Pemberi (penghutang) dan penerima hipotik (kreditur).

    Hak pemberi utang hipotik adalah :
      1. Tetap bisa menggunakan aset.
      2. Tetap menguasai aset, asalkan pemberi pinjaman tidak dirugikan. Seperti merubah aset. Mengurangi nilai, ukuran dan kapasitas aset jaminan.
      3. Mendapatkan dana pinjaman.
        Kewajiban pemberi hutang hipotik adalah :
          1. Membayar cicilan hutang pokok dan bunga pinjaman hipotek.
          2. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, peminjam berkewajiban membayar denda.
            Hal hal yang menjadi kewajiban pemberi utang hipotik adalah hak yang akan diterima oleh penerima hutang hipotik seperti hak menerina pembayaran cicilan hutang pokok beserta dengan bunga pinjamannya.

            Menerima pembayaran denda apabila pemberi utang hipotik melakukan keterlambatan pembayaran.

            Kewajiban penerima hipotik, Tentu saja apa saja yang merupakan hak pemberi utang hipotik adalah merupakan kewajiban bagi penerima utang hipotik seperti berkewajiban menberi pinjaman kepada pemberi hipotik.

            Berakhirnya Hipotik

            Bagaimana sebuah perjanjian hutang hipotik bisa berakhir ?

            Ada beberapa hal yang menyebabkan terhentinya sebuah perjanjian utang hipotik adalah :
            • Hutang hipotik beserta bunga telah dibayar lunas oleh pemberi hipotik.
            • Musnahnya aset yang menjadi jaminan pada perjanjian hipotik. Hal ini bisa terjadi misalnya gedung yang hancur karena bencana alam. Kapal yang tenggelam. Tanah yang longsor dan lain lain.
            • Berakhirnya jangka waktu hipotik, maka hapuslah hak hipotik tersebut.
            • Menurut KUH Perdata pasar 1169, penghapusan hak  hipotik juga bisa apabila pemilik aset bergerak yang dijaminkan hanya memiliki hak bersyarat terhadap aset tersebut dan hak bersyarat tersebut terhenti.
            • Bisa juga perjanjian hipotik gugur disebabkan oleh daluarsa yang membuat seseorang bebas dari sebuah kewajiban (daluarsa ekstraktif)
            • Apabila kreditur atau penerima hipotik dengan sukarela melepaskan hak hipoteknya. Pelepasan sukarela seperti ini tidak ditentukan secara bentuk hukumnya. Namun harus diungkapkan dengan tegas dan jelas. 

            Manfaat Hipotik

            Ada beberapa manfaat dari mengambil utang hipotik daripada pendanaan jenis lain. diantarnaya:

            # Manfaat Pajak

            Bunga dari utang hipotik bisa mengurangi pajak.

            Bunga yang harus dibayarkan setiap periode menjadi salah satu pengurang beban pajak perusahaan. Dengan bunga ini, perusahaan dapat membayar pajak lebih kecil daripada yang seharusnya dibebankan jika tanpa adanya bunga.

            Misalnya, perusahaan ingin membeli sebuah gudang. Jika perusahaan tersebut memilih membeli dengan membayar tunai dari kas internal perusahaan. Maka tidak ada bunga.

            Namun apabila perusahaan membeli gudang tersebut dengan meminjman menggunakan hipotik bank misalnya, maka akan ada bunga. Dan bunga ini bisa mengurangi jumlah pajak terutang perusahaan. Terlebih jika dibandingkan dengan pembelian gudang secara tunai.

            Dan umumnya tingkat bunga hipotik lebih rendah dari instrumen lain (karena pinjaman dijamin.) dengan jangka waktu pelunasan yang cukup lama.

            Kelebihan lain adalah jika bunga hipotik diputuskan dalam bentuk bunga tetap (fixed rate) maka ketika suku bunga acuan secara umum naik, bunga hipotik yang dibayarkan masih tetap tidak mengikuti kenaikan.

            Namun minusnya apabila suku bunga turun, sementara bunga hipotik tetap di rate yang lebih diatas.

            Kelebihannya adalah bahwa perusahaan bisa dengan mudah dan presisi merencanakan arus kasnya. berapapun suku bunga dipasaran. P

            erusahaan sudah mempunyai perhitungan yang pasti terhadap pembayaran bunga hipotiknya. Perusahaan mudah melakukan perencanaan pembayaran.

            # Kreditur tidak Memiliki Hak Suara

            Manfaat lain dari pendanaan utang hipotek adalah bahwa pemilik hipotik atau pemberi hutang tidak memiliki suara dalam internal perusahaan.

            Maksudnya, peminjam tidak bisa ikut campur masalah internal perusahaan. Tidak bisa mempengaruhi, mengubah, ataupun mendikte arah jalannya perusahaan.

            Tentu hal ini berbeda jika pendanaan yang dibutuhkan didapat dengan skema penerbitan saham baru dimana para pemilik sahamnya bisa memiliki suara dalam perusahaan.

            Apabila perusahaan sudah merasa tidak membutuhkan utang lagi. Perusahaan bisa memutuskan untuk melunasi sisa hutang yang ada lebih cepat dari durasi hitpotik.

            Kapan saja. Tanpa harus lama menunggu mencicil hingga batas terakhir pelunasan.

            Walaupun munkin nanti ada denda atau segala biaya administrasi yang lain yang mengikutinya.

            # Bisa Memanfaatkan Aktiva Jaminan

            Manfaat hipotik yang lain adalah, perusahaan masih bisa menggunakan, mengoperasikan atau memanfaatkan aset tetap yang telah menjadi jaminan hipotik.

            Dengan menggunakan aset yang dijaminkan, kinerja perusahaan tidak akan terganggu sedikitpun.

            Perusahaan tidak bisa menggunakan aset yang dijaminkan apabila perusahaan tidak mampu untuk melakukan pembayaran pinjaman.

            Namun, walaupun perusahaan bisa memanfaatkan aset yang menjadi jaminan pinjaman hipotik, aset tersebut tidak boleh berubah. Tidak berkurang kapasitasnya. Tidak berkurang ukurannya. Tidak berkurang nilainya akibat penggunaan.

            Kekurangan Hipotik

            Kekurangan pendanaan dari hipotik terdapat pada biaya yang lumayan tinggi dan penggunaan aktiva tetap yang menjadi jaminan dibatasi.

            # Biaya Hipotik

            Sama dengan halnya produk perbankan lain, kelemahan utama utang hipotik adalah adanya biaya yang cukup besar dalam dalam pembayarannya.

            Didalam beberapa kasus, total jumlah pembayaran pinjaman bahkan bisa melebihi harga asli dari aktiva tetap yang dijaminkan oleh perusahaan.

            Kelebihan total pembayaran ini umumnya terdiri atas bunga atas utang hipotek serta biaya premi asuransi aktiva tetap.

            Serta ada tambahan biaya lain yang harus dikeluarkan, peminjam harus membayar biaya notaris, biaya administrasi tambahan bank dan bahkan biaya atas apraisal atau penilaian aktiva tetap yang akan dibeli atau dijaminkan.

            Jumlah dari biaya biaya ini cukup besar jika ditotal.

            # Penggunaan Aktiva Dibatasi

            Kelemahan dari utang hipotek yang lain adalah ketika aktiva tetap yang menjadi jaminan atas utang hipotek, maka penggunaan atas aktiva tetap tersebut akan dibatasi.

            Aktiva tetap tersebut memang masih bisa dipakai, dimanfaatkan, dioperasikan oleh perusahaan. Namun penggunaannya akan terbatas oleh kebijakan bank.

            Aset yang dijaminkan tidak bisa dijual, disewakan, bahkan membuat perubahan yang diperlukan atas aset tersebut tidak bisa dilakukan sampai pinjaman tersebut dilunasi sepenuhnya beserta biaya biaya yang ada didalamnya.

            Perusahaan memang tidak ada niatan untuk menjual atau menyewakan aset tetapnya. Perusahaan memang akan menggunakan aset tetapnya sendiri.

            Namun dalam beberapa kondisi dan situasi tertentu, perusahaan mungkin perlu melakukan hal tersebut. Perusahaan mungkin ingin menjual atau sekedar menyewakan asetnya, tapi itu tidak bisa dilakukan karena asetnya masih berstatus jaminan bank.

            Bahkan misalnya perusahaan memerlukan gudang tambahan agar produksinya bisa meningkat, namun untuk memperluas gudang tambahan, mengupgrade kapasitas mesin atau yang lainnya yang bisa mengubah aktiva tetap yang dijaminkan, maka hal itu tidak bisa dilaksanakan.

            Dengan melihat tentang hipotek diatas, hipotik merupakan sebuah pilihan yang banyak diambil perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjangnya. Fungsi pendanaan yang nanti akan dipakai untuk pengembangan usaha. Apapun bentuknya.

            Hipotik adalah leverage bagi perusahaan ? itu hal yang niscaya bisa terjadi.

            referensi : http://howded.com/id/pages/213501
            http://wardahcheche.blogspot.co.id/2014/04/hipotik.html

            Apa Itu Obligasi dan Definisi dan Keuntungannya

            Apa Itu Obligasi dan Definisi dan Keuntungannya


            Apa itu OBLIGASI ? Apa yang dimaksud dengan obligasi ?

            Obligasi adalah surat hutang. Surat utang yang bagaimana ?

            Pengertian Obligasi 

            Obligasi atau yang juga dikenal dengan istilah bond merupakan sertifikat atau surat berharga yang berisi tentang pengakuan atas hutang oleh penerbit obligasi kepadad investor (pemberi pinjaman).

            Pengertian obligasi adalah sertifikat atau surat berharga yang isinya adalah kontrak antara investor selaku pemegang obligasi dengan perusahaan penerbit obligasi yang menyatakan bahwa pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah dana kepada perusahaan penerbit obligasi.

            Perusahaan penerbit obligasi sebagai peminjam dana, berkewajiban untuk membayar sejumlah bunga secara berkala sesuai dengan tempo yang telah ditetapkan dan juga melunasi pokok pinjaman ketika tanggal jatuh tempo obligasi.

            Utang obligasi umumnya diterbitkan oleh pemerintah dan perusahaan swasta yang membutuhkan dana dari luar perusahaan.

            Kupon obligasi adalah tingkat bunga pinjaman obligasi yang harus dibayarkan oleh debitur kepada kreditur.

            Pada umumnya obligasi diterbitkan pada rentang waktu tertentu. Pinjaman obligasi umumnya berjangka waktu menengah - panjang. Rata rata obligasi di Indonesia memiliki jangka waktu 5 tahun dan yang paling lama 30 tahun.

            Obligasi adalah produk dari pasar modal. Bukan produk dari lembaga keuangan seperti bank atau lembaga keuangan bukan bank.

            Bank biasanya tidak bertanggungjawab terhadap semua tuntutan dan resiko yang muncul dari investasi obligasi. Obligasi tidak termasuk objek program penjaminan simpanan. Bank hanya menjadi agen penjual obligasi.

            Kesepakatan lain dalam obligasi bisa dicantumkan seperti pemegang obligasi atau adanya pembatasan upaya hukum yang dibisa diambil oleh penerbit obligasi.

            Obligasi adalah utang namun dalam bentuk sekuritas. Sama seperti saham, utang obligasi bisa dipindahtangankan. Obligasi bisa diperjual-belikan dipasar sekunder layaknya saham.

            Bagi penerbit, baik pemerintah ataupun perusahaan, obligasi merupakan opsi pendanaan yang menarik karena memiki jangka waktu yang relatif panjang dengan biaya yang relatif murah.

            Dari sudut investor, ketika berinvestasi obligasi. Akan terlihat mirip dengan investasi dideposito bank. Investor akan memperoleh bunga (kupon) secara berkala. Umumnya diberikan setiap tiga (3) bulan, enam (6) bulan atau satu (1) tahun sekali sampai dengan jangka waktu tempo yang telah ditentukan.

            Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

            Berk [2007:212]

            "Obligasi merupakan surat berharga yang diterbitkan (dijual) oleh perusahaan atau pemerintah untuk memperoleh dana dari investor dengan pemberian kompensasi berupa bunga yang dibayarkan berdasarkan perjanjian awal."

            Fahmi [2013:42]

            "Obligasi adalah surat berharga yang didalamnya tercantum berbagai hal yang menjelaskan tentang nilai nominal, tingkat kupon (suku bunga), nama penerbit, jangka waktu serta ketentuan ketentuan lain yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yang dijual kepada publik."

            Tandelilin [2010:40]

            "Obligasi merupakan sekuritas berisi janji untuk memberi pembayaran tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan."

            Pratomo dan Nugraha [2009]

            "Obligasi merupakan surat hutang berjangka waktu lebih dari satu (1) tahun dengan tingkat suku bunga tertentu yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk memperoleh dana dari masyarakat yang nantinya akan digunakan untuk pembiayaan perusahaan atau anggaran pemerintah."

            Yuliana dkk [2011]

            "Obligasi adalah surat tentang pengakuan hutang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah atau lembaga yang lain sebagai pihak yang berhutang. Memiliki nilai nominal dan kesanggupan dalam pembayaran bunga secara berkala dengan tingkat persentase atau bunga tertentu yang tetap."

            Frank J. Fabozzi

            "Obligasi merupakan jenis hutang atau surat pengakuan utang sebuah perusahaan atau pemerintah yang akan dibayar lunas ketika waktu jatuh tempo sebesar jumlah nominalnya. Penghasilan yang bisa diperoleh dari sebuah obligasi adalah tingkat bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi."

            Keuntungan Obligasi ?

            Perusahaan maupun investor akan mendapatkan keuntungan dengan dengan obligasi.

            Bagi perusahaan, obligasi jelas menguntungkan dengan mendapatkan sumber dana perusahaan yang akan diperlukan untuk kegiatan operasional maupun pengembangan ekspansi perusahaan.

            Obligasi dan saham sering menjadi pertimbangan utama manajemen keuangan dalam mendapatkan sumber dana perusahaan. Ada beberapa keuntungan ketika manajemen memutuskan untuk memilih menerbitkan obligasi daripada saham. Antara lain :
            • Penerbitan obligasi tidak mengganggu hak pengendalian pemegang saham karena pemegang obligasi statusnya adalah kreditur. Tidak mempunyai hak suara didalam perusahaan.
            • Obligasi bisa menghemat pajak. Bunga obligasi adalah beban perusahaan yang bisa menjadi pengurang pajak.
            • Earning Per Share (EPS) lebih tinggi karena tidak terdapat penerbitan saham baru.

            Keuntungan untuk Investor ?


            1. Bunga

            Obligasi memberikan pendapatan bunga untuk investornya. Bunga tersebut umumnya disebut dengan kupon obligasi. Ada 2 jenis kupon dalam obligasi. Fixed coupon (kupon tetap) dan floating coupon (kupon mengambang)

            Kupon obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga deposito bank.

            Perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut berkewajiban membayar bunga kepada pemilik obligasi dari perusahaan tersebut. Karena pada dasarnya obligasi adalah SURAT UTANG.

            Karena obligasi adalah hutang, maka obligasi mempunyai privelage yang lain. Yakni menjadi prioritas pelunasan apabila jika dibandingkan dengan instrumen lain seperti saham.

            Walaupun obligasi adalah hutang. Namun pada kasus tertentu ada obligasi yang tidak memberikan bunga. Zero Coupon Bond namanya.

                           Baca juga : Obligasi Tanpa Bunga (Zero Coupon Bond)

            2. Mudah dijual belikan.

            Obligasi mudah untuk diperjual-belikan atau diperdagangkan dipasar sekunder. Bursa Efek Indonesia (BEI) atau diluar BEI

            3. Capital Gain

            Capital gain merupakan keuntungan yang didapat dari selisih harga obligasi ketika obligasi yang dimiliki diperdagangkan. Contohnya, harga obligasi awal adalah 100 %, dan ketika obligasi tersebut akan dijual, harganya naik menjadi sebesar 120 %. Jika obligasi tersebut terjual, maka pemilik obligasi tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar 20 %.

            4. Dijadikan Agunan. Obligasi bisa dijadikan jaminan seperti obligasi negara.

            5. Aman. Obligasi termasuk investasi yang aman karena pembayaran bunga dan pokok pinjamannya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
            contoh surat perjanjian obligasi

            Pihak yang Menerbitkan Obligasi

            Siapa saja yang bisa menerbitkan obligasi ?

            Tentu saja pihak yang membutuhkan uang. Dengan cara berhutang.

            Umumnya yang menerbitkan obligasi adalah perusahaan yang memerlukan tambahan uang untuk pengembangan usaha. Selain itu pemerintah juga bisa menerbitkan obligasi. Bahkan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih sering kita dengar.

            Berikut pihak pihak yang biasanya menerbitkan obligasi.
            • Pemerintah
            • Lembaga supranasional. Misalnya Bank Investasi Eropa
            • Lembaga pemerintahan. Umumnya disebut agency bonds
            • Sub-sovereign. Di Indonesia biasa disebut dengan SUN (Surat Utang Negara)
            • Perusahaan swasta
            • Spesial Purpose Vehicles. Sebuah perusahaan yang bertujuan khusus untuk menguasai aset tertentu. Tujuannya untuk penerbitan obligasi yang disebut Efek Beragun Aset 

            Jenis Jenis Obligasi

            Di Indonesia, jenis utang obligasi terdapat beberapa macam. Beberapa jenis obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah di Indonesia contohnya sebagai berikut :
            • Obligasi Rekap. Obligasi yang bertujuan untuk Program Rekapitalisasi Perbankan
            • Obligasi Ritel Indonesia. Obligasi yang bertujuan menutup defisit APBN. Obligasi ini bernominal kecil supaya bisa dibeli secara ritel.
            • Surat Utang Negara. Sama dengan Obligasi Ritel Indonesia, Tujuannya menutup defisit APBN
            • Sukuk atau Obligasi Syariah. Sama seperti Surat Utang Negara namun dengan berdasarkan pada prinsip syariah.

            Pada perusahaan swasta, ada beberapa jenis obligasi yang umum diterbitkan.
            • Secure and Unsecured Bonds, Secure bond merupakan obligasi yang terdapat jaminan aset perusahaan tertentu seperti tanah, pabrik, gedung. Sedangkan Unsecured bond merupakan obligasi yang diterbitkan dngan kredit umum oleh penerbit.
            • Term and Serial Bonds. Term bond adalah obligasi yang memiliki jangka waktu yang spesifik dimasa depan. Serial Bond merupakan obligasi yang dibayar dengan cara cicilan.
            • Registered and Bearer Bonds. Registered bond adalah obliglasi yang diterbitkan menggunakan nama dari pemiliknya. Bearer bond merupakan obligasi yang terdaftar/didaftarkan. Pemegang bearer bond harus menggunakan kupon dalam menerima pembayaran bunganya.
            • Convertible and Callable Bond. Convertible bonds merupakan obligasi yang bisa dikonversi menjadi saham biasa perusahaan. Callable bonds merupakan obligasi yang bisa ditarik dalam jumlah tertentu sebelum obligasi tersebut jatuh tempo.
            Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Investasi Obligasi
            Referensi: www.edukasisaham.co.id, https://binus.ac.id, cermati.com

            Manajemen Keuangan: Apakah Harus Ada? (Prinsip dan Konsep)

            Manajemen Keuangan: Apakah Harus Ada? (Prinsip dan Konsep)

            Manajemen keuangan adalah catat mencatat uang saja. Paham akuntansi dan menjadi tanggung jawab bagian keuangan.

            Iu tidak salah. Tapi itu masih terlalu sempit. Manajemen keuangan lebih luas dari itu.

            Pengertian Manajemen Keuangan

            pengertian manajemen keuangan
            manajemen keuangan
            Definisinya kira kira seperti ini:
            Pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas organisasi untuk mengusahakan: mendapatkan, mengalokasikan, menggunakan dana organisasi secara efektif dan efisien.
            Awalnya, manajemen keuangan hanya untuk memperoleh dana saja. Manajer keuangan mencari dana untuk kebutuhan perusahaan. Mencarinya bisa dengan utang, atau tambahan modal pemiliknya. Atau dari sisa laba tahun sebelumnya (laba ditahan).

            Namun tuntutan jaman sudah berubah. Persaingan industri semakin ketat. Membuat peran manajemen keuangan bertambah. Lebih komplek. Dan lebih detail lagi: Menggunakan dana sekaligus mengelola aset perusahaan. Aset yang diperoleh dari dana yang berhasil dikumpulkan.

            Manajemen merencanakan kebutuhan dana. Kemudian mencarinya. Dan menggunakanya: membeli aset atau belanja modal. Tidak sampai disana: juga mengelola asetnya.

            Seperti itu ilmu manajemen keuangan yang modern. Tidak sebatas mengurusi akuntansi. Akuntansi atau keuangan hanya sebagian kecil.

            manajemen keuangan menurut ahli

            Kita bisa merangkumnya. Dan mendefinisikan sendiri.

            Manajemen keuangan adalah sebuah proses didalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan yang dimulai dengan cara mendapatkan dan menggunakan.

            Penggunaan dana yang diperoleh harus tepat sasaran, efektif dan efisien agar tujuan keuangan yang telah direncanakan bisa terealisasi.

            Perlukah Manajemen Keuangan? Seberapa Penting?

            Satu kata: perlu.

            Tidak peduli bisnisnya dibidang apa: industri manufaktur, jasa atau perdagangan butuh manajemen keuangan.

            Tidak peduli skala perusahaan: besar, menengah, kecil bahkan jualan kacang goreng sekalipun butuh manajemen keuangan.

            Ah masa....?

            Di usaha kecil tidak ada Manajemen. Semua dikelola sendiri. Seadanya dan semampunya. Usaha kecil itu: pemiliknya memproduksi sendiri, kulakan sendiri, diangkut sendiri, dijual sendiri, dijalani sendiri. Pemilik sekaligus kuli, sekaligus sales. Tidak terlihat: manajemen keuangan.

            Tunggu dulu, lihatlah ini:

            Sebelum berjualan. Mereka sudah pasti memikirkan ini: berapa modal yang dibutuhkan. Dari mana modalnya. Peralatan (aset) apa yang harus dibeli. Bagaimana cara menggunakan dan merawat peralatannya. Keperluan bahan bakunya. Harga jualnya. Cicilannya (kalau hutang). Sewa tempatnya. Meningkatkan produksinya. Dan lain lainnya.

            Intinya mereka sudah melakukan ini: merencanakan kebutuhan dana, menggunakan dan mengelolanya. Tanpa sadar. Tanpa belajar teori. Tanpa ilmu manajemen modern. Seperti di perusahaan perusahaan besar.

            Sederhana memang. Tapi tetap itu adalah ilmu manajemen keuangan.

            Bayangkan. Untuk menjual gorengan: butuh manajemen keuangan. Yang modalnya kecil itu. Yang perputaran uangnya kecil itu. Yang untungnya kecil itu. Apalagi usaha yang lebih besar. Bahkan perusahaan sangat besar.

            Prinsip Manajemen Keuangan

            Manajemen keuangan tidak hanya berbicara tentang pencatatan akuntansi saja.

            Lebih dari itu. Manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya menjadi urusan orang orang keuangan.

            Didalam prakteknya, manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

            Untuk itu diperlukan prinsip-prinsip keuangan yang mendasarinya. Perhatikan infografis berikut:

            Manajemen Keuangan Prinsip
            7 prinsip manajemen keuangan

            1. Consistency (Prinsip Konsistensi)

            Prinsip konsistensi maksudnya: tidak berubah. Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan harus sama disetiap periode.

            Konsisten disini bukan berarti tidak bisa dirubah sama sekali. Boleh dilakukan penyesuaian. Terlebih jika ada: perubahan kondisi. Internal atau eksternal.

            Jika ada perubahan: harus diumumkan. Juga disertai alasannya. Alasan yang jelas dan bisa diterima.

            Bagaimana jika tidak konsisten? pertanda pertanda buruk.

            Orang akan menilai: ada manipulasi pengelolaan keuangan. Apalagi jika tidak disertai alasan yang jelas. Dan masuk akal. Informasi seperti ini pengaruhnya besar. Bisa meruntuhkan nilai perusahaan: harga saham.

            Misalnya ini: kebijakan pencatatan penyusutan pada aset perusahaan. Secara teknis: ada beberapa cara dalam mencatatan penyusutan. Jika telah memilih salah satu teknik. Maka sebaiknya teknik itu digunakan terus.

            Penyusutan adalah biaya. Artinya mengurani laba. Jika teknik penyusutannya berubah: biaya yang dihasilkan juga ikut berubah. Endingnya: laba perusahaan juga ikut berubah. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

            Maka laba yang dihasilkan tidak stabil. Jika dibandingkan dengan periode periode sebelumnya. Investor tahu: perusahaan yang tidak stabil itu tidak bagus. Pandangan ini bisa membuat harga saham turun.

            2. Accountability (Prinsip Akuntabilitas) 

            Prinsip akuntabilitas adalah sebuah kewajiban hukum maupun moral yang melekat pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam memberikan penjelasan bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yang telah diberikan.

            Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yang telah dicapainya.

            Prinsip ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yang didapat tersebut dipergunakan.

            3. Transparancy (Prinsip Transparansi)

            Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi informasi tentang semua kegiatan yang dilakukan kepada yang berkepentingan.

            Termasuk memberi laporan keuangan yang lengkap, wajar, tepat waktu dan akurat yang bisa diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkan.

            Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen telah menyembunyikan sesuatu, dan hal seperti ini sangat bisa merusak perusahaan.

            4. Viability (Prinsip Kelangsungan Hidup)

            Seluruh pengeluaran operasional maupun yang berada ditingkat yang strategis harus disesuiakan dengan dana yang ada, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

            Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan.

            Manajemen keuangan wajib menyusun rencana keuangan yang bisa menunjukkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yang diperlukan.

            5. Integrity (Prinsip Integritas)

            Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

            Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan memberikan informasi keuangan yang lengkap dan tingkat keakuratan yang tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan.

            6. Stewardship (Prinsip Pengelolaan)

            Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yang sudah didapat dan menjamin dana yang diperoleh tersebut akan digunakan sebaik mungkin.

            Manajemen keuangan harus melakukannya dengan hati hati saat menyusun  rencana strategis, mengidentifikasi resiko keuangan dan menyusun serta membuat sistem pengendalian keuangan yang paling sesuai dengan karakter perusahaan.

            7. Accounting Standards (Prinsip Standar Akuntansi) 

            Sistem akuntansi keuangan yang digunakan harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku umum.

            Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yang dihasilkan manajemen bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

            Konsep Manajemen Keuangan

            Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan berbicara tentang bagaimana mempergunakan dan menempatkan dana yang ada.

            Fungsi yang ada dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi-fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

            Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama :
            1. Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
            2. Penggunaan Dana, suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
            3. Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (aktiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
            Bisa dilihat, fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan tentang pendanaan, investasi dan manajemen aset.

            Tujuan Manajemen Keuangan

            Tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan.

            Saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu.

            Sedangkan harga perusahaan tersebut adalah hasil dari usaha manajemen dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan.

            Jadi, manajemen keuangan bertujuan MEMAKSIMALKAN nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang tidak perlu. kegiatan yang bisa merugikan perusahaan.

            Fungsi Manajemen Keuangan

            1. Investment Decision (Keputusan Investasi)

            Investasi berarti penanaman modal pada aset riil atau aset finansial (surat berharga).

            Dalam keputusan investasi, manajemen harus memutuskan dana yang ada akan diinvestasikan dalam bentuk apa ?

            Membeli aset lalu kemudian mengelolanya ataukah bermain dengan surat berharga ?

            Keputusan ini sangat strategis yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusahaan pada masa mendatang.

            2. Financing Decision (Fungsi Pendanaan)

            Fungsi pendanaan ini mempelajari berbagai sumber dana perusahaan yang bisa diperoleh, baik berupa penambahan modal maupun hutang.

            Fungsi ini memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

            3. Deviden Decision (Keputusan Deviden)

            Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti :
            1. Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
            2. Tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
            3. Stock devidend (dividen saham)
            4. Stock split (pemecahan saham)
            5. Penarikan saham yang telah beredar
            Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan :
            • Perencanaan atas keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu.
            • Melakukan penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
            • Pengelolaan keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
            • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
            • Penyimpanan keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
            • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum maksimal
            • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
            • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

            Fungsi manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
            • Pengawasan terhadap biaya
            • Penetapan kebijakan harga
            • Peramalan laba dimasa mendatang
            • Pengukuran biaya untuk modal kerja 

            Fungsi Utama Manajemen Keuangan

            Fungsi Utama Manajemen Keuangan

            Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Pepatah tersebut mungkin memang benar adanya. Terlebih apabila kita berbicara tentang hidup dan matinya sebuah perusahaan.

            Uang yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak sangat buruk bagi perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan bahkan bisa saja ditentukan oleh bagaimana pengelolaan keuangan perusahaan tersebut dijalankan. Bagaimana cara mengelola keuangan perusahaan ?

            Manajemen keuangan adalah jawabannya. Pastikan manajemen keuangan diperusahaan tersebut bisa berfungsi dengan baik. Apa saja fungsinya ?

            Berikut 5 fungsi pokok dari manajemen keuangan yang umum terdapat pada perusahaan:
            1. Fungsi Perencanaan Keuangan (Planning)
            2. Fungsi Anggaran (Budgeting)
            3. Fungsi Pengendalian Keuangan (Controlling)
            4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan (Auditing)
            5. Fungsi Pelaporan Keuangan (Reporting)
            Manajemen Keuangan


            1. Fungsi Perencanaan Keuangan | Planning

            Perencanaan keuangan tidak hanya berlaku ketika perusahaan akan memulai bisnisnya. Ketika perusahaan telah berjalan, Ketika perusahaan ingin melakukan pengembangan usaha. Perencanaan keuangan mutlak diperlukan.

            Rencana keuangan akan menjadi pedoman untuk melangkah kedepan. Perusahaan bisa dengan mudah memprediksi pengeluaran dan pemasukan yang akan terjadi diperiode mendatang.

            Manajer keuangan akan mengetahui besar kecilnya kekuatan keuangan perusahaan. Manajemen akan menilai sejauh mana perusahaan akan mampu untuk memenuhi pembiayaan dan menyusun rencana operasional usaha yang lebih baik. Misalnya dengan adanya perencanaan meningkatkan kapasitas mesin atau menambah gudang baru untuk kegiatan operasional. Mana yang lebih membutuhkan.

            Fungsi perencanaan keuangan terdiri dari perencanaan laba rugi dan arus kas perusahaan. Manajemen keuangan juga berupaya menyusun rencana pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Menyusun kegiatan-kegiatan yang lain pada suatu periode.

            Tanpa perencanaan keuangan yang matang, bisa jadi pengeluaran akan menjadi kurang efektif. Tidak efisien. Pemasukan yang diharapkanpun bisa tidak memuaskan.

            2. Fungsi Anggaran | Budgetting

            Fungsi anggaran terdiri dari rencana penerimaan beserta pengalokasian anggaran yang efektif dan efisien dalam memaksimalkan dana perusahaan yang dimiliki.

            Fungsi Anggaran ini merupakan tindakan lanjutan dari fungsi perencanaan keuangan. Terdapat detail-detail pemasukan dan juga pengeluaran perusahaan.

            Manajemen keuangan harus dengan teliti menilai beberapa catatan penting dalam menyusun anggaran. Berapa banyak uang masuk. Berapa banyak uang keluar. Seberapa besar arus kas yang ada.

            Penilaian jeli manajer keuangan sangat dibutuhkan dalam menyusun anggaran. Terlebih anggaran operasional. Manajer harus bisa menganggarkan kapan harus melakukan pembelian peralatan baru, kapan dan berapa besar perlunya tambahan investasi, kapan harus menaikkan gaji pegawai dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mempengaruhi fungsi anggaran perusahaan.

            3. Fungsi Pengendalian Keuangan | Controlling

            Manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang ada dalam perusahaan. Dalam perjalanan operasional perusahaan, fungsi pengendalian keuangan sangat diperlukan .

            Pengendalian keuangan bisa diterapkan dengan membuat prosedur dan kebijakan yang bisa mencegah atau paling tidak meminimalisir kesalahan dalam mengelola keuangan.

            Bagaimana cara mencatat pengeluaran dan pendapatan ? Metode apa yang dipakai dalam pencatatan maupun pelaporan keuangan ? Bagaimana pengakuan pendapatan ? Bagaimana pajak yang ada ditangani ? Hal-hal tersebut bisa dipakai manajemen untuk melakukan pengendalian terhadap keuangan perusahaan.

            Bukan hanya itu saja. Perubahan-perubahan kondisi dan situasi yang luput dari prediksi dan rencana kerap terjadi. Baik perubahan yang terjadi di internal maupun di eksternal perusahaan. Terlebih perubahan kondisi yang tidak disengaja dan tidak diinginkan terjadi. Manajemen bisa dengan segera melakukan penyesuaian dan pengendalian terhadap keuangan perusahaan agar tidak terdampak buruk.

            Mengendalikan pengeluaran ataupun mengontrol pemasukan. Setinggi apapun pendapatan yang bisa diperoleh namun diiringi oleh pengeluaran yang tidak terkendali karena adanya perubahan yang terjadi. Maka hasilnya bisa saja sia-sia. Tidak maksimal.

            Pos-pos anggaran mana yang harus dikurangi. Pos mana yang harus ditambah. Pos anggaran mana yang harus dialihkan. Anggaran mana yang patut ditunda realisasinya. Manajer harus jeli melihat hal ini. Fungsi pengendalian keuangan bisa membantu operasional perusahaan bisa berjalan stabil dan optimal.

            4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan | Auditing

            Manajemen keuangan memeriksa kondisi internal keuangan perusahaan supaya kondisi keuangan selaras dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan kaidah dan standar yang ada dengan meminimalisir penyimpangan yang ada.

            Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi bisa dengan mudah diketahui. Kemudian diambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap penyimpangan yang ada.

            Misalnya laporan audit internal menemukan adanya biaya pemasaran yang membengkak namun tidak diikuti oleh kenaikan kinerja. Tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Biaya operasional menjadi tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Merugikan.

            Manajemen keuangan lantas bisa segera mengambil tindakan atas situasi yang terjadi tersebut. Ditelusuri mengapa terjadi pembengkakan biaya? Apakah ada oknum yang melakukan penyimpangan? Apakah ada pos-pos yang boros? Penggunaan dana yang tidak tepat? atau ada sebab lain. Apa langkah yang akan diambil agar tidak terjadi lagi. Itulah perlunya melakukan Audit.

            5. Fungsi Pelaporan Keuangan | Reporting

            Manajemen keuangan berkewajiban untuk menyusun laporan mengenai kondisi keuangan beserta analisis rasio keuangannya. Laporan keuangan ini nanti juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi.

            Mau tahu berapa laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan ? Berapa kenaikan aset perusahaan ? Berapa jumlah pertambahan utang perusahaan ? Berapa kenaikan omzet penjualan perusahaan ? Dan berapa-berapa lainnya bisa dijawab dengan pasti oleh fungsi pelaporan keuangan melalui laporan keuangan yang disusun.

            Laporan keuangan ini nanti akan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh manajemen. Sebagai bahan evaluasi. Bisa juga sebagai proyeksi trend perusahaan kedepan.

            Fungsi Manajemen Keuangan Berkaitan Keputusan Keuangan

            Fungsi manajemen keuangan yang berkaitan dengan keputusan keuangan akan berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan keuangan berorientasi penuh pada tujuan perusahaan. Yang tidak lain adalah meningkatkan nilai perusahaan dan para pemiliknya.

            Keputusan keuangan ini erat kaitannya dengan ruang lingkup manajemen keuangan. Manajer keuangan bertugas untuk mengambil keputusan keuangan dengan cermat. Umumnya terdapat 3 keputusan keuangan. Yaitu:
            1. Keputusan Investasi
            2. Keputusan Pendanaan 
            3. Keputusan Deviden

            1. Keputusan Investasi

            Keputusan investasi atau penggunaan dana berbicara mengenai bagaimana manajer keuangan dalam memilih dan mengambil keputusan investasi atau alternatif investasi menggunakan dana yang dimiliki.

            Bagaimana manajer keuangan dalam mengalokasikan dana yang dimiliki kedalam investasi yang menguntungkan perusahaan dimasa depan. Bentuk investasi, macam-macam investasi, komposisi dan kombinasi alternatif investasi yang seperti apa yang harus diputuskan dan bisa memberikan keuntungan yang maksimal dimasa datang.

            Keuntungan atas investasi yang akan ditanamkan tersebut sangat sulit untuk diprediksi dengan pasti. Setiap investasi akan berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian. 

            Bagaimana Manajemen Keuangan Menggunakan Dana ?

            Dana adalah suatu yang begitu sangat diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan yang mengalami kekurangan dana menjadi lebih sulit untuk berkembang.

            Untuk bisa menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, manajer keuangan harus bisa merencanakan penggunaan atas dana yang diperoleh dengan sebaik baiknya serta semaksimal mungkin dalam memanfaatkannya
            .
            Dana yang diperoleh perusahaan bisa diinvestasikan kedalam aset tetap ataupun kedalam aktiva lancar.

            Manajer keuangan yang menginvestaikan dananya pada aktiva tetap, mengharapkan investasinya akan memberikan hasil (ROI) dalam rentang waktu lebih satu periode atau satu tahun.

            Sedangkan dana yang ditanam pada aktiva lancar, diharapkan bisa kembali dalam rentang jangka waktu yang pendek, kurang dari satu tahun buku.

            Ketika menggunakan dana perusahaan, manajer keuangan wajib memperhatikan sumber dana itu dari mana diperoleh.

            Apabila dana yang diperoleh digunakan perusahaan untuk diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap, maka perusahaan harusnya memilih sumber pendanaan yang berjangka waktu lama atau jangka panjang.

            Demikian juga sebaliknya. Apabila dana yang diperoleh diinvestasikan kedalam bentuk aktiva lancar, maka sebaiknya perusahaan memilih sumber pendanaan yang bersifat jangka pendek.

            2. Keputusan Pendanaan

            Keputusan pendanaan (financing) sering juga disebut dengan kebijakan struktur modal.

            Dalam menjalankan kebijakan pendanaan, manajer keuangan harus mengkaji berbagai alternatif sumber pendanaan untuk kemudian dianalisis. Dari hasil analisa tersebut menghasilkan keputusan alternatif sumber pendanaan ataupun kombinasi sumber dana yang mana yang nantinya akan dipilih.

            Sumber dana yang dipilih umumnya memiliki biaya yang paling minimal. Dana yang diperoleh inilah yang nanti akan digunakan untuk belanja kebutuhan investasi atau kegiatan perusahaan yang lain.

            Bagaimana Manajemen Keuangan Memperoleh Dana ?

            Untuk menjalankan aktivitas perusahaan, manajer keuangan dituntut untuk bisa menentukan berapa jumlah dana tersedia serta bisa menentukan darimana saja sumber dana itu bisa diperoleh.

            Secara umum, sumber dana bisa diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal perusahaan dan sumber eksternal perusahaan.

            Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan merupakan dana yang dihasilkan atau dibentuk sendiri oleh perusahaan tersebut.

            Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan terdiri atas berbagai sumber, diantaranya : laba ditahan (retained earning), penyusutan, saham pemilik dan yang lainnya

            Sedangkan dana yang bersumber dari eksternal atau dari luar perusahaan umumnya terbagi atas dua kelompok, yaitu sumber dana jangka pendek dan sumber dana jangka panjang.

            Sumber dana jangka pendek yang bisa diperoleh antara lain dari kredit usaha atau kredit dagang, kredit dari bank, surat berharga dan yang lainnya.

            Sedangkan dana yang bersumber dari dana jangka panjang bisa diperoleh dari berbagai sumber, contohnya :
            • Pinjaman Obligasi - pinjaman dalam jangka waktu yang lama, dimana pihak debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang memiliki nilai nominal tertentu. 
            • Utang Hipotik - yaitu pinjaman dalam tempo jangka waktu yang panjang, dimana pihak kreditur diberi hak hipotek terhadap suatu barang yang tidak bergerak dan apabila pihak debitur tidak dapat memenuhi kewajiban maka barang tersebut bisa dijual dan hasil dari penjualan barang tersbut bisa menutupi kewajibannya.
                     Baca juga : Sumber Dana Perusahaan

            3. Keputusan Deviden

            Deviden adalah bagian laba yang dihasilkan perusahaan yang dibayarkan kepada pemilik saham. Deviden ini sangat dinantikan oleh para pemilik saham. 

            Ketika laba diperoleh, akan ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

            Pertama. Laba akan ditahan, tidak dibagikan kepada pemegang saham dan kemudian laba ini nanti akan digunakan sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. 

            Kedua. Seluruh laba yang dihasilkan akan dibagikan kepada pemilik saham. Inilah yang namanya deviden. Maka tidak ada lagi sisa laba yang bisa menjadi sumbet pendanaan bagi perusahaan.

            Ketiga. Kombinasi laba ditahan dan deviden yang dibagikan. Persentase besar kecilnya jumlah laba ditahan dan deviden yang dibagikan harus diperhitungkan dengan cermat. Berapa kebutuhan pendanaan perusahaan dan berapa kesanggupan pembayaran deviden. Dengan melihat kondisi dan situasi perusahaan yang ada beserta rencana-rencana perusahaan kedepannya.

            Keputusan deviden juga menyangkut hal-hal mengenai rencana perusahaan dalam melakukan seperti pembelian saham kembali (buy back), pemecahan nominal saham (stock split). deviden tunai, stabilitas pembayaran deviden. Tujuannya cuma satu, yaitu meningkatkan nilai perusahaan.

            Penutup

            Pada akhirnya. manajemen keuangan berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Melakukan penilaian terhadap tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Menganalisa hambatan yang ada dan yang akan muncul ketika pengambilan keputusan keuangan.

            Tidak sedikit perusahaan yang dengan terpaksa harus memperlambat bahkan menghentikan kegiatan usahanya karena masalah keuangan yang tak stabil. Ketidakstabilan kondisi keuangan merupakan contoh nyata peran manajemen keuangan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.