Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tumbuhan Monokotil : Pengertian, Ciri, Reproduksi, Contoh

Tumbuhan Monokotil : Pengertian, Ciri, Reproduksi, Contoh

A. PENGERTIAN TUMBUHAN MONOKOTIL (BIJI TUNGGAL)
Tumbuhan monokotil adalah tumbuhany yang memiliki biji berkeping tunggal. Monokotil merupakan salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga, kelompok yang lainnya adalah kelompok tumbuhan dikotil (bijinya berkeping dua). Ciri dari monokotil yang paling khas adalah bijinya tunggal karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson (bagian dari klasifikasi tumbuhan baik sebagai kelas maupun subkelas) dari berbagai sistem klasifikasi yang dipakai secara internasional. Terdapat sekitar 50 sampai 60 ribu jenis tumbuhan monokotil yang telah diketahui, dari jumlah tersebut, jenis anggrek merupakan suku yang mempunyai anggota paling banyak dengan 20 ribu jenis. Sedangkan padi merupakan suku dengan areal penanaman yang aling luas di dunia. Habitatnya dapat ditemukan di seluruh permukaan bumi manapun.

B. STRUKTUR DAN CIRI TUMBUHAN MONOKOTIL (BIJI TUNGGAL)
  • Mempunyai biji tunggal (berkeping satu)
  • Memiliki berkas vaskuler atau pembuluh angkut (xilem dan floem)
  • Umumnya tidak memiliki kambium, hanya beberapa saja yang berkambium.
  • Memiliki batang yang biasanya tidak bercabang, berambut halus, dan memiliki ruas-ruas batang yang tampak dengan jelas.
  • Memiliki akar serabut.
  • Ujung akar dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil.
  • Kebanyakan memiliki daun tunggal, urat daunnya sejajar dan terdapat pelepah daun.
  • Memiliki bunga yang terdiri dari kelopak bunga, mahkota bunga, dan benang sari yang berjumlah tiga atau berkelipatan tiga.
Perbandingan Monokotil dan Dikotil
STRUKTUR DAN CIRI TUMBUHAN MONOKOTIL
C. REPRODUKSI DAN PERKEMBANGBIAKKAN TUMBUHAN MONOKOTIL (BIJI TUNGGAL)
  • Reproduksi generatifnya terjadi dengan persilangan jantan dan betina dengan adanya organ reproduksi berupa bunga yang menhasilkan embrio (biji).
  • Reproduksi vegetatifnya kebanyaka dengan tunas.
D. CONTOH TUMBUHAN MONOKOTIL
  • Jangung (Zea Mays sp)
  • Padi (Aryza Sativa L)
  • Kelapa (Cocos Nucifer)
  • Tebu (Saccharum sp)
  • Kelapa Sawit (Elaeis Guinennsiss Jacq)
  • Pisang (Musa sp)
  • Anggrek (Orchidaceae)
  • Vanili (Vanilla planifolia)
  • Jahe (Zingiber Officinale)
  • Kunyit (Curcuma Domestica) 
Pengertian dan Jenis-Jenis Pencemaran

Pengertian dan Jenis-Jenis Pencemaran

Berbagai industri selain menghasilkan produk yang dibutuhkan manusia juga menghasilkan buangan atau limbah. Limbah ialah suatu benda atau zat yang mengandung berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Limbah umumnya muncul sebagai hasil perbuatan manusia, termasuk industrialisasi. Kegiatan manusia lainnya, seperti kegiatan rumah tangga juga menghasilkan limbah. Masuknya limbah rumah tangga dan industri ke dalam sungai menyebabkan pencemaran atau polusi air sungai. Dalam pengertian yang lebih luas, pencemaran ialah perubahan yang tidak diinginkan pada lingkungan yang meliputi udara, daratan dan air, baik secara fisik, kimia maupun biologi.

Berikut ini akan diurakan berbagai jenis pencemaran dibawah ini, sebagai berikut:

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer ialah lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara berasal dari kegiatan manusia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini:

Pencemaran Udara

No
Polutan
Dihasilkan dari
1
Karbon dioksida (CO2)
Pemakaian bahan bakar fosil, pembakaran gas alam dan hutan, resperasi, serta pembusukan
2
Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen monoksida (CO)
Pemakaian bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan
3
Karbon monoksida (CO)
Pemakaian bahan bakar fosil dan gas buangan kendaraan bermotor yamg kendaraannya tidak sempurna pembakarannya
4
Kloro fluoro karbon (CFC) Pendingin ruangan, lemari es dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot aerosol

Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber utama pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga dan industri. Dampak pencemaran udara berskala makro misalnya fenomena hujan asam dalam skala regional, sedangkan dalam skala global misalnya efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.

1.1 Karbon Monoksida

Gas karbon monoksida (C0) ialah gas yang tidak berbau, tidak berasa, serta tidak stabil. Karbon monoksida di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, karbon monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri.

1.2 Hujan Asam

Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran fosil kendaraan serta pembakitan listrik tenaga disel dan batubara yang utama ialah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2).

Hujan Asam

Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian dan perkebunan. Hujan asam juga mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam misalnya kembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan. Selain itu, hujan asam juga menyebabkan menurunya pH tanah, sungai dan danau, sehingga memperngaruhi kehidupan organisme tanah dan air, serta kesehatan manusia.

1.3 Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca ialah gejala peningkatan suhu di permukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 di atmosfer. Gejala ini disebut dengan efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di rumah kaca.

Efek Rumah Kaca

Kenaikan suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya kekeringan atau cuaca hujan yang tinggi di berbagai tempat sehingga memperngaruhi produktifitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan dan kehidupan manusia.

1.4 Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan ozon ialah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km di atas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut dengan strafosfer. Lapisan ozon berfungsi menahan 99% radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

Penipisan Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas antartika dan kutub utara. Luban gini akan mengurangi fungsi lapisan ozon sebagai penahan sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebabkan kerusakan pada kehidupan di bumi. Kerusakan tersebut antara lain gangguan kesehatan manusia, seperti kanker kulit, gangguan pada rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman budidaya pertanian dan perkebunan.

2. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian dan pertambangan.

2.1 Limbah Rumah Tangga

Salah satu limbah rumah tangga ialah sampah. Sampah dalam jumlah banyak seperti kota-kota besar, berperan besar dalam pencemaran tanah. Tanah yang mengandung sampah di atasnya akan menjadi tempat hidup berbagai bakteri penyebab penyakit.

Pencemaran oleh bakteri dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihta dari perubahan fisiknya. Perubahan fisik misalnya berbau, berwarna dan berasa, bahkan seperti plastik dan logam, sulit terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.

2.2 Limbah Pertanian

Dalam kegiatan pertanian, penggunaan pupuk buatan, zat kimia pemberantasan hama (pestisida) dan pemberantas tumbuhan pengganggu (herbisida) dapat mencemari tanah.

Penggunaan pupuk buatan secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi asam yang selanjutnya berpengaruh terhadap produktifitas tanaman. Tanaman menjadi layu, berkurang produksinya dan akhirnya mati.

Pestisida dan herbisida memiliki sifat sulit terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Residu pestisida dan herbisida ini membahayakan kehidupan organisme tanah. Misalnya, residu pestisida dapat membunuh mikroorganisme yang sangat penting bagi proses pembusukan, sehingga kesuburan tanah terganggu.

2.3 Limbah Pertambangan

Aktifitas penambangan bahan galian juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Salah satu kegiatan penambangan yang memiliki pengaruh besar mencemarkan tanah ialah penambangan emas.

Pada penambangan emas, polusi tanah terjadi akibat penggunaan merkuri (Hg) dalam proses pemisahan emas dari bijihnya. Merkuri tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun yang dapat mematikan tumbuhan, organisme, tanah dan menggangu kesehatan manusia.

3. Pencemaran Air

Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat, seperti danau dan sungai, serta perairan laut. Sumber pencemaran air, misalnya limbah rumah tangga, industri, pertanian, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut minyak.

4. Pencemaran Suara

Ancaman serius lain bagi kualitas lingkungan manusia ialah pencemaran suara. Bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia disebut dengan kebisingan. Tingkat kebisingan terjadi bila intesitas bunyi melampaui 50 desibel (dB). Oleh karena itu, kebisingan  dapat mengganggu lingkungan, kebisingan dapat dimasukan sebagai pencemaran.

Suara dengan intensitas tinggi, seperti yang dikeluarkan oleh mesin industri, kendaraan bermotor dan pesawat terbang secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menganggu manusia, bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen. Oleh karena itu, bunyi dapat dianggap sebagai bahan pencemar serius yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Referensi: Buku Biologi 1 (SMA dan MA Kelas X)
Ekosistem : Pengertian, Komponen, Jenis

Ekosistem : Pengertian, Komponen, Jenis

A. PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk karena adanya hubungan timbal bail antara makhluk hidup dengan komponen abiotik (komponen tidak hidup) dalam lingkungannya. Ekosistem dapat dikatakan merupakan sebuah kesatuan antara seluruh unsur dalam lingkungan hidup yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunan, yaitu “oikos” artinya rumah dan “logos” artinya ilmu. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih baru jika dibandingkan dengan ilmu lainnya karena ekologi baru dikenal pada tahun 70-an. Walaupun demikian ekologi memiliki peran yang besar dalam ilmu biologi. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat bertahan dalam suatu lingkungan dan bagaimana hubungan antara makhluk hidup dengan benda tak hidup mempengaruhi ketahanan tersebut.

Apabila terjadi gangguan dalam ekosistem maka akan terjadi gangguan pada sebagian besar komponen dalam ekosistem sehingga terbentuk keseimbangan baru. Dalam mencapai keseimbangan baru itu terkadang ada populasi makhluk hidup tertentu yang akan musnah. Oleh karena gangguan yang terjadi inilah ada organisme yang sudah punah.
Pengertian Ekosistem, Komponen Ekosistem, Jenis Ekosistem
EKOSISTEM

B. KOMPONEN KOMPONEN EKOSISTEM
Dalam suatu ekosistem terdapat komponen Hidup (Biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) yang berinteraksi dalam suatu wilayah sebagai satu kesatuan. Keseimbangan dalam ekosistem bersifat dinamis, artinya keseimbangan ini dapat berubah sewaktu – waktu, perubahan tersebut dapat terjadi secara alami maupun akibat ulah manusia.

Komponen Ekosistem terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Komponen Biotik (Makhluk Hidup) dan Komponen Abiotik (Komponen tak hidup).
1. Komponen Biotik
Komponen biotik adalah merupakan makhluk hidup, contohnya manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme. Komponen biotik dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan perannya dalam suatu ekosistem, yaitu :
a. Produsen
Produsen merupakan makhluk hidup utama dalam ekosistem yang dapat menghasilkan makanan sendiri (autotrof). Biasanya produsen ini berupa tumbuhan yang dapat  melakukan fotosintesis untuk menghasilkan nutrisi dengan bantuan cahaya matahari. Namun beberapa menghasilkan makanan dengan cara kemosintesis, yaitu dengan bantuan kemosintesis.

b. Konsumen
Konsumen merupakan kelompok makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri, contohnya hewan dan manusia. Konsumen dapat bertahan hidup dengan memakan makhluk hidup lainnya. Konsumen disebut juga dengan makhluk hidup heterotrof (tidak dapat menghasilkan makanan sendiri).

Dalam sebuah ekosistem terdapat beberapa tingkatan konsumen, yaitu :
  • Konsumen tingkat 1, merupakan konsumen yang memperoleh makanan langsung dari tumbuhan (produsen makanan), contohnya ulat sebagai konsumen tingkat 1 yang memakan daun (produsen).
  • Konsumen tingkat 2, yaitu konsumen yang memakan konsumen tingkat 1. Contohnya burung kecil yang memakan ulat.
  • Konsumen tingkat 3 adalah hewan yang memakan konsumen tingkat 2. Contohnya ular yang memakan burung kecil.

c. Dekomposer
Dekomposer disebut juga sebagai pengurai. Dekomposer merupakan organisme heterotrod yang menguraikan bahan organik dari organisme yang sudah mati (organisme kompleks). Pengurai ini biasanya adalah mikroorganisme. Dekomposer menyerap hasil penguraian yang dilakukan dan dari reaksi penyerapan tersebut akan melepaskan bahan-bahan sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membuat makanan. Contoh pengurai adalah bakteri dan jamur.

d. Detritivor
Detritivor merupakan makhluk hidup yang memakan sisa tubuh atau serpihan bagian tubuh dari organisme yang sudah mati. Contohnya adalah rayap, cacing tanah dan siput.

2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik (komponen tak hidup) merupakan komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari, dll. Bahan tak hidup ini merupakan medium untuk menjaga keseimbangan dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik dapat berhubungan dengan komponen biotik dengan banyak cara, contohnya sinar matahari yang dibutuhkan tumbuhan (produsen) untuk menghasilkan makanan. Berikut adalah beberapa komponen Abiotik dalam suatu ekosistem.

a. Suhu
Suhu merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh organisme untuk dapat hidup. Proses biologi dan lingkungan sangat dipengaruhi oleh suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya agar sistem tubuh dapat bekerja secara optimal.

b. Air
Tentunya air merupakan komponen paling utama dalam suatu ekosistem. Bahkan pada manusia, 60% dari tubuh kita disusun oleh air. Air dapat memiliki pH yang berbeda – beda, ada yang bersifat asam, netral dan basa. Sifat air ini akan mempengaruhi keadaan makhluk hidup yang bergantung pada air tersebut. Distribusi keanekaragaman hayati juga dapat dipengaruhi oleh distribusi air dalam suatu ekosistem.

c. Garam
Kadar garam berperan dalam ekosistem sama seperti komponen lainnya. Kandungan garam akan menentukan keadaan suatu organisme yang hidup di lingkungan tersebut.

d. Cahaya Matahari
Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, cahaya matahari dibutuhkan oleh produsen (tumbuhan) untuk menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Bersamaan dengan karbondioksida, cahaya matahari akan dipakai dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen dan nutrisi bagi yang dapat bermanfaat bagi seluruh komponen biotik di dalam ekosistem tersebut.

e. Topografi
Topografi merupakan tinggi rendahnya permukaan bumi di suatu wilayah. Topografi berhubungan dengan kelembapan, cahaya, suhu, serta keadaan tanah di suatu daerah, sehingga perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi menimbulkan perbedaan pula pada beberapa komponen tersebut. Oleh karena itu distribusi keanekaragaman hayati pada dataran tinggi dan dataran rendah sangat berbeda.

C. SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM
1. Individu
Individu merupakan sebutan untuk makhluk hidup secara tunggal. Individu merupakan satu organisme, baik uniseluler (hanya memiliki satu sel) maupun multiseluler (terdiri atas banyak sel).

2. Populasi
Populasi merupakan kumpulan organisme sejenis yang berkembangbiak pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Contoh populasi adalah sekelompok monyet di hutan.

3. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Contohnya adalah komunitas hutan jati yang didalamnya terdapat populasi monyet, tupai, dll.

D. INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM
Makhluk hidup yang menjalani kehidupannya secara berdampingan dengan makhluk hidup akan menghasilkan interaksi seperti halnya interaksi sosial antar manusia. 

Berikut adalah beberapa jenis interaksi antar komponen dalam suatu ekosistem.
1. Interaksi Antar Komponen Biotik
a. Rantai Makanan
Rantai makanan merupakan perpindahan materi dan energi dari suatu organisme ke organisme lainnya dengan proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu. Secara umum terdapat tiga urutan rantai makanan pokok, yaitu :
  • Rantai Pemangsa, merupakan rantai makanan yang landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Kemudian akan dimakan oleh hewan yang bersifat herbivora (pemakan tumbuhan) sebagai konsumen tingkat 1, dilanjutkan dengan hewan karnivora sebagai konsumen tingkat 2 yang memangsa hewan herbivora tadi dan berakhir dengan hewan karnivora pemangsa sebagai konsumen tingkat 3.
  • Rantai Parasi, merupakan rantai makanan yang dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contohnya parasit adalah bakteri, cacing dan beberapa spesies jamur.
  • Rantai saprofit dimulai dari organisme mati yang kemudian akan diuraikan oleh dekomposer.

Ketiga urutan rantai ini tidak berdiri sendiri melainkan saling terikat satu sama lain sehingga membentuk sistem yang disebut jaring – jaring makanan. Sumber energi utama adalah hasil fotosintesis tumbuhan sebagai produsen utama. Tiap tingkatan dalam rantai makanan disebut Tingkat Trofi atau Taraf Trofi. Tumbuhan disini merupakan Tingkat trofi pertama, kemudian hewan herbivora sebagai tingkat trofi kedua, dilanjutkan dengan hewan karnivora sebagai tingkat trofi ketiga, dan seterusnya.

b. Jaring – Jaring Makanan
Pada dasarnya setiap makhluk hidup dalam suatu ekosistem merupakan sumber energi dan materi bagi makhluk hidup lainnya. Kenyataannya bahwa satu makhluk hidup dapat memakan lebih dari satu jenis makhluk hidup lain akan membuat sistem yang lebih kompleks yang disebut jaring – jaring makanan. Dinamakan “Jaring – Jaring Makanan” karena ketika dideskripsikan dalam bentuk gambar maka akan proses makanan memakanan menyerupai bentuk jaring. Jaring – Jaring makanan ini merupakan gabungan dari beberapa rantai makanan.

2. Interaksi Antar Komponen Abiotik
Walaupun tidak hidup, hubungan antar komponen abiotik juga dapat terjadi dalam suatu ekosistem. Contohnya adalah proses pelapukan batu yang dipengaruhi oleh cuaca dan iklim, kemudian cuaca dan iklim ini juga dipengaruhi oleh distribusi air di suatu wilayah.

3. Interaksi Antara Komponen Biotik dengan Komponen Abiotik
Salah satu contoh interaksi jenis ini yang telah kita bahas dari tadi adalah interaksi antara cahaya matahari (komponen abiotik) dengan tumbuhan (komponen biotik) dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan nutrisi dan oksigen. Contoh lainnya adalah ulah manusia yang mengganggu keseimbangan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara massal, dll.

4. Interaksi Antar Organisme
Organisme sebagai individu baik secara langsung ataupun tidak langsung akan melakukan interaksi dengan organisme lainnya. Hubungan ini sering juga kita sebut dengan Simbosis Makhluk Hidup. Dari hubungan ini terdapat beberapa jenis interaksi yang dapat terjadi, yaitu :
  • Netral, hubungan tidak saling mengganggu antar individu dengan individu lain yang hidup berdampingan dalam suatu wilayah untuk periode waktu tertentu. Contohnya adalah kambing dengan kupu-kupu.
  • Mutualisme, yaitu hubungan antar dua individu yang dapat membuat keduanya untung. Contohnya adalah burung dan kerbau, burung mendapat nutrisi dengan memakan kutu yang ada pada kerbau dan kerbau akan diuntungkan karena hilangnya parasit pada tubuhnya.
  • Komensalisme, yaitu hubungan antar dua organisme yang menguntungkan bagi satu pihak dan tidak merugikan bagi pihak lainnya. Contohnya adalah hubungan tumbuhan epifit dan pohon tinggi, dimana tumbuhan ini diuntungkan karena memperoleh cahaya matahari dengan menempeh pada pohon tinggi, dan pohon tinggi ini juga tidak dirugikan.
  • Parasitisme, merupakan hubungan antar organisme yang menguntungkan bagi satu individu namun merugikan individu yang satunya lagi. Contohnya adalah lintah yang mengambil darah dari organisme yang ditempelinya.
  • Predasi, merupakan hubungan antara mangsa dengan pemangsa (predator) dengan kata lain merupakan hubungan makan dan dimakan dalam suatu ekosistem.

5. Interaksi Antar Populasi
Interaksi antar populasi populasi dapat bersifat alelopati atau kompetisi. Alelopati merupakan interaksi yang membuat populasi tertentu terganggu atau terhambat perkembangannya karena ulah populasi lainnya. Sedangkan kompetisi merupakan interaksi berupa persaingan untuk meraih tujuan yang sama. Contoh kompetesi adalah kuda dan kijang dalam memperoleh rumput.

6. Interaksi Antar Komunitas
Interaksi ini terjadi karena komunitas yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya komunitas sungan dan padang rumput. Kuda yang ingin minum di sungai dapat menjadi mangsa dari buaya yang merupakan bagian dari komunitas sungai. 

E. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS EKOSISTEM
Secara garis besar terdapat dua jenis ekosistem, yaitu Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan.
1. Ekosistem Alami
Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk tanpa adanya campur tangan manusia. Beberapa contoh ekosiste alami adalah ekosistem air seperti ekosistem danau, sungai dan laut dan ekosistem darat seperti hutan, rawa, gurun, dll.

2. Ekosistem Buatan
Ekosistem Buatan adalah Ekosistem yang terbentuk karena adanya campur tangan manusia contohnya waduk, sawah, dll.
5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

Sistem indera manusia dibangun oleh beberapa jenis organ indera. Organ-organ indera pada manusia dikenal dengan istilah pancaindra, yaitu indera penghidu, indera pengecap, indera penglihatan, indera pendengar dan indera peraba.

5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

1. Indera Penghidu

Proses menghidu (mencium atau membau) bergantung pada sel-sel reseptor yang dapat mendeteksi bahan kimia di sekitarnya. Sel-sel kemoreseptor di hidung dapat mendeteksi molekul-molekul yang terkandung di udara.

Bagian yang berperan sebagai kemoreseptor di hidung ialah sel olfaktori yang terletak di jaringan epitel olfaktori pada langit-langit rongga hidung. Sel-sel kemoreseptor bekerja secara serentak terhadap rangsangan yang datang bersamaan. Contohnya, setiap sel-sel reseptor dapat mendeteksi berbagai aroma (hidung) dan rasa (lidah) sekaligus. Sel reseptor pada oragan penghidu yang berada di rongga hidung memiliki silia (rambut-rambut). Silia tersebut merupakan perpanjangan sel reseptor yang ujungnya berada dalam mukus rongga hidung.

Bila kita menghidu suatu aroma tertentu, molekul-molekul aroma tersebut akan masuk ke dalam rongga hidung dan akan dideteksi oleh silia, kemudian partikel-partikel tersebut larut ke dalam mukus dan terikat dengan molekul reseptor pada silia. Silia tersebut akan berhubungan dengan sel alfaktori, sehingga potensial reseptor diterima oleh saraf dan diteruskan ke sistem saraf pusat oleh sel olfaktori untuk diproses, sehingga timbul persepsi-persepsi. Oleh karena itu, bukan suatu hal mustahil jika cedera pada bagian kepada dapat menghilangkan rasa penghidu.

2. Indera Pengecap

Organ yang paling erat dengan rasa pengecap ialah lidah. Orang yang berupa otot ini berperan penting pada saat mengunyah dan menelan makanan. Lidah akan mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi, akhirnya mendorong makanan masuk ke faring.

Pada bagian permukaan sel pengecap pada sel komoreseptor di lidah memiliki mikrovili yang merespon berbagai jenis rasa yang berbeda. Sel pengecap ini kemudian akan berhubungan dengan banyaknya sel saraf yang akan mengirimkan impuls ke otak untuk ditanggapi.

Ketika kamu mengunyah makanan, kemungkinan uap keluar melalui faring menuju ke rongga hidung. Uap ini akan terdeteksi oleh reseptor bau, sehingga menambah cita rasa makanan tersebut. Selain itu, suhu dan sentuhan yang terdapat pada makanan akan terdeteksi oleh indera peraba. Oleh karena itu, ketiga indera tersebut, yaitu indera peraba, indera pengecap dan indera penghidu saling berkaitan di dalam otak.

Selaput lendir pada lidah selalu lembap dan pada waktu sehat, lidah akan berwarna merah jambu. Permukaan atasnya ditutupi oleh papila-papila yang terdiri dari empat jenis, yaitu:

1) Papila sirkumvalata; ialah papila terbesar, ada 8-12 yang terletak pada bagian dasar lidah yang masing-masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit. pada bagian lidah tersusun berjejer membentuk huruf V. Sekretnya akan menghilangkan bau.

2) Papila fungiformis; menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah. Bagian ujung untuk pengecap berupa sel pengecap yang sangat banyak terdapat dalam dinding papila sirkumvalata dan fungiformis.

3) Papila filiform; berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan. Selaput lendir langit-langit dan faring juga memiliki sel pengecap.

4) Papila foliata; merupakan lipatan-lipatan mukosa yang juga mengandung sel pengecap.

Indera pengecap dapat mengalami gangguan dari beberapa faktor, misalnya gangguan pada rongga mulut, lambung dan saluran pencernaan. Faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan lidak tidak dapat mengecap rasa makanan atau minuman yang masuk. Gejala tersebut biasa terlihat pada perokok. Selain itu, lidah juga dapat terganggu apabila indera penghidu mengalami penyumbatan, misalnya pilek. Sehingga rasa makanan yang dikecap oleh lidak menjadi tidak enak bahkan tidak ada rasanya.

3. Indera Penglihatan

Indera penglihatan manusia berupa mata. Mata ialah suatu organ indera yang kompleks, berupa bola yang terlindung dalam tulang orbita tengkorak. Sebetulnya tidak betul-betul bulat, tetapi agak lonjong dengan garis tengah kurang lebih 2,5 cm dengan bagian depan yang berwarna bening.

3.1. Struktur Mata

Mata memiliki tiga lapisan utama, yaitu lapisan luar (kornea dan sklera), lapisan tengah (koroid, badan bersilia dan iris) dan lapisan dalam (retina dan sel-sel saraf).

1) Kornea ialah jendela bening yang melindungi struktur halus yang berada di belakang mata serta membantu menfokuskan bayangan pada retina.

2) Sklera ialah pembungkus yang kuat dan menyelaput. Sklera membentuk bagian putih mata dan bersambung pada bagian depan dengan kornea. Sklera berperan untuk melindungi bola mata dari kerusakan mekanis, memungkinkan melekatnya otot mata dan membantu mempertahankan bentuk bola mata.

3) Iris ialah bagian mata yang memiliki celah di tengahnya, yaitu pupil (orang-orangan). Bentuknya cakram yang dapat bergerak serta berfungsi sebagai tirai yang melindungi retina dan mengendalikan jumlah cahaya yang memasuki mata.

4) Pupil atau bintik tengah yang berwarna hitam ialah celah dalam iris yang melalukan cahaya menuju retina.

5) Aquoeus humor ialah cairan berasal dari badan bersilia dan diserap kembali ke dalam aliran darah pada sudut antara iris dengan kornea melalui vena halus.

6) Vitreous humor (humor bening) ialah suatu cairan bening, seperti agar-agar berwarna keputih-putihan dan penih dengan albumin. Fungsinya memberi bentuk dan kekokoha pada mata dan mempertahankan hubungan antara retina dengan selaput koroid dan selaput sklerotik.

7) Lensa ialah organ pemfokus utama, berupa benda transparan bikonveks (cembung depan-belakang) yang berlapis-lapis.

8) Koroid ialah lapisan tengah yang berisi pembuluh darah. Lapisan tersebut membentuk iris yang berlubang di tengahnya (pupil). Laposan koroid yang berpigmen menggelapkan bilik tengah mata.

9) Retina ialah lapisan saraf pada mata yang terdiri atas sejumlah lapisan serabut sel-sel saraf batang dan kerucut.

3.2. Reseptor Mata

Mata berfungsi menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada bagian retina. dengan perantaran serabut-serabut saraf optik, rangsangan tersebut dialihkan ke pusat kontrol visual pada otak untuk ditafsirkan.

Pada mata terdapat dua macam sel penerima cahaya, yaitu sel kerucut dan sel batang.

1) Sel kerucut mengandung pigmen fotopsin yang dapat menyerap warna. Sel kerucut terdiri atas tifa macam, yaitu sel kerucut merah, sel kerucut biru dan sel kerucut hijau.

2) Sel batang mengandung pigmen rodopsin. Sel tersebut hanya dapat membedakan cahaya terang, gelap atau redup.

3.3. Kelainan pada Mata

1) Mata juling, yaitu kelainan pada satu atau beberapa otot yang menyebabkan mata tidak dapat mengarah secara serentak.

2) Hipermetropia atau rabun jauh, yaitu kelainan ukuran atau lebar mata dari belakang sampai ke depan yang pendek atau kecil sehingga lensa memfokuskan bayangan di belakang retina.

3)  Miopia atau rabun jauh, yaitu kelainan ukuran bola mata dari belakang sampai ke depan yang melebihi normal, sehingga lensa memfokuskan bayangan di depan retina.

4) Astigmatisme, yaitu kesalahan arah rambat gelombang cahaya yang terjadi karena berkas-berkas cahaya jatuh pada garis-garis retina dan bukan pada titik-titik tajam.

5) Presbiopia, yaitu gangguan penglihatan berupa kesalahan akomodasi yang terjadi pada orang lanjut usia.

6) Katarak, yaitu kekeruhan pada lensa yang dapat menyerang sebagian ataupun keseluruhan lensa. Katarak paling sering disebabkan oleh penuaan, penyebab yang lain berupa cedera, penyakit dan faktor keturunan.

4. Indera Pendengaran

Pendengaran memungkinkan kita mendeteksi dan menginterpretasikan gelombang suara. Organ pendengaran ialah telinga. Mekanisme reseptor dasar berupa sel-sel rambut.

4.1. Struktur Telinga

Struktur telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu luar, tengah dan dalam. Berikut ini penjelasan bagian-bagian telinga sebagai berikut.

1) Telinga bagian luar, ialah bagian telinga yang tampak dari luar dan berfungsi mengumpulan suara yang langsung dikirim ke bagian tengah.

2) Telinga bagian dalam, terdiri atas organ-organ perasa untuk mendengar dan untuk keseimbangan.

3) Telinga bagian tengah, ialah suatu ruangan yang terletak dalam bagian petrous dari tulang temporal. Struktur telinga bagian tengah tersebut memungkinkan adanya pengumpulan suara dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

4.2. Proses Pendengaran

Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar yang menyebabkan membran timpani bergetar. Getaran-getaran tersebut selanjutnya diteruskan menuju tulang landasan dan sanggurdi, melalui tulang martil yang terkait pada membran itu, Akibatnya gerakan-gerakan yang timbul pada setiap tulang itu sendiri, maka tulang tersebut memperbesar getaran yang kemudian disalurkan melalui fenestra vestibuli menuju perilimfa. Getarab perilimfa dialihkan melalui membran menuju endolimfa dalam saluran koklea. Rangsangan terus mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ Corti, untuk kemudian dihantarkan menuju otak oleh saraf auditori.

4.3 Kesimbangan

Saraf vestibula yang tersebar hingga salurang setengah lingkaran menghantarkan impuls-impuls menuju otak. Impuls-implus tersebut dibangkitkan dalam tiga saluran setengah lingkaran karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam saluran tersebut. hal tersebut memiliki hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. Apabila didorong sekonyong-konyong ke arah satu sisi, maka kepala orang tersebut cenderung untuk miring ke arah lain atau berlawanan dengan arah badan yang didorong. Mekanisme tersebut berguna untuk mempertahankan keseimbangan dan posisi berdiri, pengaturan berat dan dan dapat menghindari jatuhnya badan.

4.4. Gangguan pada Telinga

Gangguan pada telinga dapat terjadi di berbagai bagian. Pada bagian tengah dapat terjadi ostitis media atau infeksi telinga tengah. Gangguan tersebut dapat dialami oleh penderita yang terserang influensa, campak dan sinusitis.

Pada telinga bagian dalam ada dua kemungkinan gangguan. Pertama, labirinitis yang biasanya disebabkan oleh menjalarnya infeksi dari telingah tengah. Kedua, penyakit meniere dengan gelajanya berupa tumbulnya serangan pusing mendadak disertai tulu.

5. Indera Peraba

Indera peraba pada manusia berupa kulit. Kulit pada ujung jari memiliki beragaram tipe reseptor untuk peka terhadap berbagai jenis rangsangan. Hasilnya saat menyentuh sesuatu, kamu dapat merasakan bahwa objek tersebut kasar atau halus, panas atau dingin dan keras atau lunak.

Jenis-jenis reseptor yang terdapat pada kulit, diantaranya mekanoresptor, noisptor, proprioseptor dan termoreseptor. Mekanoresptor ialah reseptor yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan, tekanan, gerakan dan getaran. Noisptor ialah reseptor yang peka terhadap rasa sakit. Proprioseptor ialah reseptor yang terdapat pada daerah otot rangka dan tendon. Termoreseptor ialah reseptor yang peka terhadap rangsangan suhu panas dan dingin.
Tumbuhan Berbiji: Ciri, Habitat, Klasifikasi dan Manfaat

Tumbuhan Berbiji: Ciri, Habitat, Klasifikasi dan Manfaat

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta ialah kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji ialah bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terlebih dahulu terjadi peristiwa penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.
Image result for angiospermae
1. Ciri Tubuh

Ciri tumbuhan berbiji meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh.

1.1. Ukuran dan Bentuk Tubuh

Tumbuhan berbiji berukuran makroskopis dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Tumbuhan berbiji tertinggi berupa pohon dengan tinggi melebihi 100 m. Misalnya pohon kanifer Sequoiadendron giganteum di Taman Nasional Yosemite California, dengan tinggi sekitar 115 m dan diameter batang sekitar 14 m.

Habitus atau perawakan tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu pohon, misalnya jati, duku, kelapa, beringin, cemara; perdu, misalnya mawar, kembang merak, kembang sepatu; semak, misalnya arbei; dan herba, misalnya sayur-sayuran, bunga lili, serta buga krokot.

1.2. Struktur dan Fungsi Tubuh

Tumbuhan berbiji ialah heterospora. Tumbuhan berbiji membentuk struktur megasporangia dan mikrosporangia yang berkumpul pada suatu sumbu pendek. Misalnya struktur seperti konus atau strobilus pada konifer dan bunga pada tumbuhan berbunga.

Seperti halnya pada tumbuhan lain, spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui meiosis di dalam sporangia. Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora tidak dilepaskan melainkan dipertahankan. Megasporangia mendukung perkembangan gametofit betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada dalam megasporangium, menjadi matang dan memelihara generasi sporfit berikutnya setelah terjadi pembuahan.

Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa mikrospora. Mikrospora yang mencapai sporofit akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari yang tumbuh menuju ke arah bakal biji untuk membuahi gametofit betina.

2. Cara Hidup dan Habitat

Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat. Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup mengapung di air, misalnya teratai. Tumbuhan berbiji merupakan organisme fotoautotrof.


3. Reproduksi

Buah, biji dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). Penyerbukan ialah menempelkan serbuk sari pada kepala putik. Pembuahan ialah terjadi penyatuan sel telur yang terdapat di dalam kantung lembaga pada bakal biji dengan ini yang berasal dari serbuk sari. Setelah mengalami fertilisasi, terbentuklah zigot. Zigot akan berkembang menjadi emberio dan emberio terus berkembang menjadi buah.

4. Klasifikasi

Divisi tumbuhan berbiji dibedakan menjadi dua subdivisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

4.1. Subdivisi Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)

Pinus adalah salah satu contoh Gymnospermae. Biji pinus tidak dilingkupi oleh buah. Pada pinus, biji-biji berada di dalam sisik-sisik strobilus.

Anggota Gymnospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporofil (daun buah), karena biji tidak berada di dalam buah, sehingga Gymnospermae disebut sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu atau pohon. Akarnya adalah akar tunggang, batang tumbuh tegak lurus dan bercabang-cabang.

Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus jantan dan strobilus betina. Umumnya berkelamin tunggal, kadang-kadang berkelamin dua. Strobilus mengandung dua daun buah dengan bakal biji yang tampak terpisah satu sama lain. Penyerbukan hampir selalu dengan cara anemogami (bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pembuahan relatif panjang. Sel kelamin yang masih bergerak dengan aktif.

Siklus Hidup Pinus (Gymnospermae)

4.2. Subdivisi Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)

Tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae berlainan dengan golongan tumbuhan Gymnospermae, karena bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah (karpela). Daun-daun buah ialah bakal buah. Bakal buah beserta bagian-bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji yang tetap berada di dalam buah.

Angiospermae memiliki habitus herba, semak, perdu atau pohon. Sistem perakaran dapat berupa akar serabut atau akar tunggang. Batang dapat bercabang-cabang atau tidak. Daun umumnya lebar, tunggal atau mejemuk dengan komposisi yang beraneka ragam, demikian pula pertulangan daunnya.

Sementara itu, inti kandung lembaga pada bakal biji membelah tiga kali secara berurutan sehingga terbentuk delapan inti. Dari delapan inti, tiga diantaranya menuju ke tempat yang berhadapan dengan liang bakal biji. Dari ketiga inti itu, satu merupakan sel telur (ovum) dan dua sel yang terletak di kanan-kirinya merupakan sel pendamping (sinergid). Tiga ini lainnya menuju ke bagian kandung lembaga yang berlawanan dengan liang kandung lembaga dan menjadi bagian yang dinamakan antipoda. Dua inti lagi menuju ke tengah kandung lembaga dan bersatu menjadi inti kandung lembaga sekunder.

5. Manfaat Tumbuhan Berbiji bagi Manusia

Jenis tumbuhan berbiji yang dimanfaatkan bagi kepentingan manusia antara lain sebagai berikut:
  • Gandum, padi, jagung dan sagu ialah makanan utama sebagian besar penduduk di dunia.
  • Kacang, tomat, kol, kentang dan wortel ialah sayuran sebagai sumber serat, protein dan vitamin.
  • Kapas dan rami sebagai bahan sandang.
  • Kayu sebagai bahan papn dan perabotan.
  • Kumis kucing, mengkudu, daun dewa dan adas sebagai bahan obat-obatan.
  • Pohon angsana, jati, mahoni dan pinus sebagai peneduh, penyimpanan air, penyerap karbon dioksida dan sumber oksigen.
  • Berbagai jenis bunga untuk dekorasi, upacara adat dan agama, serta kosmetik.
Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria memiliki susunan, struktur, metabolisme dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria. Oleh karena itu, Archaebacteria dikelompokkan sebagai kingdom terpisah dari Eubacteria meskipun kedua kingdom tersebut sama-sama prokariotik.

Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria ialah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid. Archaebacteria hidup pada lingkungan ekstrim yang mirip dengan lingkungan kehidupan awal di bumi. Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri metanogen, bakteri halofil dan bakteri termoasidofil.

Bakteri Metanogen

Bakteri metanogen ialah bakteri yang menghasilkan metana dari gas hidrogen dan C02 atau asam asetat. Metana disebut juga sebagai biogas. Bakteri metanogen hidup di rawa sebagai pengurai. Contohnya: Methanobacterium.

Bakteri Halofil

Bakteri halofil ialah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Bakteri halofil hidup optimal pada lingkungan dengan kadar garam 20%. Beberapa jenis bakteri halofil membutuhkan lingkungan dengan kadar garam sepuluh kali lebih tinggi dari kadar garam air laut. Contohnya: Halobacterium.

Bakteri Termoasidofil

Bakteri termoasidofil hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal untuk bakteri ini ialah pada temperatur 60-80 celcius dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Contohnya bakteri Sulfolubus dan Thermoplasma.

Archaebacteria  belum banyak diketahui. Hal ini karena Archaebacteria merupakan kingdom terbaru yang diteliti oleh para biologiwan.

1. Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Dalam kehidupan manusia, bakteri ada yang berperan menguntungkan dan ada yang merugikan

1.1. Bakteri yang Menguntungkan

Beberapa peran bakteri yang menguntungkan dari kingdom Archaebacteria adalah sebagai berikut:
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya Methanobacterium.

1.2. Bakteri yang Merugikan

Beberapa peran bakteri yang merugikan dari kingdom Archaebacteria adalah sebagai berikut:
Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam.

1.2.1. Penanggulangan terhadap Bakteri yang Merugikan

Bakteri yang merugikan manusia antara lain bakteri yang dapat merusak makanan dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Untuk menanggulangi bakteri perusak makanan dapat dilakukan antara lain dengan pengawetan dan pengolahan makanan. Sedangkan untuk menanggulangi bakteri yang menimbulkan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, serta imunisasi.

1.2.1.1 Pengawetan dan Pengolahan Makanan

Pengawetan dan pengolahan makanan ialah usaha membuat kondisi makanan tidak mudah dirusak oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Makanan yang diawetkan dan diolah menjadikan makanan tersebut bukan merupakan tempat hidup yang optimum bagi bakteri.

Pengawetan makanan antara lain dilakukan dengan cara pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan dan pendinginan. Contohnya: kerupuk, daging asap, acar, ikan asin, manisan buah dan sale.

Pengolahan makanan yang dilakukan dengan cara pemanasan dapat membunuh sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit yang terdapat pada makanan dan minuman. Bentuk pemanasan makanan dan minuman dapat dilakukan dengan cara dimasak seperti biasa atau dengan cara khusus. misalnya pasteurisasi atau sterilisasi.

1.2.1.2. Kebersihan dan Kesehatan Diri serta Lingkungan

Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme timbul karena cara hidup yang kurang menjaga kebersihan. Penyakit juga lebih mudah menyerang pada orang yang fisiknya lemah. hal tersebut menyebabkan diperlukannya upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan antara lain sebagai berikut:
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • menjaga kebersihan badan dengan mandi dan mencuci tangan sebelum makan.
  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Makan makanan bergizi.
  • Cukup istirahat.

1.2.1.3. Imunisasi

Imunisasi ialah upaya untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Imunisasi merangsang kekebalan seseorang dengan memberikan mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan. Imunisasi disebut juga vaksinasi atau pemberian vaksin. Contoh vaksin untuk pencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri sebagai berikut:
  • Vaksin kolera untuk mencegah penyakit kolera.
  • Vaksin tifus untuk mencegah penyakit tifus.
  • Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC.
  • Vaksin DPT untuk mencegah difteri, pertusis/batuk dan tetanus.
Eubacteria: Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi dan Klasifikasinya

Eubacteria: Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi dan Klasifikasinya

Eubacteria berasal dari awalan eu (sejati) dan bacteria (bakteri). Eubacteria ialah kelompok makhluk hidup yang sehari-hari kita kenal sebagai bakteri.

Bakteri ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Belanda yang bernama Anthony van Leeuwenhoek. Leeuwenhoek kemudian menerbitkan aneka ragam gambar bentuk bakteri pada tahun  1684. Sejak saat itu, ilmu yang mempelajari  bakteri mulai berkembang. Ilmu yang mempelajari bakteri ialah bakteriologi.

Bakteri ialah organisme yang paling banyak jumlahnya dan tersebar luas dibandingkan makhluk hidup lainnya. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di gurun pasir, salju atau es, hingga lautan. Bagi manusia, bakteri memiliki ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Bakteri merupakan organisme uniseluler, prokariot dan umumnya tidak memiliki klorofil. Berikut ini adalah ciri-ciri bakteri secara lebih rinci.

1. Ciri-Ciri Sel

Ciri-Ciri sel tubuh bakteri meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi.

1.1. Ukuran dan Bentuk Sel

Ukuran tubuh bakteri bervariasi, dari berdiameter 0,12 mikron sampai yang panjangnya ratusan mikron. Namun, rata-rata sel bakteri berukuran 1-5 mikron. Bakteri dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Bakteri yang paling renik ialah Mycoplasma yang berukuran 0,12 mikron. Sebaliknya , bakteri terbesar ialah Thiomargarita yang berukuran 200 mikron.

Bentuk dasar sel bakteri beraneka ragam, yaitu kokus (bulat), basil (batang) dan spirila (spiral). Contoh bakteri berbentuk kokobasil ialah Coxiella burneti (penyebab demam). Sedangkan contoh bakteri berbentuk filamen ialah kelompok Actinomycetes.

1.1.1. Bakteri Kokus

Bakteri kokus memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Monokokus, yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. Contohnya: Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata).
  • Tetrakokus, yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat. Contohnya: Pediococcus cerevisiae.
  • Sarkina, yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan berbentuk kubus. Contohnya: Thiosarcina rosea (Bakteri belerang).
  • Streptokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Contohnya: Streptococcus mutans (Penyebab gigi berlubang).
  • Stafilokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombolan seperti buah anggur. Contohnya: Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru).
1.1.2. Bakteri Basil

Bakteri basil memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Contohnya:  Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) dan Phopionibacterium acnes (penyebab jerawat).
  • Diplobasil, yaitu dua sel bakteri basil berdempetan.
  • Streptobasil, yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. Contohnya: Bacillus anthracis (penyebab penyakit antraks pada hewan ternak) dan Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen).
1.1.3. Bakteri Spirila

Bakteri spirila memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang. Contohnya: Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang).
  • Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup. Contohnya: Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis).
  • Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. Contohnya Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera).

1.2. Struktur dan Fungsi Sel

Struktur dan fungsi sel bakteri dapat dibagi menjadi stuktur dan fungsi dasar serta struktur tambahan. Struktur dan fungsi dasar dimiliki hampir semua jenis bakteri. Sedangkan struktur dan fungsi tambahan dimiliki oleh jenis bakteri tertentu.

Struktur dan fungsi dasar pada sel bekteri meliputi dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, granula penyimpanan, kapsul, flagelum, pilus dan fimbria, klorosom, vokuola gas, serta endospora.
  • Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida.  Berdasarkan perbedaan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel, bakteri dapat dibedakan atas bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.
    1. Bakteri Gram positif ialah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Contohnya: Neisseria gonorrhoeae, Treponema pallidum, Vibrio cholerae dan Bacillus subtilis.
    2. Bakteri Gram negatif ialah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Contohnya: Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
  • Membran plasma ialah membran yang menyelubungi sitoplasma. membran plasma tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein.
  • Sitoplasma ialah cairan sel. Sitoplasma bakteri tidak mengandung banyak organel seperti pada sel eukariotik.
  • Ribosom ialah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom berfungsi pada sintesis protein.
  • DNA ialah materi pembawa informasi genetik. DNA bakteri berupa rantai tunggal berbentuk melingkar (nukleoid).
  • Granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Umumnya bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkannya
  • Kapsul atau lapisan lendir ialah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Jika lapisan tersebut tebal disebut kapsul dan jika tipis disebut lapisan lendir.
  • Flagelum ialah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagium tersusun dari protein. Flagelum pada bakteri ada yang berjumlah satu, banyak flagelum di satu sisi, satu atau banyak flagelum di kedua ujung atau tersebar di seluruh permukaan sel.
  • Pilus ialah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Sedangkan Fimbria ialah struktur sejenis  pilus namun lebih pendek daripada pilus.
  • Klorosom ialah struktur yang berada tepat berada di bawah membran plasma. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis.
  • Vakuola gas ialah terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotositensis.
  • Endospora ialah bentuk istirahat dari beberapa jenis bakteri Gram positif. Contohnya: Bacillus anthracis, Clostridium tetani (penyakit tetanus), dan Clostridium botulinum (penyebab keracunan makanan kaleng).
2. Reproduksi
    Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri ialah pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah menjadi dua.

    Selain reproduksi secara aseksual, bakteri juga melakukan reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran tersebut disebut dengan rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. Rekombinasi genetik pada bakteri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu transformasi, transduksi dan konjugasi.

    2.1. Transformasi

    Transformasi ialah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri. Contohnya: Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonorrhoeae, Bacillus dan Rhizobium.

    2.2. Transduksi

    Transduksi ialah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage. (virus bakteri).

    2.3. Konjugasi

    Konjugasi ialah pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara dua sel bakteri yang berdekatan. Konjugasi umumnya terjadi pada bakteri Gram negatif, misalnya Escherichia coli.

    3. Klasifikasi Eubacteria

    Eubacteria dikelompokkan mejadi lima filum, yaitu proteobacteria, Cyanobacteria, Spirochetes, Chlamydias dan bakteri Gram-positif.

    3.1. Proteobacteria

    Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrif atau fotoheterotrof, proteobacteria kemoautrotrof dan proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma.Beberapa jenis bakteri ungu memiliki flagela. Contohnya Chromatium.

    3.2. Cyanobacteria

    Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Disebut ganggang hijau-biru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. Pada beberapa jenis Cyanobacteria, lapisan lendir dapar membantu gerakan secara meluncur.

    3.3. Spirochetes

    Spirochetes bukan merupakan kelompok besar dari Eubacteria. Namun, keberadaan Spirochetes mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit.

    Habitat Spirochetes bervariasi. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air, sebagai parasit dalam tubuh manusia, atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. Contohnya: Treponema pallidum (penyakit sifilis pada manusia.

    3.4. Chlamydias

    Chlamydias ialah kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil (0,2-1,5 mikron). Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body).

    3.5. Bakteri Gram-Positif

    Beberapa bakteri Gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Sel induk pecah dan endospora dilepaskan, endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim, misalnya suhu tinggi, suhu rendah atau kekeringan.